Syarat, tanggung jawab, jumlah bidan di Kabupaten Sukabumi dan jumlah AKI/AKB

- Redaksi

Senin, 19 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bidan sedang menggendong bayi baru lahir - sukabumiheadline.com

Ilustrasi bidan sedang menggendong bayi baru lahir - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Bidan adalah tenaga kesehatan profesional perempuan yang menyelesaikan pendidikan kebidanan, bertugas memberikan asuhan komprehensif pada wanita mulai dari kehamilan, persalinan normal, dan nifas.

Selain itu, bidan juga bertugas memantau perawatan bayi baru lahir, hingga kesehatan reproduksi dan keluarga berencana, dengan fokus pada pendekatan alami dan meminimalkan intervensi medis, serta merujuk kasus komplikasi ke dokter kandungan.

Peran dan tanggung jawab utama bidan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ilustrasi ibu hamil sedang ditemani suami - sukabumiheadline.com
Ilustrasi ibu hamil sedang ditemani suami – sukabumiheadline.com

Dikutip sukabumiheadline.com dari laman JDIH Kementerian Keuangan RI, Senin (19/1/2026), bidan memiliki peran dan tanggungjawab sebagai berikut:

  1. Asuhan Kehamilan: Memberikan pemeriksaan, konseling nutrisi, olahraga, dan persiapan persalinan.
  2. Persalinan Normal: Mendampingi dan membantu persalinan alami.
    Perawatan Bayi: Merawat bayi baru lahir, bayi, dan balita, serta memberikan edukasi menyusui.
  3. Masa Nifas: Memantau kesehatan ibu pasca melahirkan hingga pemulihan.
  4. Kesehatan Reproduksi: Memberikan layanan kontrasepsi, konseling kesuburan, dan edukasi kesehatan remaja.
  5. Pendidik & Konselor: Memberikan penyuluhan kesehatan kepada individu, keluarga, dan masyarakat.
  6. Pengelola: Mengelola pelayanan kebidanan, berkoordinasi, dan melakukan penelitian.

Baca Juga: Menghitung angka kelahiran di Kota Sukabumi 4 tahun terakhir

Perbedaan bidan dengan dokter Kandungan

Ilustrasi ibu sedang mempersiapkan proses kelahiran bayinya - sukabumiheadline.com
Ilustrasi seorang ibu hamil sedang menjalani pemeriksaan sebelum proses kelahiran bayinya – sukabumiheadline.com

Menurut latar belakang pendidikan, seorang bidan merupakan lulusan pendidikan kebidanan. Sedangkan dokter kandungan, lulusan fakultas kedokteran dan spesialisasi obstetri dan ginekologi.

Sedangkan, menurut kewenangannya, bidan menangani kehamilan dengan risiko rendah dan sedang, dan persalinan normal. Sementara itu, dokter kandungan menangani kehamilan risiko rendah hingga tinggi dan prosedur medis kompleks seperti caesar.

Berita Terkait: Sukabumi berapa? Ini jumlah penduduk kota dan kabupaten se-Jawa Barat 2021-2025

Kualifikasi bidan

Seorang bidan wajib lulus pendidikan kebidanan dan terdaftar resmi. Selain itu, memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik Bidan (SIPB).

Baca Juga: Membanding angka perceraian di Sukabumi satu tahun terakhir, total 1.600 kasus

Jumlah bidan di Kabupaten Sukabumi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sukabumi 2025, jumlah tenaga kesehatan, termasuk bidan, tercatat menurut kecamatan.

Baca Juga :  Memahami kompleksitas beragama Gen Z: Moderat, inklusif, menolak afiliasi hingga bias gender

Meskipun data spesifik untuk tahun berjalan 2025 belum sepenuhnya dipublikasikan secara mendetail, namun Profil Kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi terbaru biasanya mengacu pada data tahun sebelumnya.

Namun, bidan di Kabupaten Sukabumi diklaim sudah tersebar di 47 kecamatan dan melayani di 381 desa dan lima kelurahan yang ada di Kabupaten Sukabumi.

Dilansir BPS Provinsi Jawa Barat, jumlah bidan di Kabupaten Sukabumi pada 2024 adalah 1.476 orang. Data ini disajikan dalam tabel statistik tenaga kesehatan dan menunjukkan peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya, mencakup tenaga kesehatan di seluruh wilayah kabupaten tersebut.

Dengan demikian, jika dirata-rata, jumlah bidan menurut masing-masing kecamatan di Kabupaten Sukabumi, adalah 31 orang. Atau ada empat orang bidan di masing-masing desa.

Baca Juga: Ada 221 ribu balita dan 51 ribu lansia, ini jumlah penduduk Sukabumi menurut kelompok usia

AKI dan AKB di Kabupaten Sukabumi 

Angka Kematian Ibu 

Ilustrasi ibu meninggal dunia setelah melahirkan - sukabumiheadline.com
Ilustrasi ibu meninggal dunia setelah melahirkan – sukabumiheadline.com

Angka Kematian Ibu (AKI) adalah kematian perempuan selama kehamilan atau dalam kurun periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan akibat semua sebab yang terkait dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya, tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diri.

