Tidak aktif di obrolan WA Grup? Kata psikolog Anda punya 7 kepribadian ini

- Redaksi

Jumat, 15 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi WhatsApp - Istimewa

Ilustrasi WhatsApp - Istimewa

sukabumiheadline.com – Banyak dari kita telah menjadi bagian dari satu atau dua grup obrolan digital. Kita isi rutinitas keseharian salah satunya berkomunikasi dengan banyak orang, sekaligus meminta saran, dan berbagi cerita lucu.

Namun, pernahkah Anda memperhatikan bahwa ada orang tertentu di Whatsapp grup (WAG) yang jarang atau ahkan tidak pernah ikut komentar?

Tidak peduli seberapa ramai atau menariknya percakapan, mereka tetap diam, tetapi mereka membaca setiap pesan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga:

Apakah mereka tidak peduli atau pemalu? Belum tentu!

Mengutip geediting.com, psikologi menunjukkan bahwa mereka yang menghindari berkontribusi pada obrolan WAG sering kali memiliki serangkaian ciri kepribadian mengejutkan.

Berikut adalah 7 sifat yang sering kali mendefinisikan pengamat diam di lingkaran sosial digital kita.

Baca Juga:

WhatsApp
Ilustrasi WhatsApp – Istimewa

1. Introvert

Orang introvert, pada dasarnya, lebih menyukai kegiatan menyendiri daripada kegiatan sosial. Mereka mengisi ulang energi mereka dengan menghabiskan waktu sendirian dan mungkin merasa terkuras dalam suasana kelompok yang besar dan aktif, meskipun itu hanya sekadar suasana digital.

Dalam obrolan grup daring, ini dapat diartikan sebagai kegiatan membaca dan mengamati alih-alih berpartisipasi secara aktif. Mereka hadir, mereka memperhatikan, tetapi mereka tidak selalu ikut campur dalam percakapan.

Ini bukan berarti kaum introvert tidak pernah berkontribusi. Mereka mungkin ikut berkomentar saat mereka merasa yakin dengan suatu topik atau saat mereka memiliki sesuatu yang penting untuk ditambahkan.

Namun, jangan harap mereka akan terlibat dalam obrolan ringan yang sering mengisi obrolan grup ini.

2. Pemikir berlebihan

Ciri umum lain dari mereka yang diam saja dalam obrolan grup daring adalah mereka cenderung terlalu banyak berpikir dalam menanggapi. Siklus berpikir berlebihan ini sering kali membuat orang-orang tersebut tidak menanggapi percakapan grup sama sekali.

Baca Juga :  Kenapa Harus Dua? Cukup Satu Aplikasi WhatsApp Kok untuk Dua Nomor, Begini Triknya

Karena saat mereka sudah menyusun pesan yang akan mereka sampaikan, percakapan sudah berlanjut ke topik lainnya. Jadi, pada akhirnya mereka tetap menjadi pengamat yang diam.

Baca Juga: Anak Tukang Sapu dan Pernah Gelandangan, Pencipta WhatsApp Berharta Rp146 T

3. HSP

Orang sangat sensitif atau HSP seperti yang sering disebut, berjumlah sekitar 15-20% dari populasi. Orang-orang ini lebih sadar dan terpengaruh oleh masukan sensorik dan cenderung lebih berempati dan emosional.

Dalam konteks obrolan grup daring, kepekaan yang meningkat ini dapat membuat platform ini terasa membebani. Kecepatan percakapan yang cepat, banyaknya notifikasi, dan potensi konflik dapat menimbulkan stres bagi seorang HSP.

Mereka mungkin memilih untuk tetap diam guna melindungi diri dari beban sensorik ini. Mereka masih menjadi bagian dari percakapan, menyerap dan memproses semua yang dikatakan, tetapi mereka memilih untuk mengamati daripada berpartisipasi.

Ini bukan tanda ketidakpedulian atau ketidakpedulian. Ini hanya mekanisme penanganan untuk mengatasi kepekaan mereka yang meningkat.

Baca Juga:

WA
Ilustrasi WhatsApp. l Istimewa

4. Pemerhati

Beberapa anggota WAG yang pendiam dalam obrolan grup pada dasarnya adalah individu yang jeli. Mereka lebih suka duduk, menonton, dan mengumpulkan informasi tentang percakapan dan orang-orang yang terlibat.

Dengan tetap diam, mereka mampu mencerna informasi yang dibagikan dengan lebih baik, memahami sudut pandang yang berbeda, dan merasakan dinamika kelompok.

Mereka mungkin bukan peserta aktif, tetapi mereka pasti pendengar aktif. Keheningan mereka bukan berarti mereka tidak peduli. Sebaliknya, itu adalah tanda sifat mereka yang penuh pertimbangan dan reflektif.

Mereka mungkin memilih untuk berbicara ketika mereka memiliki sesuatu yang signifikan untuk disumbangkan, tetapi sampai saat itu, mereka puas dengan menonton dan belajar.

