Banyak Ustadz Bergelar Lc, Warga Sukabumi Sudah Tahu Artinya? Ini Lho Kepanjangannya

- Redaksi

Sabtu, 26 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ustadz Abdul Somad alias UAS ceramah di Lapang Merdeka Kota Sukabumi. l Istimewa

Ustadz Abdul Somad alias UAS ceramah di Lapang Merdeka Kota Sukabumi. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Warga Sukabumi, Jawa Barat tentunya sudah sering membaca gelar Lc di belakang nama seseorang. Lazimnya, gelar ini biasa dimiliki para penceramah atau ustadz.

Salah satu penceramah kondang yang memiliki gelar ini, adalah Ustadz Abdul Somad, Lc, Ph.D.

Informasi dihimpun, meskipun banyak digunakan di sejumlah negara Arab dan banyak ustadz menyandang gelar tersebut, tapi Lc sendiri tidak ada korelasinya dengan bahasa Arab.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lc sendiri merupakan singkatan dari “Licentiate” dalam konteks pendidikan tinggi. Gelar pendidikan ini memiliki makna tersendiri dalam dunia akademik dan profesional.

Adapun, arti dan gelar Lc adalah singkatan dari Licentiate yang berasal bahasa Latin, yakni “licentia” yang berarti “kebebasan”.

Namun, sejumlah pihak menafsirkan istilah “Licentiate” bermakna “license” dalam bahasa Inggris yang berarti lisensi.

Diketahui, Lc menjadi gelar akademik yang digunakan di banyak negara. Gelar ini serupa dengan gelar master di universitas Eropa, Amerika Latin, dan Suriah serta banyak negara lainnya.

Namun di Indonesia, Licentiate atau Lc memiliki kesamaan dengan gelar sarjana strata 1 dan di beberapa negara, Lc juga dikenal sebagai Bakalurios atau Bachelor.

Namun perlu diketahui, gelar Lc tidak terbatas pada lulusan syariah dan bahasa Arab, tapi juga mencakup lulusan dari bidang lain seperti Hukum, Ekonomi dan Teknik.

Informasi lainnya, adalah gelar Lc diperoleh oleh mahasiswa yang mengejar pendidikan di Timur Tengah, termasuk negara-negara seperti Mesir, Arab Saudi, Qatar dan Lebanon.

Berita Terkait

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia
27 Oktober: 3 hari penting diperingati, HLN, HPN hingga World Day for Audiovisual Heritage
24 Oktober: HDN, Harlah IDI dan PBB, Black Thursday hingga Perdamaian Westfalen
23 Oktober: Telekomunikasi pertama di Indonesia hingga pembalap MotoGP tewas
HSN 22 Oktober: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, ada apa di Sukabumi?
Kapolri minta MUI haramkan vape
18 Oktober: Hari Menopause Sedunia, kenali gejala, penyebab, obat dan pencegahan
17 Oktober: Jumlah penduduk miskin Sukabumi di Hari Pemberantasan Kemiskinan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:44 WIB

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:58 WIB

27 Oktober: 3 hari penting diperingati, HLN, HPN hingga World Day for Audiovisual Heritage

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 03:57 WIB

24 Oktober: HDN, Harlah IDI dan PBB, Black Thursday hingga Perdamaian Westfalen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:29 WIB

23 Oktober: Telekomunikasi pertama di Indonesia hingga pembalap MotoGP tewas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:23 WIB

HSN 22 Oktober: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, ada apa di Sukabumi?

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB