Zero waste to landfill: Dalam 10 laga Persib kelola 33,35 ton sampah di Stadion GBLA

- Redaksi

Sabtu, 14 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Persib mengelola sampah di Stadion GBLA - Ist

Persib mengelola sampah di Stadion GBLA - Ist

sukabumiheadline.com – Persib Bandung tidak hanya menyedot kehadiran Bobotoh ketika menjamu PSBS Biak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Ahad (25/1/2026) lalu, tapi juga mengelola 4,8 ton sampah hanya dalam satu laga tersebut.

Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menegaskan, laga tersebut tak hanya menghadirkan atmosfer penuh semangat, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen Persib dalam membangun ekosistem sepak bola yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Dikutip sukabumiheadline.com dari laman resmi klub, Adhi mengatakan, di balik sorak sorai Bobotoh, tersimpan kerja kolaboratif yang konsisten dalam menjaga GBLA tetap bersih, nyaman, dan bermartabat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Adhi, inisiatif ini berangkat dari kesadaran kolektif bahwa GBLA memiliki makna lebih dari sekadar stadion.

“Bagi PERSIB dan Bobotoh, GBLA bukan hanya venue pertandingan. Ini adalah rumah kita bersama. Tempat di mana emosi, kebanggaan, dan sejarah PERSIB terus bertumbuh. Seperti halnya rumah sendiri, GBLA layak dirawat dengan kesadaran dan rasa tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Baca Juga :  Berkat Aplikasi Octopus Milik Hamish Daud Pemulung Dapat Rp10 Juta/Bulan

Ia menambahkan, menjaga kebersihan stadion bukan semata soal estetika, tetapi juga menyangkut kenyamanan, keselamatan, serta martabat Persib sebagai klub profesional yang menjunjung nilai keberlanjutan.

Zero waste to landfill

Pada laga kontra PSBS Biak, sebanyak 4.895 kilogram sampah berhasil dikelola secara menyeluruh melalui kolaborasi Persib bersama Jubelo sebagai mitra resmi pengelolaan waste management stadion. Seluruh proses dilakukan dengan pendekatan zero waste to landfill, yang berarti tidak ada sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Dari total sampah yang dikelola, 1.555 kg merupakan sampah organik yang diproses menjadi pakan maggot dan pupuk kompos, 1.958 kg sampah anorganik dikirim ke fasilitas daur ulang untuk dimanfaatkan kembali.

sementara 1.382 kg sampah residu ditangani di fasilitas khusus sesuai prosedur lingkungan yang berlaku. Proses ini didukung oleh 42 personel lapangan, penggunaan 445 trash bag, serta dua ritase pengangkutan untuk memastikan pengelolaan berjalan optimal.

Capaian pada laga melawan PSBS Biak ini bukanlah langkah yang berdiri sendiri. Persib dan Jubelo secara konsisten menerapkan prinsip zero waste to landfill di berbagai pertandingan sebelumnya. Tercatat, pengelolaan sampah mencapai:

  • 6.571 kg vs Persija Jakarta
  • 2.948 kg vs Borneo FC
  • 3.916 kg vs Bangkok United
  • 3.872 kg vs Bhayangkara FC
  • 4.972 kg vs PSM Makassar
  • 3.003 kg vs Dewa United
  • 2.522 kg vs Lion City Sailors
  • 1.564 kg vs Persebaya Surabaya
  • 1.903 kg vs Persis Solo
  • 2.079 kg vs Selangor FC
Baca Juga :  Menanti IPO Persib di Bursa Efek Indonesia tawarkan 45% saham, ini penjelasan OJK

Dengan demikian, total 33.350 kg atau 33.35 ton sampah berhasil dikelola dari 10 laga terakhir yang digelar di Stadion GBLA.

Lebih dari sekadar pengelolaan sampah, kolaborasi ini juga sejalan dengan penerapan Sustainable Development Goals (SDGs), mulai dari konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, kota dan komunitas berkelanjutan, hingga aksi terhadap perubahan iklim.

Melalui kampanye #JagaGBLAJagaPERSIB, PERSIB mengajak seluruh Bobotoh untuk terus merawat GBLA seperti rumah sendiri. Langkah sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, mengikuti arahan petugas, dan menjaga fasilitas stadion adalah bentuk dukungan yang sama pentingnya dengan nyanyian dan dukungan dari tribun.

Berita Terkait

Belasan desa di Jawa Barat tanpa sinyal hp dan internet, Kabupaten Sukabumi terbanyak
Jalan Nasional lintasi pusat kota se-Jawa Barat bakal diserahkan ke kota/kabupaten
Bupati di Jawa Barat ini wajibkan 1 kecamatan 1 hektar hutan
Bye-bye seng, KDM siapkan aturan penggunaan ijuk, sirap, genteng
KDM ancam tak akan perbaiki jalan rusak jika truk ODOL masih melintas
Di Sukabumi dan semua kawasan industri wajib sediakan lahan buat apartemen buruh
Terungkap pemicu ledakan di kawasan IUP PT Antam UPBE Pongkor Bogor
Ngeri! Puluhan penambang emas ilegal di Pongkor Bogor keracunan gas

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:00 WIB

Zero waste to landfill: Dalam 10 laga Persib kelola 33,35 ton sampah di Stadion GBLA

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:30 WIB

Belasan desa di Jawa Barat tanpa sinyal hp dan internet, Kabupaten Sukabumi terbanyak

Jumat, 6 Februari 2026 - 15:33 WIB

Jalan Nasional lintasi pusat kota se-Jawa Barat bakal diserahkan ke kota/kabupaten

Kamis, 5 Februari 2026 - 14:49 WIB

Bupati di Jawa Barat ini wajibkan 1 kecamatan 1 hektar hutan

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:04 WIB

Bye-bye seng, KDM siapkan aturan penggunaan ijuk, sirap, genteng

Berita Terbaru

Ilustrasi pelajar SD sedang menanam pohon - sukabumiheadline.com

Pendidikan

KDM ingin semua pelajar di Jawa Barat cinta alam sejak dini

Sabtu, 14 Feb 2026 - 08:00 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131