Alhamdulillah, Jasad Emmeril Kahn Mumtadz Ditemukan

- Redaksi

Kamis, 9 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emmeril Kahn Mumtadz. l Istimewa

Emmeril Kahn Mumtadz. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l Kabar ditemukannya jasad Emmeril Kahn Mumtadz di bendungan Engehalde yang berada di Bern, Swiss pada Rabu (8/6/2022) pagi. Kabar itu dikonfirmasi kepolisian Bern melalui laman resmi kepolisian setempat.

“Pada hari Rabu, 8 Juni 2022, sesaat sebelum 06:50, polisi wilayah Bern dilaporkan bahwa seorang pria tak bernyawa tergeletak di air di bendungan Engehalde di Bern,” demikian dalam laporan tersebut dikutip sukabumuheadline.com dari https://www.police.be.ch/.

Selanjutnya, tim ahli dari kepolisian maritim Bern yang menemukan Eril pada cekungan bendungan, melakukan evakuasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi memastikan bahwa, sosok tersebut sudah tak bernyawa ketika ditemukan. “Hanya bisa dipastikan bahwa pria itu sudah tidak bernyawa,” tulis kepolisian Bern.

Ditambahkan dalam laporan tersebut, berdasarkan investigasi forensik, diketahui bahwa jasad yang meninggal adalah warga negara Indonesia yang dilaporkan hilang di Aare sejak 26 Mei 2022, Emmeril Kahn Mumtadz.

“Pria berusia 22 tahun itu berenang di sungai dan mengalami keadaan darurat. Dia tenggelam akibat kecelakaan ini,” lanjut keterangan.

Pencarian intensif terhadap jasad putra sulung Gubernur Jawa Barat itu pun dilakukan, dengan berbagai metode. Mulai dari melibatkan tim penyelam, drone hingga anjing polisi.

“Semua penyelidikan sekarang selesai,” demikian pernyataan tersebut.

Ridwan Kamil Kembali ke Swiss

Sementara, Ridwan Kamil kembali mengambil cuti dari dinasnya sebagai gubernur untuk kembali bertolak ke Swiss, Kamis (9/6/2022).

Keberangkatan pria yang akrab dipanggil Kang Emil, itu untuk menjemput jenazah Eril untuk dibawa ke Tanah Air.

Dalam unggahan di akun Facebook resminya, Kang Emil mengabarkan bahwa jasad Eril akan kembali ke Tanah Air pada Ahad (12/6/2022) dan disemayamkan pada keesokan harinya, Senin (13/6/2022).

Berita Terkait

Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya
Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat
Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia
Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv
Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada
Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat
Ajakan boikot Adidas meluas, eks tentara Israel jadi bintang iklan kaki palsu
Ini Blueberry, sniper cantik Rusia pemburu tentara Ukraina

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB