25 kecamatan penghasil mangga di Sukabumi, kaya gizi tapi produksi anjlok

- Redaksi

Rabu, 14 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi petani mangga - sukabumiheadline.com

Ilustrasi petani mangga - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikenal memiliki beberapa sentra penghasil buah mangga serta berbagai varietas unggulan dan produk olahan khas.

Salah satu jenis yang khas Sukabumi, adalah Mangga Gedong Gincu. Varietas ini banyak dikembangkan di wilayah seperti Kebun Lojiwood, dengan warna buah yang menarik dan rasa manis renyah.

Selain itu, warga di Kecamatan Ciemas yang merupakan kawasan UNESCO Global Geopark Ciletuh Palabuhanratu juga mengolah hasil panen mangga menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti keripik, sirop, dodol, manisan, dan permen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keberadaan sentra olahan buah mangga ini tidak terlepas dari keberadaan puluhan kecamatan penghasil mangga di kabupaten ini.

Sayangnya, produksi buah mangga dari Sukabumi pada 2025, mengalami penurunan cukup signifikan ketimbang tahun sebelumnya (2024).

Sejumlah kecamatan yang mengalami penurunan produksi mangga pada tahun 2025, adalah Ciemas dari tahun sebelumnya menghasilkan 13.000 kuintal, turun menjadi 12.500 kuintal pada 2025. Demikian pula dengan Kecamatan Simpenan 4.463 kuintal (2024) menjadi 837,50 kuintal (2025).

Namun penurunan terbesar menimpa petani mangga di Kecamatan Ciracap, dari 24.300 kuintal pada 2024, turun jadi hanya 2.500 kuintal (2025). Kecamatan Cibitung pada 2024 menghasilkan 9.996 kuintal, namun anjlok menjadi hanya 85 kuintal pada 2025.

Lalu Cimanggu, dari 2.120 kuintal (2024), tersisa hanya 250 kuintal (2025). Jampang Kulon 6.890 kuintal (2024) juga turun jadi hanya 1.500 kuintal (2025). Bahkan, Palabuhanratu yang menghasilkan 12.621 kuintal (2024), tahun 2025 hanya menghasilkan 24,90 kuintal saja.

Selain itu, beberapa kecamatan lain juga mengalami penurunan produksi buah mangga pada 2025.

Namun demikian, Kecamatan Warungkiara tercatat mengalami kenaikan produksi mangga. Pada 2024, kecamatan ini hanya menghasilkan 150 kuintal, naik lebih dari 100 persen menjadi 394 kuintal.

Demikian pula dengan Kecamatan Cicurug dari 382 kuintal (2024) menjadi 501 kuintal (2025). Kecamatan Kalapanunggal, dari 1.128 kuintal (2024) menjadi 1.643 kuintal 2025. Selanjutnya Kecamatan Cisolok, pada 2024 menghasilkan 1.550 kuintal, naik pada 2025 menjadi 3.000 kuintal.

Alhasil, pada 2024, total produksi mangga Kabupaten Sukabumi anjlok dari sebelumnya 115.130 kuintal (2024), menjadi hanya 37.196,10 kuintal saja pada 2025.

Berikut adalah daftar 30 kecamatan penghasil buah mangga di Kabupaten Sukabumi, 2025, dikutip sukabumiheadline.com dari data Badan Pusat Statistik (BPS), Rabu (14/10/2026).

  1. Ciemas: 12.500 kuintal
  2. Ciracap: 2.500 kuintal
  3. Cibitung: 85 kuintal
  4. Jampang Kulon: 1.500 kuintal
  5. Cimanggu: 250 kuintal
  6. Tegalbuleud: 2.155 kuintal
  7. Palabuhanratu: 24 kuintal
  8. Simpenan: 837 kuintal
  9. Warungkiara: 394 kuintal
  10. Bantargadung: 112 kuintal
  11. Cikembar: 158,40 kuintal
  12. Cisaat: 724 kuintal
  13. Cibadak: 505 kuintal
  14. Cicantayan: 78 kuintal
  15. Caringin: 346 kuintal
  16. Nagrak: 2.405,80 kuintal
  17. Ciambar: 1.956 kuintal
  18. Cicurug: 501 kuintal
  19. Cidahu: 500 kuintal
  20. Parakansalak: 100 kuintal
  21. Bojonggenteng: 790 kuintal
  22. Kalapanunggal: 1.643 kuintal
  23. Cisolok: 3.000 kuintal
  24. Cikakak: 3.610 kuintal
  25. Kabandungan: 500 kuintal

Data di lapangan mungkin lebih besar dari data di atas mengingatkan sejumlah kecamatan penghasil pada 2024, tidak tersedia data untuk tahun 2025.

