117 tahun silam lahir wanita hebat di Sukabumi, pencipta lagu Tanah Airku

- Redaksi

Selasa, 25 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saridjah Niung atau populer dipanggil Ibu Soed - Istimewa

Saridjah Niung atau populer dipanggil Ibu Soed - Istimewa

sukabumiheadline.com – 117 tahun silam, lahir seorang wanita hebat di Sukabumi, Jawa Barat. Wanita itu adalah Ibu Soed, seorang ibu rumah tangga sekaligus komposer lagu-lagu anak dan Nasional.

Salah satu lagu ciptaannya yang populer, adalah Tanah Airku, lagu yang belakangan menjadi ritual wajib para pendukung Timnas Indonesia, karena selalu dinyanyikan setiap usai laga digelar.

Namun, belakangan lagu ini juga terbukti bertuah. Selain sangat disukai para pemain Tim Garuda hasil naturalisasi, lagu ini juga pernah memakan korban sepasang selebritis Tanah Air, pasangan suami istri Anang Hermansyah dan Ashanty. Baca selengkapnya: Gegara Wanita Sukabumi ini Anang-Ashanty diteriaki satu stadion dan dihujat netizen

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, striker Timnas Australia Mitchell Duke tak urung menjadi korban gegara meledek fans Timnas Garuda yang menyanyikan lagu ini usai menahan imbang Tim Kangguru 0-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) beberapa waktu lalu.

Mitchell Duke pada akhirnya memang meminta maaf karena komentarnya terkait lagu ciptaan Ibu Soed tersebut. Baca selengkapnya: Ledek lagu ciptaan wanita Sukabumi, striker Timnas Australia minta maaf usai dirujak netizen

Namun, Tanah Airku juga mampu menyihir semua pemain naturalisasi. Salah satunya, Maarten Paes. Kiper andalan Tim Garuda ini mengaku selalu menantikan momen ketika para pendukung di tribun menyanyikan lagu tersebut. Baca selengkapnya: Momen ketika kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes kepincut wanita asal Sukabumi

Tak cukup sampai di situ, bahkan Google pernah mendedikasikan hari kelahiran Ibu Soed dengan membuat Google Doodle. Google Doodle adalah perubahan logo khusus dan sementara di beranda Google yang dimaksudkan untuk memperingati liburan, acara, prestasi, dan tokoh sejarah terkemuka.

Baca Juga :  Selain Istri, Fajri asal Warungkiara Sukabumi Joki Mahasiswi di Michat, Begini Kolaborasi Haramnya

Hari lahir Ibu Soed dipilih Doodlers karena dedikasinya dalam menciptakan lagu bagi anak-anak, khususnya di Indonesia. Google Doodle versi Ibu Soed ini tampil pada 26 Maret 2017 lalu. Baca selengkapnya dan cek fotonya: Mengenal Wanita Sukabumi yang Hari Lahirnya Diperingati oleh Google Doodle

Untuk informasi, Selasa 25 Maret 2025, atau satu hari jelang peringatan hari ulang tahun Ibu Soed, akan digelar laga Timnas Indonesia vs Bahrain. Laga Babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup C Zona Asia itu disiarkan langsung mulai pukul 18.15 WIB. Baca selengkapnya: Jadwal live Indonesia vs Bahrain, 23 pemain disiapkan Patrick Kluivert tanpa Mees Hilgers

Profil Ibu Soed

Ibu Soed
Ibu Soed (centang merah) ketika mendampingi Presiden RI pertama, Ir. Soekarno di Solo – Istimewa

Sukabumi memiliki banyak wanita hebat yang mampu mengharumkan nama daerah di berbagai level. Dari mulai lokal hingga regional dan internasional. Meskipun saat ini, dalam mengisi kemerdekaan, banyak wanita Sukabumi yang aktif di dunia olah raga dan seni hiburan. Namun, aktivitas kaum Hawa asal Sukabumi sejatinya sudah banyak eksis ejak era perjuangan.

Jika saat ini kita mengenal cukup banyak wanita Sukabumi yang berkiprah di dunia seni hiburan Tanah Air, baik seni peran maupun tarik suara, maka sosok Ibu Soed bisa dikatakan sebagai pionir.

Ibu Soed dikenal sebagai sosok pendidik serta pencipta lagu anak dan perjuangan sangat fenomenal. Lagu-lagunya pun abadi dinyanyikan banyak orang.

Baca Juga :  Jaksa Agung Muda Intelijen sebut korupsi di desa meningkat, bagaimana Sukabumi?

