sukabumiheadline.com – Prof Dr Ir Heri Hermansyah, ST, MEng, IPU adalah satu dari tiga calon rektor Universitas Indonesia (UI) periode 2024-2029. Ketiganya merupakan hasil penyaringan dari tujuh calon oleh Panitia Khusus Pemilihan Rektor UI.
Tujuh calon rektor UI adalah yaitu Agus Setiawan (Fakultas Ilmu Keperawatan UI), Ari Fahrial Syam (Fakultas Kedokteran UI), Kemas Ridwan Kurniawan (Fakultas Teknik UI), Khreshna Imaduddin Ahmad Syuhada (Institut Teknologi Bandung/ITB), Riri Fitri Sari (Fakultas Teknik UI), dan Teguh Dartanto (Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI).
Heri merupakan profesor asal Sukabumi, Jawa Barat, yang juga Dekan Fakultas Teknik UI. Baca selengkapnya: Pemilihan Rektor UI, profesor asal Sukabumi ini bersaing dengan 6 calon, ada dari ITB
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Guru besar termuda UI

Heri menjadi guru besar termuda dalam sejarah Fakultas Teknik UI, yang memperoleh gelar saat usia baru menginjak 37 tahun pada 2013 lalu. Baca selengkapnya: Mini biografi Heri Hermansyah: Peneliti BRIN dan Dekan FT UI asal Sukabumi lulusan Tohoku University
Heri dikenal karena berhasil menorehkan prestasi dan kontribusi di UI, seperti menjadi Program Director SMART CITY Universitas Indonesia 2017-2020, mengelola dana research project USAID, menjadi project leader pada giant international grant, hingga mengelola dan mengembangkan berbagai kerja sama dengan kampus di Amerika Serikat, kampus dalam negeri, industri, serta pemerintah.
Heri bertekad untuk terus mengembangkan UI agar tetap menjadi mercusuar ilmu pengetahuan di Indonesia. Ia berpendapat, sangat penting bagi UI untuk terus mengembangkan budaya akademik yang menghargai transparansi, akuntabilitas, dan kualitas yang unggul.
“UI harus terus menjadi mercusuar ilmu pengetahuan, seni, dan budaya yang berdampak positif ,serta menjadi akselerator kemajuan peradaban masyarakat Indonesia dan dunia,” papar Heri dalam keterangan tertulis yang dikutip sukabumiheadline.com, Sabtu (20/9/2024).
Masalah di UI

Untuk itu, Heri telah menganalisis sejumlah pendekatan masalah di UI. Ia menilai UI belum mandiri soal pendanaan dan masih bergantung pada pendapatan dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa.
Selain itu, akses dan kualitas pendidikan belum modern, termasuk belum terbentuknya budaya inovasi dan entrepreneur, serta riset inovasi dan pengabdian masyarakat belum berdampak dan berkelanjutan.
Heri jugaa memandang kiprah UI sejauh ini belum optimal dalam persaingan global perguruan tinggi negeri. Terakhir, tata kelola UI, dinilai profesor asal Sukabumi, Jawa Barat, itu sebagai belum optimal.
“UI juga harus bergelut dengan pusaran arus problem VUCA (volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity) yang mendera dunia saat ini,” paparnya.
Heri mencatat diperlukan strategi khusus untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut. Heri mengusulkan 5 Strategi dan 15 Program Unggulan untuk mendorong UI menjadi mercusuar ilmu pengetahuan di Indonesia.
Baca Juga: 5 profesor asal Sukabumi, dari pakar perbankan syariah hingga wanita lulusan Harvard
5 Strategi Heri Hermansyah
- Menempatkan inisiatif kewirausahaan sebagai payung strategi yang mampu memberdayakan
- Peningkatan akses dan kualitas pendidikan
- Riset dan inovasi yang berdampak
- Peningkatan daya kompetitif global
- Transformasi budaya dan tata kelola.
15 Program Unggulan Heri Hermansyah
- Reformasi tata kelola
- Peningkatan dana abadi dengan pengelolaan pada badan pengelola aset dan dana abadi UI
- Pengembangan karakter unggul seni dan budaya bangsa sivitas akademika
- Peningkatan kualitas talenta dan kewirausahaan mahasiswa
- Peningkatan kesejahteraan warga UI
- Rekrutmen talenta global
- Peningkatan sarana digital dan TI kampus
- Kemitraan strategis berbasis internasionalisasi
- Pusat unggulan riset & inovasi
- Komunikasi strategis dan branding
- Peradaban sains & budaya global
- Penjaminan mutu
- Fasilitas pengembangan kampus
- Pengakuan nasional & Internasional
- Internasionalisasi & keterlibatan global.