5 penyakit paling mematikan di dunia versi WHO: Tak ada Aids, posisi 2 banyak diderita warga Sukabumi

- Redaksi

Minggu, 30 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasien dirawat di rumah sakit - sukabumiheadline.com

Pasien dirawat di rumah sakit - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), sebuah badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang didedikasikan untuk kesehatan masyarakat global merilis daftar penyakit paling mematikan di dunia.

Penyakit paling mematikan di dunia adalah penyakit jantung iskemik atau penyakit jantung koroner, yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah ke jantung.

Penyakit kardiovaskular secara umum menjadi penyebab kematian terbanyak secara global, diikuti oleh penyakit seperti stroke, kanker, dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menariknya, tidak ada HIV/Aids dalam daftar penyakit paling mematikan di dunia. Baca selengkapnya: 17 kecamatan di Kabupaten Sukabumi dihuni pengidap HIV/AIDS, dari Cicurug hingga Pajampangan

Baca Juga :  Tak sekadar lezat, ini resep frikadel ikan untuk tekan risiko stroke

Sementara itu, stroke yang banyak diderita warga Sukabumi, Jawa Barat, berada di posisi kedua dalam daftar penyakit paling mematikan.

Penyakit mematikan teratas

1. Penyakit jantung iskemik: Ini adalah penyebab kematian nomor satu di dunia. Penyakit ini terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke jantung menyempit, menghambat aliran darah.

2. Stroke: Berada di urutan kedua penyebab kematian setelah penyakit jantung koroner. Stroke juga merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia, dengan perbandingan 1.000/12, atau 12 kasus per 1.000 penduduk.

3. Kanker: Merupakan penyebab kematian yang signifikan, dengan berbagai jenis kanker yang dapat menyerang organ-organ tubuh.

4. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK): Kelompok penyakit paru-paru jangka panjang, seperti bronkitis kronis dan emfisema, yang semakin memburuk seiring waktu.

Baca Juga :  Tak sekadar lezat, ini resep frikadel ikan untuk tekan risiko stroke

5. Infeksi saluran pernapasan bawah: Beberapa jenis infeksi pada saluran pernapasan bagian bawah merupakan penyebab kematian yang cukup tinggi.

Faktor risiko dan pencegahan

Faktor risiko umum yang dapat meningkatkan risiko penyakit-penyakit mematikan ini meliputi:

  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi
  • Kebiasaan merokok
  • Diabetes
  • Obesitas
  • Gaya hidup tidak aktif secara fisik
    Pola makan tidak sehat
  • Faktor genetik atau riwayat keluarga

Penting untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan menerapkan gaya hidup sehat, seperti makan makanan bergizi, tetap aktif secara fisik, mengelola stres, dan tidak merokok, untuk mengurangi risiko penyakit-penyakit mematikan ini.

Berita Terkait

Daftar lengkap makanan untuk tingkatkan kesuburan wanita
Sudahi hubungan toxic! Demi keselamatan mentalmu
Diet sehat dengan sayuran, apa saja?
Konsumsi 5 jenis ikan ini bantu cegah kanker payudara, Wanita Sukabumi wajib tahu
Kecamatan penghasil buah pala di Sukabumi dan khasiatnya untuk kesehatan
Tidak salah leluhur masyarakat Sunda, ini 1001 khasiat daun singkong
5+1 ikan yang baik untuk kulit, bikin sehat, kencang dan glowing
Waspada mindless eating picu BB naik, lakukan mindfull eating

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 02:00 WIB

Daftar lengkap makanan untuk tingkatkan kesuburan wanita

Selasa, 27 Januari 2026 - 23:39 WIB

Sudahi hubungan toxic! Demi keselamatan mentalmu

Selasa, 27 Januari 2026 - 20:19 WIB

Diet sehat dengan sayuran, apa saja?

Selasa, 27 Januari 2026 - 08:00 WIB

Konsumsi 5 jenis ikan ini bantu cegah kanker payudara, Wanita Sukabumi wajib tahu

Minggu, 25 Januari 2026 - 10:00 WIB

Kecamatan penghasil buah pala di Sukabumi dan khasiatnya untuk kesehatan

Berita Terbaru

Ilustrasi perkebunan kelapa sawit - sukabumiheadline.com

Nasional

Prabowo sebut kelapa sawit tanaman ajaib, dikritik PDIP

Selasa, 3 Feb 2026 - 17:48 WIB