Anak di bawah 16 tahun dilarang ber-medsos, bocah Sukabumi: Pemerintah gak jelas!

- Redaksi

Senin, 9 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi anak di bawah 16 tahun sedang scroll smartphone - sukabumiheadline.com

Ilustrasi anak di bawah 16 tahun sedang scroll smartphone - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mendukung Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 soal pembatasan akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Untuk diketahui, Komdigi menunda akses akun anak di bawah 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi termasuk media sosial dan layanan jejaring.

Abdul Mu’ti menjelaskan, tantangan dari aturan ini ada pada teknis pelaksanaan. Terutama, untuk memastikan bahwa anak-anak di bawah 16 tahun tidak memalsukan identitas pribadi ketika membuat akun di media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengingatkan agar orangtua dan guru ikut memantau tindakan anak-anak.

“Ada yang bercanda umurnya 15, ditulis 51. Karena itu maka yang diperlukan adalah pertama, pengawasan dari orangtua,” kata Abdul Mu’ti dalam acara Silaturahmi Mendikdasmen dengan media, di Cikini, Jakarta, Sabtu (7/3/2026) petang.

“Kemudian yang kedua adalah dari guru juga dan yang sangat penting tentu saja juga edukasi-edukasi dari berbagai pihak agar pembatasan penggunaan media sosial itu dapat berjalan dengan efektif,” sambungnya.

Pasalnya, menurut Abdul Mu’ti dalam situasi tertentu penggunaan internet dibutuhkan untuk kepentingan pendidikan.

Sementara itu, salah seorang anak Sukabumi, Jawa Barat, Bageadara Awiheni menyatakan ketidaksetujuannya dengan aturan tersebut.

Gak mau, pemerintah gak jelas!” kata anak berusia 12 tahun itu kepada sukabumiheadline.com, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, medsos untuk anak di bawah umur, jika didampingi orang tua, bermanfaat membangun koneksi sosial dengan teman atau keluarga. Selain itu, medsos juga dapat meningkatkan kreativitas melalui berbagi konten kreatif (gambar/video), serta menjadi sarana pembelajaran informal yang edukatif.

“Medsos juga membantu anak-anak mengembangkan kemampuan digital dan beradaptasi dengan teknologi modern. Dengan medsos juga kan kita bisa berteman dengan siapapun di dalam dan luar negeri,” katanya.

“Lagian, ortu sama guru aku juga kan suka ngingetin supaya selalu berhati-hati dan berani bercerita kalau ada yang enggak wajar,” jelas Dara.

Ilustrasi anak Indonesia sedang mendengarkan dongeng dari dari buku oleh ibunya - sukabumiheadline.com
Ilustrasi anak Indonesia sedang mendengarkan dongeng dari dari buku oleh ibunya – sukabumiheadline.com

Lebih jauh, menurutnya, medsos seperti platform YouTube dan TikTok memungkinkan anak mengekspresikan diri melalui konten kreatif, yang meningkatkan kepercayaan diri mereka.

“Aku suka nonton YouTube Kids atau TikTok juga. Kan dari situ kita bisa belajar melatih biar percaya diri bicara di depan kamera,” pungkas siswi kelas VI sekolah dasar tersebut.

YouTube Kids 

Untuk informasi, YouTube Kids adalah platform teraman untuk anak-anak (12 tahun ke bawah), menyajikan konten edukatif dan hiburan yang difilter khusus, serta fitur kontrol orang tua seperti pembatasan waktu dan penyaringan konten.

Adapun kanal populer termasuk Super Simple Songs, Cocomelon, Nussa, dan BabyBus.

Aplikasi YouTube Kids dirancang lebih aman dengan filter konten otomatis, meskipun tidak 100% sempurna. Dengan demikian, orang tua dapat memilih konten apa yang boleh ditonton. YouTube Kids juga secara otomatis memblokir kanal atau video tertentu yang tidak layak ditonton oleh anak di bawah umur.

Adapun, rekomendasi kanal YouTube Anak, adalah Super Simple Songs, Cocomelon, BabyBus, Blippi, Pinkfong yang berbahasa Inggris. Sedangkan, kanal Bahasa Indonesia antara lain Nussa Official, Diva The Series, Kastari Sentra. Selain itu, Ms Rachel, Emily’s Wonder Lab, dan Nat Geo Kids.

Namun, penting untuk diingat bahwa penggunaan YouTube, terutama pada perangkat pribadi, sebaiknya tetap dalam pengawasan orang tua untuk memastikan pengalaman menonton yang aman dan mendidik.

Berita Terkait

Spesifikasi MQ-4C Triton: Drone AS seharga Rp3.500 miliar lenyap di Selat Hormuz
Kursi lontar pilot pesawat tempur: Mengenal sejarah, penemu dan prinsip kerja
Nikmati fitur penterjemah WhatsApp otomatis ke 20 bahasa
TNI AL resmi punya KRI Prabu Siliwangi-321, simak keunggulannya
Drone murah Shahed-136 Iran sukses bikin AS-Israel repot dan pusing
Manjakan industri furnitur, Labamu tawarkan sistem MRP
Tinggalkan TikTok, warga AS download UpScrolled karya teknolog Palestina, Issam Hijazi
Trader Sukabumi ingatkan keuntungan dan risiko trading forex, pahami pengertian foreign exchange

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 08:00 WIB

Spesifikasi MQ-4C Triton: Drone AS seharga Rp3.500 miliar lenyap di Selat Hormuz

Sabtu, 11 April 2026 - 16:25 WIB

Kursi lontar pilot pesawat tempur: Mengenal sejarah, penemu dan prinsip kerja

Selasa, 7 April 2026 - 02:19 WIB

Nikmati fitur penterjemah WhatsApp otomatis ke 20 bahasa

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:08 WIB

TNI AL resmi punya KRI Prabu Siliwangi-321, simak keunggulannya

Minggu, 15 Maret 2026 - 02:03 WIB

Drone murah Shahed-136 Iran sukses bikin AS-Israel repot dan pusing

Berita Terbaru

Ilustrasi permainan tradisional Sunda - sukabumiheadline.com

Kultur

Tradisi yang kian memudar dan undak usuk bukan budaya Sunda

Minggu, 19 Apr 2026 - 21:46 WIB