22.5 C
Sukabumi
Sabtu, Mei 25, 2024

Ternyata Ini Penyebab Ledakan Tabung CNG di Cibadak Sukabumi, Kepsek SD Korban Tewas

sukabumiheadline.com l Peristiwa pilu meledaknya tabung gas...

Yamaha Zuma 125 meluncur, intip harga dan penampakan detail motor matic trail

sukabumiheadline.com - Yamaha resmi memperkenalkan Zuma 125...

Jadwal, Rute dan Tarif DAMRI Sagaranten, Tegalbuleud, Surade dan Palabuhanratu

sukabumiheadline.com l DAMRI terus memperkuat konektivitas dengan...

Waspada, Jalan Penghubung 3 Desa di Curugkembar Sukabumi Amblas

SukabumiWaspada, Jalan Penghubung 3 Desa di Curugkembar Sukabumi Amblas

sukabumiheadline.com l CURUGKEMBAR – Gara gara sering di guyur hujan, gorong gorong di ruas Jalan Kabupaten tepatnya di kampung di Kampung Cibogo RT 002/001, Desa Cimenteng, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ambruk.

Ambruknya gorong gorong tersebut berimbas pada amblasnya di salah satu titik ruas jalan kabupaten Cikadu-Sagaranten sehingga menyisakan lobang yang menganga.

Berdasarkan informasi, beruntung dalam peristiwa bencana alam jalan amblas akibat gorong gorong ambruk tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

Hanya saja, menurut Manajer Pusat Pengendalian dan Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, Entis Daeng Sutisna, amblasnya jalan tidak bisa dilewati kendaraan roda empat.

Padahal, akses jalan tersebut, kata Entis Daeng Sutisna merupakan penghubung tiga desa, sehingga banyak dilintasi warga. Untuk itu, warga berharap segera ada penanganan perbaikan gorong gorong yang ambruk.

“Petugas P2BK di lapngan bersama Forkompimcam Curugkembar beserta desa mengharapkan pemerintah pusat segera membangun gorong gorong tersebut karena sudah darurat,” ujar Entis Daeng, Sabtu (3/6/2023).

Saat ini, lanjut Daeng Sutisna, warga yang melintas baik pengguna roda dua maupun empat harus berhati hati. Agar tidak memaksakan melintas, warga sekitar membatasi aktivitas lalu lalang kendaraan.

“Kalau terlalu lama dibiarkan ini berbahaya bagi warga, apabila ada yang melintas jalan roda dua maupun empat,” jelasnya.

Sebagai upaya penangan sementara, pemerintah desa sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengecek ke lokasi kejadian, memberi imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada.

“Karena jalan sudah tidak bisa dilewati kendaraan, namun sebagian memaksa melintas, ini sangat berbahaya,” ucapnya.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer