Survei LSI: Elektabilitas Tokoh Jawa Barat, Uu dan Desy Ratnasari Jeblok

- Redaksi

Kamis, 24 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dedi Mulyadi, Desy Ratnasari, Uu Ruzhanul Ulum. l Istimewa

Dedi Mulyadi, Desy Ratnasari, Uu Ruzhanul Ulum. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com l Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbaru di mana Dedi Mulyadi (DM) berpotensi menjadi bintang baru di Pilgub Jawa Barat 2024 mendatang.

Hasil survei menunjukkan, elektabilitas anggota Komisi IV DPR RI ini berada di posisi kedua, di bawah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK).

Diungkapkan Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah, dalam simulasi 20 calon gubernur, RK memimpin dengan 45,2%. Diikuti DM (24,7%), Dede Yusuf (8,5%).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara calon lainnya, Wakil Gubernur Jawa Barat saat ini, UU Ruzhanul Ulum, Cellica, Desy Ratnasari, Ahmad Syaikhu, Bima Arya, Nurul Arifin, Rieke Dyah Pitaloka, Ace Hasan Sadzily dan lain-lain, masih di bawah 5%.

Sedangkan, jika dikerucutkan menjadi enam calon, RK memimpin dengan 47,3%. Disusul DM (25,5%), Dede Yusuf (12,7) dan yang lainnya seperti Uu Ruzhanul Ulum, Ahmad Syaikhu, M. Farhan masih tetap di bawah 5%.

Namun, pada simulasi 10 calon tanpa RK, posisi DM melesat ke 38,0%. Disusul Dede Yusuf 22,7%, Uu 6,7%, Desy Ratnasari 5,8%, Ahmad Syaikhu 3,5% dan Attalia Kamil 1,8%.

“Dari simulasi tanpa RK, terlihat jelas bahwa Kang DM yang paling banyak menerima berkah limpahan suara. Disusul Dede Yusuf yang cukup tinggi juga. Karena itu, jika RK akhirnya lebih memilih sebagai capres atau cawapres, tidak sebagai cagub, maka hanya Dedi Mulyadi yang punya potensi melenggang menang,” kata Toto, Rabu (23/2/2022).

Survei tentang preferensi pemilih warga Jawa Barat terhadap bakal calon di PIlgub 2024, dilakukan pada 2-7 Februari 2022. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara tatap muka menggunakan metodologi multistage random sampling. Jumlah responden 600 orang dengan margin of error 4,1%.

Namun, dalam pandangan peneliti senior LSI Denny JA ini, peluang buat kandidat lain tetap terbuka sejauh mereka mampu menjawab tuntutan hukum besinya untuk menang. Baik tuntutan mendongkrak pengenalan maupun kesukaan dengan kerja-kerja campaign yang terukur. Apalagi, masih ada waktu cukup lama, yaitu sekitar tiga tahun kurang sampai 2024 nanti.

Ada beberapa faktor yang membuat elektabilitas DM melesat menyaingi RK, menurut Toto, memang ada beberapa faktor yang menjadi alasannya.

Selain faktor tren elektabilitas yang terus naik, juga tergambar dari meratanya dukungan di aneka segmen demografis seperti suku, jenis kelamin, tingkat pendidikan, penghasilan, pemilih partai, dan sebaran zona daerah pemilihan. Begitu juga dengan tingkat pengenalan yang berbanding lurus dengan tingkat kesukaan. Karena banyak calon yang tingkat pengenalan tinggi, tapi kesukaan rendah. Biasanya ini kategori calon yang berat untuk menang.

Ditambahkan Toto, DM hampir masuk dalam semua kategori di atas. Termasuk, soal pengenalan dan kesukaan yang nyaris berbanding lurus. Yaitu, dikenal 79,5% dan disukai 87,8%. Bandingkan dengan Dede Yusuf yang sudah dikenal oleh 94%, tapi disukai 86%. Ini artinya, kalau pengenalan Dedi Mulyadi naik lagi sampai di atas 90%, ada potensi elektabilitasnya juga naik lagi.

Berita Terkait

10 isu revisi RUU Pemilu dan ambang batas parlemen hingga DPRD
Survei capres/cawapres: Dari Prabowo, KDM, Anies, Gibran, AHY, Sherly hingga Ahmad Luthfi
Gerindra juara, Golkar anjlok, survei terbaru elektabilitas parpol dibanding Pemilu 2024
Profil dan karier Daniel Muttaqien, politisi Golkar Sukabumi: Sosok pemersatu
Ketum PKB keukeuh ingin Pilkada oleh DPRD
Profil Partai Gema Bangsa, didirikan eks Nasdem dan Perindo, langsung dukung Prabowo
Daftar penyataan SBY ketika tolak Pilkada dipilih DPRD, tapi kini Demokrat berubah sikap
Pilkada oleh DPRD dan sikap plin-plan Partai Demokrat: Dulu tolak sampai walk out, kini dukung

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 18:15 WIB

10 isu revisi RUU Pemilu dan ambang batas parlemen hingga DPRD

Selasa, 14 April 2026 - 15:02 WIB

Survei capres/cawapres: Dari Prabowo, KDM, Anies, Gibran, AHY, Sherly hingga Ahmad Luthfi

Selasa, 14 April 2026 - 07:00 WIB

Gerindra juara, Golkar anjlok, survei terbaru elektabilitas parpol dibanding Pemilu 2024

Senin, 13 April 2026 - 16:54 WIB

Profil dan karier Daniel Muttaqien, politisi Golkar Sukabumi: Sosok pemersatu

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:29 WIB

Ketum PKB keukeuh ingin Pilkada oleh DPRD

Berita Terbaru