Ilustrasi memanen buah mangga - sukabumiheadline.com
Ilustrasi memanen buah mangga – sukabumiheadline.com

Berikut adalah 12 kecamatan terdata sebagai penghasil mangga pada 2024, namun nihil data untuk 2025:

  1. Waluran: 2.077 kuintal (2024)
  2. Surade: 1.330 kuintal (2024)
  3. Kalibunder: 7.700 kuintal (2024)
  4. Cidolog: 964 kuintal (2024)
  5. Sagaranten: 1.202 kuintal (2024)
  6. Cidadap: 1.636 kuintal (2024)
  7. Curugkembar: 1.772 kuintal (2024)
  8. Pabuaran: 1.475 kuintal (2024)
  9. Purabaya: 115 kuintal (2024)
  10. Sukaraja: 518 kuintal (2024)
  11. Kebonpedes: 85 kuintal (2024)
  12. Sukabumi: 88 kuintal (2024)

Kandungan gizi buah mangga 

buah mangga
Ilustrasi buah mangga – Ist

Kandungan gizi buah mangga per 165 gram atau satu cangkir kaya akan nutrisi penting yang mendukung daya tahan tubuh dan kesehatan pencernaan.

Melansir laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, per 165 gram buah mangga mengandung 99 kkal kalori, karbohidrat 24,7 gram, gula 22,5 gram, serat 2,6 gram, dan protein 1,4 gram, serta 0,6 gram lemak.

Selain itu, buah mangga juga mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh. Per 165 gram mangga mengandung Vitamin C sekira 67% dari kebutuhan harian tubuh.

Mangga juga mengandung Vitamin A yang mendukung kesehatan mata dan sistem imun, Vitamin B6 untuk membantu mengatur suasana hati dan produksi hormon, Vitamin E dan K yang berperan sebagai antioksidan dan pembekuan darah.

Tak hanya itu, per 165 gram mangga juga mengandung Mineral tembaga sekira 20% kebutuhan harian, folat, kalium, magnesium, dan sedikit zat besi.

Bahkan, mangga juga mengandung antioksidan seperti Mangiferin, yakni antioksidan kuat yang meredakan peradangan, Lutein dan Zeaxanthin yang dapat melindungi kesehatan retina dan mata, serta Beta-karoten untuk menjaga kesehatan kulit dan sel tubuh.

Berita Terkait

Mualaf dan disunat usia 24, Willie Salim: Real ya no fake fake
Armada dan rute Sukabumi – Bandara Husein Sastranegara Bandung
Dalil mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil dan 5 khasiatnya untuk kesehatan
KRL Jakarta-Sukabumi gunakan gerbong buatan INKA, anggaran Rp50 triliun
Cek spesifikasi Daihatsu All New Ayla Tipe X CVT 1.0 2026, dijual segini
2 Mei Hardiknas: Fakta miris RLS Kabupaten Sukabumi hanya 8,50 tahun
Nyaris 100 ribu! Jawa Barat juara kasus perceraian se-Indonesia, ini kabupaten terbanyak
Mau Lebaran, Jalan Kabupaten Sukabumi, Parungkuda – Pakuwon hancur

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 01:00 WIB

25 kecamatan penghasil mangga di Sukabumi, kaya gizi tapi produksi anjlok

Jumat, 25 September 2026 - 23:50 WIB

Mualaf dan disunat usia 24, Willie Salim: Real ya no fake fake

Minggu, 30 Agustus 2026 - 04:42 WIB

Armada dan rute Sukabumi – Bandara Husein Sastranegara Bandung

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Dalil mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil dan 5 khasiatnya untuk kesehatan

Jumat, 8 Mei 2026 - 10:00 WIB

KRL Jakarta-Sukabumi gunakan gerbong buatan INKA, anggaran Rp50 triliun

Berita Terbaru