sukabumiheadline.com – Persib Bandung tidak hanya menyedot kehadiran Bobotoh ketika menjamu PSBS Biak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Ahad (25/1/2026) lalu, tapi juga mengelola 4,8 ton sampah hanya dalam satu laga tersebut.
Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menegaskan, laga tersebut tak hanya menghadirkan atmosfer penuh semangat, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen Persib dalam membangun ekosistem sepak bola yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Dikutip sukabumiheadline.com dari laman resmi klub, Adhi mengatakan, di balik sorak sorai Bobotoh, tersimpan kerja kolaboratif yang konsisten dalam menjaga GBLA tetap bersih, nyaman, dan bermartabat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Adhi, inisiatif ini berangkat dari kesadaran kolektif bahwa GBLA memiliki makna lebih dari sekadar stadion.
“Bagi PERSIB dan Bobotoh, GBLA bukan hanya venue pertandingan. Ini adalah rumah kita bersama. Tempat di mana emosi, kebanggaan, dan sejarah PERSIB terus bertumbuh. Seperti halnya rumah sendiri, GBLA layak dirawat dengan kesadaran dan rasa tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, menjaga kebersihan stadion bukan semata soal estetika, tetapi juga menyangkut kenyamanan, keselamatan, serta martabat Persib sebagai klub profesional yang menjunjung nilai keberlanjutan.
Zero waste to landfill
Pada laga kontra PSBS Biak, sebanyak 4.895 kilogram sampah berhasil dikelola secara menyeluruh melalui kolaborasi Persib bersama Jubelo sebagai mitra resmi pengelolaan waste management stadion. Seluruh proses dilakukan dengan pendekatan zero waste to landfill, yang berarti tidak ada sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Dari total sampah yang dikelola, 1.555 kg merupakan sampah organik yang diproses menjadi pakan maggot dan pupuk kompos, 1.958 kg sampah anorganik dikirim ke fasilitas daur ulang untuk dimanfaatkan kembali.
sementara 1.382 kg sampah residu ditangani di fasilitas khusus sesuai prosedur lingkungan yang berlaku. Proses ini didukung oleh 42 personel lapangan, penggunaan 445 trash bag, serta dua ritase pengangkutan untuk memastikan pengelolaan berjalan optimal.
Capaian pada laga melawan PSBS Biak ini bukanlah langkah yang berdiri sendiri. Persib dan Jubelo secara konsisten menerapkan prinsip zero waste to landfill di berbagai pertandingan sebelumnya. Tercatat, pengelolaan sampah mencapai:
- 6.571 kg vs Persija Jakarta
- 2.948 kg vs Borneo FC
- 3.916 kg vs Bangkok United
- 3.872 kg vs Bhayangkara FC
- 4.972 kg vs PSM Makassar
- 3.003 kg vs Dewa United
- 2.522 kg vs Lion City Sailors
- 1.564 kg vs Persebaya Surabaya
- 1.903 kg vs Persis Solo
- 2.079 kg vs Selangor FC
Dengan demikian, total 33.350 kg atau 33.35 ton sampah berhasil dikelola dari 10 laga terakhir yang digelar di Stadion GBLA.
Lebih dari sekadar pengelolaan sampah, kolaborasi ini juga sejalan dengan penerapan Sustainable Development Goals (SDGs), mulai dari konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, kota dan komunitas berkelanjutan, hingga aksi terhadap perubahan iklim.
Melalui kampanye #JagaGBLAJagaPERSIB, PERSIB mengajak seluruh Bobotoh untuk terus merawat GBLA seperti rumah sendiri. Langkah sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, mengikuti arahan petugas, dan menjaga fasilitas stadion adalah bentuk dukungan yang sama pentingnya dengan nyanyian dan dukungan dari tribun.