Angka Kematian Ibu atau AKI dari 2020 hingga 2024, adalah sebagai berikut:

Pada 2020, kematian ibu sebanyak 31 kasus, terjadi pada ibu hamil sebanyak 26% (8 kasus), ibu bersalin sebanyak 3% (1 kasus), dan ketika ibu masa nifas sebanyak 71% (22 kasus).

Sedangkan pada 2024, jumlah bayi lahir di Kabupaten Sukabumi sebanyak 46.560 orang, dengan kematian ibu sebanyak 31 kasus atau angka kematian ibu di Kabupaten Sukabumi pada tahun 2024 sekitar 66,6 per 100.000 KH.

Angka tersebut diklaim mengalami penurunan dari angka toleransi pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sukabumi Tahun 2025-2026, di mana pada 2024 angka toleransi AKI sebesar 82 per 100.000 KH, yang diklaim atau sudah tercapai 117,46 persen.

Baca Juga :  Potret WB 12 tahun di Kabupaten Sukabumi: 200 ribu lulusan SD, 55,2% tak lulus SMA

Faktor penyebab kematian ibu secara langsung pada 2024 adalah Hipertensi dalam Kehamilan, Persalinan, dan Nifas berjumlah 13 Kasus, persalinan dan nifas dengan 13 kasus, perdarahan obstetrik dengan 3 kasus.

Kemudian, akibat infeksi kehamilan 1 kasus, komplikasi obstetrik dengan 4 kasus dan komplikasi non obstetrik dengan 10 kasus. Baca selengkapnya: Menghitung angka kematian ibu dan kelahiran di Kabupaten Sukabumi 4 tahun terakhir

Angka Kematian Bayi

Ilustrasi bayi baru dilahirkan - sukabumiheadline.com
Ilustrasi bayi baru dilahirkan digendong ayah – sukabumiheadline.com

Untuk perbandingan, menurut data Profil Kesehatan Kabupaten Sukabumi 2023 dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Angka Kematian Bayi (AKB) untuk periode 2021 – 2023 jumlahnya naik lebih dari 100%, dengan rincian sebagai berikut:

  • 2021: Jumlah AKB sebanyak 194 kasus dari total Jumlah Kelahiran Hidup sebanyak 41.528 dengan rasio AKB per 1000 Kelahiran Hidup sebesar 4,67
  • 2022: Jumlah AKB turun dibandingkan 2021 menjadi 143 kasus dari total Jumlah Kelahiran Hidup sebanyak 41.508 dengan rasio AKB per 1000 Kelahiran Hidup sebesar 3,45
  • 2023: Jumlah AKB naik signifikan dibanding 2022 menjadi 330 kasus dari total Jumlah Kelahiran Hidup sebanyak 42.995 dengan rasio AKB per 1000 Kelahiran Hidup sebesar 7,68. Baca selengkapnya: Ada 4 bidan per desa tapi Angka Kematian Bayi di Sukabumi naik 100% lebih, berapa jumlah nakes lain?
  • 2024: Angka Kematian Bayi turun menjadi 250 kasus, Kematian Balita 8 kasus, dan Kematian Neonatal 226 kasus.

Untuk informasi, Kematian Neonatal adalah kematian bayi yang terjadi dalam 28 hari pertama kehidupannya setelah lahir, mencakup periode kritis bayi baru lahir, dan seringkali disebabkan oleh faktor seperti prematuritas, asfiksia saat lahir, infeksi, atau kondisi medis lain yang muncul segera setelah kelahiran.

Kematian Neonatal adalah masalah kesehatan global yang penting, dan sering dibagi menjadi kematian neonatal dini (dalam 7 hari pertama) dan neonatal lanjut (hari ke-7 hingga ke-28).


Dilarang republikasi artikel kategori Headline dan Rubrik Headline tanpa seizin Redaksi sukabumiheadline.com

Berita Terkait

Daftar titik rawan kecelakaan maut di Sukabumi dan pemicunya
Luas sawah di Kabupaten Sukabumi terus menyusut, ancaman bagi swasembada pangan
Melacak populasi Sapi Pasundan di Sukabumi: Karakteristik dan pemurnian genetik si jawara
RI masuk 5 besar, China juaranya: Berapa produksi buah lengkeng Sukabumi?
Mengintip potensi perikanan Kabupaten Sukabumi 2026
Fakta-fakta tentang Owa Jawa di Sukabumi: Spesies langka, habitat dan ancaman
5 hal paling banyak terjadi dan dikeluhkan warga Sukabumi sepanjang 2025
Jutaan bayi lahir di Indonesia pada 2025, Sukabumi berapa?

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 01:00 WIB

Syarat, tanggung jawab, jumlah bidan di Kabupaten Sukabumi dan jumlah AKI/AKB

Minggu, 18 Januari 2026 - 01:06 WIB

Daftar titik rawan kecelakaan maut di Sukabumi dan pemicunya

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:35 WIB

Luas sawah di Kabupaten Sukabumi terus menyusut, ancaman bagi swasembada pangan

Rabu, 14 Januari 2026 - 01:17 WIB

Melacak populasi Sapi Pasundan di Sukabumi: Karakteristik dan pemurnian genetik si jawara

Senin, 12 Januari 2026 - 15:29 WIB

RI masuk 5 besar, China juaranya: Berapa produksi buah lengkeng Sukabumi?

Berita Terbaru