Jalan Alternatif Nagrak Sukabumi Rusak, Pengendara Sering Terkecoh

- Redaksi

Rabu, 21 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan Alternatif Nagrak Sukabumi rusak dan berbatu. | Foto: Andika Putra

Jalan Alternatif Nagrak Sukabumi rusak dan berbatu. | Foto: Andika Putra

SUKABUMIHEADLINES.com – Ruas Jalan Alternatif Nagrak tepatnya di Desa Cisarua Kecamatan Nagrak,Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat rusak dan bergelombang.

Pantauan di lokasi jalan tersebut dipenuhi batu ukuran sedang yang sangat membahayakan jika terlindas.

Tak jarang pengguna jalan mengeluhkan kondisi ini. Selain sering menyebabkan kecelakaan, lalu lintas pada jalan ini pun selalu macet akibat beberapa kendaraan sering terhambat saat melewatinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jaya Permana (36 tahun) warga sekitar mengatakan jalan tersebut terakhir diperbaiki sekitar satu tahun lalu.

“Untuk sekarang jalan tidak terlalu parah karena sudah ditambal oleh warga. Tapi kalau lagi hujan, air menggenang di tengah jalan,” kata Jaya kepada sukabumiheadlines.com, Rabu 21 Juli 2021.

Karena jalan yang rusak berada pada posisi trek menanjak dan menurun, beberapa kasus yang terjadi pengendara sering terkecoh karena mengira genangan air tidak dalam.

“Kalo sedang hujan deras suka ada pengendara yang kecelakaan karena jalan rusak ditambah genangan air yang dalam,” jelas dia.

Jaya dan warga sekitar berharap jalan tersebut bisa segera diperbaiki agar tidak terjadi kecelakaan. “Pemerintah agar lebih memperhatikan keselamatan masyarakat,” tandasnya.

Berita Terkait

90% dari 39 kasus PMI asal Sukabumi berangkat ilegal
Puncak Habibie Sukabumi terbakar, kobaran api kian meluas
Penyebab kematian Kholid Jaelani asal Cisaat Sukabumi menurut Polres PPU
Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi terbakar, 70 rumah ludes
Pria asal Cisaat Sukabumi meninggal dunia di PPU, dikuburkan di pemakaman Covid-19
Kholid Jaelani, pria asal Sukabumi meninggal dunia di kawasan IKN
DPRD Kabupaten Sukabumi bahas transformasi Perumda AMTJM jadi perseroda
12 anak di bawah umur di Sukabumi dicabuli lansia 72 tahun, imbalan Rp2 ribu

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 23:18 WIB

90% dari 39 kasus PMI asal Sukabumi berangkat ilegal

Senin, 27 Juli 2026 - 22:36 WIB

Puncak Habibie Sukabumi terbakar, kobaran api kian meluas

Minggu, 26 Juli 2026 - 23:05 WIB

Penyebab kematian Kholid Jaelani asal Cisaat Sukabumi menurut Polres PPU

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:58 WIB

Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi terbakar, 70 rumah ludes

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:20 WIB

Pria asal Cisaat Sukabumi meninggal dunia di PPU, dikuburkan di pemakaman Covid-19

Berita Terbaru

Gaya busana era 80an hingga 90an - Ist

Trend

Intip 5 tren gaya busana anak muda Sukabumi era 80-90an

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:32 WIB

Ilustrasi calon pekerja migran atau tenaga kerja wanita antre naik pesawat - sukabumiheadline.com

Sukabumi

90% dari 39 kasus PMI asal Sukabumi berangkat ilegal

Rabu, 29 Jul 2026 - 23:18 WIB