Pemilik nama lengkap Saridjah Niung ini, adalah sosok inspiratif yang tak hanya bisa dibanggakan oleh warga Sukabumi, tetapi diteladani perjuangannya.

Ibu Soed adalah nama populer Saridjah Niung. Nama Ibu Soed berasal dari suaminya, seorang ningrat Jawa bernama Raden Bintang Soedibjo. Soed itu dari Soedibjo. Ibu Soed berarti istri dari Soedibjo.

Ia lahir di Sukabumi pada 26 Maret 1908 dan meninggal pada 1993 dalam usia 83 tahun. Baca selengkapnya: Mengenal Ibu Soed, Wanita Sukabumi Pencipta Lagu Anak dan Berkibarlah Benderaku

Tokoh Musik Tiga Zaman

Ibu Soed
Ibu Soed (centang hitam satu) ketika menjadi juri perlombaan lagu di Jakarta – Istimewa

Ibu Soed dikenal sebagai tokoh musik tiga zaman (Belanda, Jepang, dan Indonesia). Kariernya di bidang musik bahkan sudah dimulai jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Suaranya pertama kali disiarkan dari radio NIROM Jakarta periode 1927-1928.

Ia memiliki alasan mulai kenapa begitu peduli dengan anak-anak Indonesia yang tampak kurang bahagia. Hal itulah yang mendasari Ibu Soed ingin menyenangkan anak-anak dengan bernyanyi lagu ceria.

Didorong rasa patriotisnya, Ibu Soed ingin mengajar mereka menyanyi dalam Bahasa Indonesia. Dari sinilah Ibu Soed mulai menciptakan lagu-lagu ceria dan patriotik untuk anak-anak Indonesia.

Hingga akhir hayatnya, Ibu Soed dikenal sebagai empunya lagu anak-anak. Total ia telah mencipta 480 lagu anak-anak Indonesia seperti Burung Kutilang, Naik Delman, Kupu-Kupu, Naik-Naik ke Puncak Gunung, Desaku, Hai Becak, Berkibarlah Benderaku, Bendera Merah Putih dan Tanah Airku.


Dilarang republikasi artikel kategori Headline dan Rubrik Headline tanpa seizin Redaksi sukabumiheadline.com

Berita Terkait

Sepak terjang dan profil Suster Ika: Biarawati amankan 13 wanita Jawa Barat dari eksploitasi seksual
Hak dan kewajiban ibu tiri menurut Islam, hikmah dari tragedi Nizam asal Sukabumi
Kathellen Sousa, rekan Cristiano Ronaldo mualaf jelang Ramadhan
1 Ramadhan: PERSIS gunakan Imkanur Rukyat, membanding dengan NU dan Muhammadiyah
14 Februari dan Hari Valentine menurut media AS: Ditetapkan gereja, Paus Gelasius I
28 stasiun radio di Sukabumi dan sejarah 13 Februari Hari Radio Sedunia
Sampai kapan orang yang baru memeluk Islam menyandang sebutan mualaf?
Harimau Sunda dan Kontinental: Mengapa hanya dua subspesies maung di dunia?

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 23:55 WIB

Sepak terjang dan profil Suster Ika: Biarawati amankan 13 wanita Jawa Barat dari eksploitasi seksual

Senin, 23 Februari 2026 - 00:57 WIB

Hak dan kewajiban ibu tiri menurut Islam, hikmah dari tragedi Nizam asal Sukabumi

Jumat, 20 Februari 2026 - 02:04 WIB

Kathellen Sousa, rekan Cristiano Ronaldo mualaf jelang Ramadhan

Kamis, 19 Februari 2026 - 04:21 WIB

1 Ramadhan: PERSIS gunakan Imkanur Rukyat, membanding dengan NU dan Muhammadiyah

Sabtu, 14 Februari 2026 - 04:00 WIB

14 Februari dan Hari Valentine menurut media AS: Ditetapkan gereja, Paus Gelasius I

Berita Terbaru

Nasional

BGN: Banyak mitra SPPG mark up harga bahan baku Program MBG

Kamis, 26 Feb 2026 - 20:02 WIB

Wisata

Foto-foto penampakan kebun kurma Sukabumi berbuah lebat

Kamis, 26 Feb 2026 - 15:00 WIB

Ilustrasi kades menerima Dana Desa 2026, jauh lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya - sukabumiheadline.com

Regulasi

Anjlok! Ini rincian Dana Desa 2026 se-Kabupaten Sukabumi

Kamis, 26 Feb 2026 - 09:00 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131