sukabumiheadline.com – Theodolite merupakan alat presisi untuk survey dan pemetaan. Ketika seorang surveyor pemetaan melakukan pekerjaannya, tidak jarang di antara mereka membawa satu alat yang disebut dengan theodolite, yang berfungsi sebagai alat ukur ketinggian tanah.
Theodolite untuk survey dan pemetaan, digunakan untuk pengamatan matahari, pemetaan situasi dan pengukuran poligon. Sedangkan dalam bidang konstruksi dan pembangunan, theodolite digunakan untuk mengukur luas tanah sebelum dilakukannya peletakan pondasi dan kerataan tanah juga untuk mengukur tingkat kemiringan suatu bidang.
Selain itu theodolite memiliki beberapa jenis lho untuk penggunaannya. Di ulasan hari ini kita akan membahas mengenai theodolite dalam proses pemetaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Theodolite adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur tinggi tanah. Penentuan tinggi tanah ini menggunakan sudut horizontal dan sudut vertikal atau yang banyak juga disebut dengan sudut tegak dan sudut mendatar. Kemampuan theodolite untuk mengukur sudut ini bisa sampai dengan hitungan detik (s).

Jika Anda sedang memetakan lokasi yang cukup luas dengan kondisi tanah yang sulit untuk diukur, maka menggunakan theodolite menjadi salah satu cara untuk memudahkan Anda melakukan pengukuran tanah.
Sebab dengan theodolite seluruh kenampakan akan dipetakan dengan cepat. Pun theodolite memiliki ketelitian yang cukup tinggi.
Gambar berikut adalah penjelasan mengenai Anda bagian dan fungsi theodolite.

Theodolite ini memiliki dua piringan, di mana teleskop ditempatkan pada piringan tertentu dimana piringan ini dapat diputar mengelilingi sumbu vertikal, kemudian hal ini lah yang membantu sudut horizontal bisa terbaca.
Begitu juga dengan pembacaan sudut vertikal, dimana piringan bisa diputar hingga melalui sumbu horizontal untuk kemudian sudut vertikal bisa terbaca.

Jenis Theodolite
Seperti yang kita tuliskan di atas, ada beberapa jenis theodolite untuk proses pengukuran tanah. Secara umum, jenis theodolite ini terdiri dari 3 jenis yang banyak digunakan, diantaranya adalah:
- Theodolite repetisi: plat lingkaran horizontal jadi satu dengan plat lingkaran nonius dan tabung sumbu
- Theodolite repetisi: alat ukur tanah yang memiliki skala mendatar yang dapat diatur juga mengelilingi sumbu tegak sehingga pembacaan skalanya dapat ditentukan dari sudut mana.
- Theodolite elektro optis: alat ukur elektro optis digunakan untuk mengukur tanah yang dilengkapi mikroskop pembaca skala lingkaran dan juga alat ukur yang sudah dilengkapi dengan sistem sensor.
Itulah beberapa jenis theodolite dan juga penggunaannya dalam pengukuran tanah. Theodolite masih menjadi alat ukur yang canggih dan banyak digunakan terutama untuk mengukur luas lahan/tanah yang lebar dan juga memiliki relief yang tidak teratur.

Syarat Theodolite
Ada beberapa syarat kondisi theodolite yang harus dipenuhi sehingga ia bisa digunakan untuk alat pengukuran tanah, yakni:
- Sumbu pertama harus benar-benar tegak)vertikal
- Sumbu kedua harus benar-benar mendatar
- Garis bidik harus tegak lurus dengan sumbu kedua
- Pastikan tidak ada salah indeks pada lingkaran kesatu
- Sebagai alat ukur, theodolite untuk survey dan pemetaan memang harus diperiksa kondisinya terlebih dahulu sebelum akhirnya digunakan.
Baca Juga:
- Profil dan Capaian Gerall Saprilla, Komika asal Sukabumi Pernah Tampil di Jepang
- Fasilitas Berstandar Industri, 2 SMKN di Sukabumi Kini Berstatus BLUD
- Mengaku Wartawan, Tiga Orang Peras SMKN 1 Kota Sukabumi
Sekolah Survey dan Pemetaan di Sukabumi

Mungkin belum banyak warga Sukabumi, Jawa Barat, yang mengetahui bahwa terdapat sekolah yang memiliki jurusan yang mengkhususkan diri di bidang survey dan pemetaan tanah.
Jurusan ini terdapat di SMK Negeri 1 Kota Sukabumi. Jurusan Survey dan Pemetaan masuk dalam rumpun Bangunan, selain jurusan Bangunan Gedung dan Bangunan Gambar.
SMKN 1 Kota Sukabumi berlokasi di Jl. Kabandungan No.90, Kelurahan Kabandungan, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.
Untuk diketahui, SMKN 1 Kota Sukabumi merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan terbaik di Jawa Barat. Sekolah kejuruan yang saat ini berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tersebut dilengkapi berbagai peralatan yang sangat memadai.