sukabumiheadline.com – Berbeda dengan putra, cabang olah raga sepak bola putri Indonesia seolah jalan di tempat saat negara lain terus melesat. Informasi dihimpun, prestasi terbaik Timnas Putri Indonesia di level Asia, yakni semifinalis The Asian Women Football (Piala Asia AFC 1977) yang berlangsung di Taiwan. Saat itu, Indonesia berhasil menekuk Jepang 1-0 pada babak grup.
Di tengah gegap gempita sepak bola putra Indonesia yang lolos Piala Asia 2023 dan euforia Piala Dunia U-17, ada nasib sepak bola putri yang termarjinalkan akibat ketiadaan kompetisi reguler.
Berita Terkait: Hanipa Halimatusyadiah Tampil Modis, Intip 5 Foto Pesepakbola Timnas Putri asal Sukabumi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal, sepak bola putri Indonesia lebih dulu mengakhiri penantian panjang tampil di level Asia pada Piala Asia 2022. Namun, federasi belum menunjukkan tekad nyata untuk menjalankan kompetisi. Kehadiran liga adalah tolok ukur berjalannya pembinaan sepak bola.
Salah seorang andalan Timnas Putri Indonesia, Hanipa Halimatusyadiah Suandi, bersedih selepas manajemen Persis Solo Women memutuskan membubarkan tim, awal Oktober 2023.

Tangisannya pecah di kamar mes Persis, di kereta yang membawanya dari Surakarta ke Jakarta, dan di rumahnya di Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Ia tak percaya harus berpisah dengan klub tempatnya bernaung selama lebih dari setahun sejak Mei 2022.
Baca Juga: Mengenal Lely Koentratih, Wanita Sukabumi yang Jadi Sniper Putri Pertama di Asia
”Kalau memang kendalanya dana, aku mau dan sudah mengusulkan negosiasi gaji lagi. Penurunan gaji pun aku bersedia, asalkan tim ini enggak sampai bubar,” kata Hanipa, beberapa waktu lalu.
Namun, keputusan Persis sudah final sehingga upaya Hanipa mempertahankan tim tak berbuah hasil. Hanipa terpaksa menerima keputusan itu. Ia sadar Persis telah berinvestasi banyak bagi tim dengan skuad ”mewah” yang dihuni para pemain timnas putri itu untuk bisa mengarungi kompetisi.
Namun, setelah latihan kurang lebih 1,5 tahun, liga tak kunjung bergulir. Persis, yang latihan untuk persiapan melakoni kompetisi profesional, akhirnya cuma ikut kompetisi amatir dan kompetisi semi-amatir.

Persis, menurut Hanipa, membentuk tim putri dengan profesional. Kontrak yang jelas, program latihan terukur, dan infrastruktur latihan yang memadai menghilangkan keraguan eks pemain Tira Persikabo Kartini di Liga 1 Putri 2019 ini ketika pertama kali ditawari bergabung dengan Persis.
Keseriusan itu yang sempat menyalakan harapan Hanipa bahwa Liga 1 akan digelar kembali setelah terakhir bergulir pada 2019. Namun, setelah latihan kurang lebih 1,5 tahun, liga tak kunjung bergulir. Persis, yang latihan untuk persiapan melakoni kompetisi profesional, akhirnya cuma ikut kompetisi amatir dan kompetisi semi-amatir. Dalam usianya yang seumur jagung, tim itu memenangi Piala Pertiwi Jawa Tengah 2022 dan Piala Ratanika II 2023.
Persis Solo Women menjuarai turnamen level amatir, Ratanika Cup II, di Semarang, Jawa Tengah, Juni 2023. Kini, Persis memutuskan untuk membubarkan tim putrinya karena tak ada kejelasan soal kompetisi.
Persis Solo Women menjuarai turnamen level amatir, Ratanika Cup II, di Semarang, Jawa Tengah, Juni 2023. Kini, Persis memutuskan untuk membubarkan tim putrinya karena tak ada kejelasan soal kompetisi. Baca lengkap: Persis Women Bubar, Bagaimana Nasib Hanipa Halimatusyadiah Pesepakbola Putri asal Sukabumi?