5. Empati dan menghormati

Kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain, adalah sifat yang sering ditemukan pada peserta obrolan grup yang pendiam. Orang-orang ini adalah pendengar yang baik.

Baca Juga :  Sebab voice note WhatsApp, 8 pemuda terlibat kekerasan di Sukabumi, lihat barang buktinya

Mereka membaca setiap pesan tanpa bersuara, merasakan emosi di balik setiap kata. Mereka dapat merasakan saat seseorang sedang kesal, gembira, atau hanya butuh bahu virtual untuk bersandar.

Mereka mungkin tidak selalu mengungkapkan perasaannya secara terbuka dalam obrolan, tetapi itu tidak berarti mereka tidak peduli. Sebaliknya, mereka sering kali menjadi orang-orang yang akan menghubungi secara pribadi seseorang yang tampak kesal, menawarkan kata-kata penghiburan dan dukungan.

Keheningan mereka dalam obrolan grup bukanlah tanda kurangnya partisipasi. Itu adalah tanda pemahaman emosional dan empati mereka yang mendalam terhadap orang lain. Mereka ada di sana, diam-diam mendukung semua orang dari balik layar mereka.

Orang-orang ini menghargai pendapat orang lain dan percaya bahwa setiap suara layak untuk didengar. Dalam obrolan grup, mereka mungkin memilih untuk tetap diam demi menghormati percakapan yang sedang berlangsung.

Mereka hanya tidak ingin mengganggu atau menggagalkan diskusi dengan pikiran atau pendapat mereka sendiri kecuali mereka merasa hal itu benar-benar perlu.

Baca Juga: Fitur Baru WhatsApp Disebut Mendukung Tukang Selingkuh

6. Cemas

Kecemasan dapat berperan penting dalam kebisuan seseorang dalam obrolan grup. Ketakutan mengatakan sesuatu yang salah, disalahpahami, atau menimbulkan konflik dapat melumpuhkan.

Jadi, mereka tetap diam. Mereka membaca setiap pesan dan menertawakan setiap lelucon, tetapi tidak pernah menyumbangkan pikiran saya sendiri. Kecemasan mereka yang tinggi membuat mereka terkekang, mencegah mereka untuk berpartisipasi.

WhatsApp
Ilustrasi WhatsApp. l Istimewa

7. Independen

Peserta yang diam dalam obrolan grup mungkin saja merupakan individu yang sangat mandiri. Mereka adalah orang-orang yang biasanya lebih suka membentuk pendapat mereka sendiri dan membuat keputusan tanpa pengaruh atau masukan dari kelompok.

Dalam obrolan grup, mereka mungkin memilih untuk tetap diam karena mereka tidak mencari validasi atau persetujuan dari orang lain.

Mereka merasa nyaman dengan pikiran dan keyakinan mereka dan tidak merasa perlu untuk terus-menerus berbagi atau membelanya. Keheningan mereka bukan berarti mereka tidak peduli atau tidak tertarik. Itu adalah bukti sifat independen mereka.

Mereka masih terlibat penuh dalam percakapan, menyerap informasi, dan membentuk kesimpulan sendiri, tetapi mereka memilih melakukannya dengan tenang.

Berita Terkait

Pangling! MUA asal Sukabumi sukses bikin wanita jarang dandan terlihat cantik
Ustadz Derry Sulaiman: Denny Sumargo, Willy Salim dan Hotman Paris segera mualaf
Warga Sukabumi tahu kenapa gambar Khong Guan Biscuits tanpa ayah? Ternyata ini alasannya
5 foto paling sopan Lisa Mariana, ngaku selingkuhan Ridwan Kamil dirujak warganet
Geunjleung! Ridwan Kamil dan Lisa Mariana selingkuh dan punya anak
Viral Bobon Santoso pakai baju tahanan BNN setelah mualaf
Sindir naturalisasi tiga pemain Timnas, media Malaysia ledek nilai Paspor Indonesia
Ketika Kombes Ade Ary Syam Indradi dibuat jengkel, pria asal Sukabumi ini akhirnya nasihati jenderal

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 05:11 WIB

Pangling! MUA asal Sukabumi sukses bikin wanita jarang dandan terlihat cantik

Rabu, 2 April 2025 - 10:00 WIB

Ustadz Derry Sulaiman: Denny Sumargo, Willy Salim dan Hotman Paris segera mualaf

Senin, 31 Maret 2025 - 00:39 WIB

Warga Sukabumi tahu kenapa gambar Khong Guan Biscuits tanpa ayah? Ternyata ini alasannya

Kamis, 27 Maret 2025 - 12:00 WIB

5 foto paling sopan Lisa Mariana, ngaku selingkuhan Ridwan Kamil dirujak warganet

Kamis, 27 Maret 2025 - 06:46 WIB

Geunjleung! Ridwan Kamil dan Lisa Mariana selingkuh dan punya anak

Berita Terbaru