sukabumiheadline.com – Prestasi membanggakan berhasil diraih wanita asal Sukabumi, Jawa Barat, Syahrini. Bagaimana tidak, pelantun lagu Sesuatu itu dianugerahi Listen to Her Parole dalam ajang bergengsi, Festival Film Cannes 2025.
Penghargaan Listen to Her Parole menjadi program yang banyak diperbincangkan di tengah kemeriahan Festival Film Cannes ke-77 tahun ini. Program penghargaan ini diadakan di Hotel Carlton, Cannes, hari Rabu (14/5/2025) diinisiasi Parole Paris dengan dukungan Fondation Princesse Charlène de Monaco.
Syahrini menjadi salah satu peraih penghargaan dalam program ini bersama orang-orang inspiratif lainnya dengan kisah dan karyanya di panggung global. Sementara pemenang lainnya turut disebutkan oleh Naomi Massengo selaku Founder Parole Paris melalui akun Instagramnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Nadine Nassib Njeim
Nadine Nassib Njeim meraih penghargaan sebagai Women Leadership Award. Ia merupakan artis dan pengusaha asal Lebanon dan menyandang gelar Miss Lebanon 2004.
Nadine Nassib Njeim pernah mendapatkan nominasi sebagai Artis Terbaik di Festival Film Internasional Seoul untuk aktingnya dalam film berjudul Samra. Nadine Nassib Njeim menjadi orang Arab pertama yang mendapatkan nominasi tersebut.
2. Dewi Sukarno

Dewi Soekarno menjadi salah satu penerima penghargaan sebagai Diplomatic Contribution to Women’s Empowerment Award. Dewi Soekarno adalah istri ke-5 Presiden Soekarno. Ia dikenal sebagai pengusaha dan sosialita Jepang.
Dewi Soekarno menikah dengan Ir. Soekarno pada tahun 1962 dan bercerai pada tahun 1970. Dari pernikahannya, mereka memiliki putri bernama Kartika Soekarno. Setelah 63 tahun, Dewi yang bernama asli Naoko baru saja melepas status WNI pada tahun 2025 untuk mendirikan partai politik di Jepang.
3. Valérie Trierweiler
Valérie Trierweiler seorang jurnalis dan penulis ternama di Perancis. Ia menerima penghargaan untuk International Solidarity Award. Ia juga merupakan mantan pendamping dari Presiden Prancis, François Hollande.
Valérie Trierweiler banyak memandu acara talkshow politik dan berkontribusi dalam Paris Match. Beberapa judul buku yang ditulisnya yaitu, On se donne des nouvelles, Le secret d’Adèle, dan Merci pour ce moment, sebuah autobiografi yang menceritakan kisah cintanya dengan François Hollande.
4. Syahrini

Syahrini berhasil menarik perhatian publik atas penghargaan yang diraihnya sebagai Global Icon of Excellence in Entertainment and Philanthropy. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam industri hiburan dan kegiatan filantropis yang dilakukannya.
Berita Terkait: UNESCO bantah beri penghargaan ke artis asal Sukabumi ini, Syahrini dibela Christine Hakim
Syahrini mengawali kariernya sebagai penyanyi di Indonesia. Ia kemudian vakum dalam kariernya usai menikah dan memiliki anak. Saat menerima penghargaan tersebut, Syahrini juga menyiarkan kabar bahwa dirinya akan kembali aktif ke dunia musik.
Penyanyi kelahiran Sukabumi, 1 Agustus 1989, itu tampak membawai clutch bag warna biru dan cincin berlian. Di Cannes 2025, wanita 44 tahun itu tampil memukau didampingi sang suami yang tampak gagah dengan setelan jas dan kacamata hitam. Baca selengkapnya: Wanita Sukabumi pertama di Festival Film Cannes 2025, gaun Syahrini langgar aturan
5. Daniele Sassou Nguesso
Daniele Sassou Nguesso merupakan seorang pengusaha dan juga aktivis dalam gerakan sosial terutama perempuan di Afrika. Ia menghabiskan masa kuliah dan mendapatkan kualifikasi sebagai ahli kacamata di Paris. Setelah itu, ia mendirikan brand kacamata yang menjadi salah satu merek ternama di Afrika.
Daniele Sassou Nguesso yang merupakan putri dari Presiden Kongo menjadi aktivis kesetaraan gender di Afrika. Ia sukses mendirikan Akademi Kepemimpinan Wanita dan Yayasan Sounga yang sudah menjadi anggota ECOSOC PBB sejak 2019. Dalam penghargaan Listen to Her Parole ia meraih Education and Female Leadership Award.
6. Hervé Diakiese
Hervé Diakiese mendapatkan penghargaan Human Rights & International Justice Award. Ia adalah seorang pengacara dan aktivis HAM yang berasal dari Kongo. Hervé menyuarakan isu-isu kejahatan terhadap perempuan di wilayah konflik. Ia juga menjadi satu-satunya pria yang meraih penghargaan dalam program ini.
7. Liu Yuanyuan
Peraih penghargaan terakhir yaitu Liu Yuanyuan yang meraih Key Opinion Leader Award. Ia adalah seorang influencer terkenal di China.