22.5 C
Sukabumi
Sabtu, Mei 25, 2024

Ternyata Ini Penyebab Ledakan Tabung CNG di Cibadak Sukabumi, Kepsek SD Korban Tewas

sukabumiheadline.com l Peristiwa pilu meledaknya tabung gas...

Yamaha Zuma 125 meluncur, intip harga dan penampakan detail motor matic trail

sukabumiheadline.com - Yamaha resmi memperkenalkan Zuma 125...

Yakin Wanita Sukabumi Tak Minat Beli Yamaha QBIX 125? Intip Spesifikasi dan Harganya

sukabumiheadline.com l Yamaha QBIX 125 telah mengaspal...

Survei IPRC, Dedi Mulyadi Jadi Cagub Jabar 2024 Terkuat, tapi…

PolitikSurvei IPRC, Dedi Mulyadi Jadi Cagub Jabar 2024 Terkuat, tapi...

sukabumiheadline.com l Mantan Bupati Purwakarta dua periode, Dedi Mulyadi mencatatkan elektabilitas 46 persen. Hal itu terungkap dalam hasil survei IPRC.

Hasil tersebut menempatkan Dedi Mulyadi berpeluang menjadi calon alternatif bilamana Ridwan Kamil tidak turut bertarung dalam konstelasi Pilgub Jabar 2024.

Menurut Direktur IPRC, Firman, pencalonan birokrat menjadi wakil gubernur pun bukan hal yang baru. Berdasarkan pengalaman beberapa pilgub sebelumnya, kata dia, elite birokrat juga sempat ada yang mencalonkan diri menjadi wakil gubernur.

Firman mencotohkan, dalam Pilgub Jabar 2013–2017, Lex Laksamana Zaenal maju mendampingi Dede Yusuf.

“Cawagub memang diproyeksikan punya kemampuan pengelolaan pemerintahan dalam mem-backup Gubernur. Nah, tentu birokrat ya apalagi dalam top level,” katanya.

Beberapa nama elite birokrat yang banyak dipilih publik juga dinilainya memiliki rekam jejak yang baik dalam mengelola pemerintahan sehingga Firman menilai beberapa mereka memiliki kemampuan yang tepat untuk mendampingi Ridwan Kamil di periode kedua.

Selain itu, katanya, berpasangan dengan birokrat juga memiliki kecenderungan politik yang kecil.

Hal ini berbeda dengan wakil gubernur yang juga dari golongan partai politik.

Menurutnya, wakil dari latar belakang partai biasanya memiliki kecenderungan politik yang tinggi.

“Biasanya para birokrat itu juga kan tidak punya kecenderungan politik yang terlalu tinggi. Kenapa itu penting, kalau kemudian wakil kepala daerah itu juga politisi banyak daerah kita lihat kan ada potensi konflik,” katanya.

Tidak hanya itu, dia menilai, memilih wakil dari kalangan birokrat juga bisa meminimalkan terjadinya kompetisi dalam memimpin.

Firman mengatakan, kebanyakan wakil gubernur dari kalangan politik ada keinginan untuk maju kembali ke periode kedua mejadi gubernur.

“Nama birokrat ini paling tidak menjadi calon alternatif dari kalangan politisi, kepala daerah, dan partai politik,” kata dia.

Dalam survei cawagub dengan latar belakang kepala daerah, muncul nama Bima Arya, Hengky Kurniawan, Cellica Nurrachdiana, Ade Sugianto, dan Rudy Gunawan.

Selain itu, Atalia Praratya Ridwan Kamil juga masuk dalam kategori figur alternatif nonpartai politik (outsider).

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer