Perlukah Muhallil saat Rujuk Talak? Wanita Sukabumi Wajib Tahu

- Redaksi

Selasa, 19 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pernikahan. l Istimewa

Ilustrasi pernikahan. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Hukum bagi Wanita Sukabumi yang sudah ditalak atau bercerai, dan ketika keduanya ingin rujuk Kembali, apakah perlu ada Muhallil?

Kemudian, jika suami istri tidak mau ada Muhallil bagaimana? Kemudian kalau sudah terlanjur berhubungan badan bagaimana hukumnya?

Melansir pernyataan Amien Nurhakim dari Musyrif Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences dari nu.or.id, ketentuan talak dalam Islam sudah jelas, bahwa talak atau cerai dibatasi hingga tiga kali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasangan suami istri yang cerai talak satu atau talak dua, maka dapat rujuk kembali selama masa ‘iddah-nya belum habis. Hanya saja, ketika masa ‘iddah-nya sudah habis, maka harus melakukan akad baru.

Keterangan ini sebagaimana dikutip dari kitab Matan Taqrib:

وإذا طلق امرأته واحدة أو اثنتين فله مراجعتها ما لم تنقض عدتها فإن انقضت عدتها حل له نكاحها بعقد جديد

Artinya, “Apabila seorang suami menalak istrinya talak satu atau talak dua, maka ia boleh rujuk kepada istrinya selama masa iddahnya belum habis. Jika masa iddah telah habis maka sang suami boleh menikahinya dengan akad yang baru.” (Abu Syuja’, Matan Taqrib, [Beirut: Dar Ibn Hazm, 2005], hal. 246).

Skema rujuk dalam teknis fikih dapat menggunakan kata-kata yang jelas (sharih) atau sindiran (kinayah) disertai niat.

Misalnya dapat menggunakan kata-kata “Aku ingin rujuk kembali denganmu,” “Kamu sudah dirujuk,” dan lain-lain.

Di Indonesia, skema rujuk dapat melalui KUA (Kantor Urusan Agama) dengan menyerahkan persyaratan administratif, salah satunya akta cerai dan lampiran putusan Pengadilan Agama.

Masa ‘iddah juga akan diperiksa oleh KUA, apakah sudah habis atau belum. Selain itu, persetujuan istri juga harus ada.

Nah, langkah-langkah di atas berlaku bagi para suami yang telah mentalak istrinya, baik talak satu ataupun talak dua.

Berbeda dengan talak tiga. Suami yang telah menjatuhkan talak tiga pada istrinya, apabila ingin rujuk maka harus memenuhi lima persyaratan, yaitu: Istri habis masa ‘iddah-nya Istri harus menikah dahulu dengan laki-laki lain (muhallil) Istri harus bersenggama/hubungan (penetrasi) dengan suami yang baru (sebagaimana keterangan dalam Mazhab Syafi’i dan hadits Nabi) Istri harus berstatus talak ba’in, bukan talak raj’i Istri sudah habis masa ‘iddah-nya dari suami yang baru (muhallil).

Baca Juga :  Berapa gaji wanita asal Sukabumi, Aulia Suci Nurfadila? Ini besaran gaji bintang voli Indonesia

Keterangan ini sebagaimana disebutkan oleh Syekh Abu Syuja’ dalam Matan Taqrib:

فإن طلقها ثلاثا لم تحل له إلا بعد وجود خمس شرائط انقضاء عدتها منه وتزويجها بغيره ودخوله بها وإصابتها وبينونتها منه وانقضاء عدتها منه

Artinya, “Jika suami telah menalak istri talak tiga, maka tidak boleh baginya (rujuk/nikah) kecuali setelah ada lima syarat: (1) istri telah habis masa ‘iddahnya dari suaminya, (2) istri harus dinikahi lebih dulu oleh laki-laki lain (muhallil), (3) istri pernah bersenggama (penetrasi) dengan muhallil, (4) istri sudah berstatus talak ba’in dari muhallil, (5) masa iddah si istri dari muhallil telah habis.” (Abu Syuja’, Matan Taqrib, hal. 247).

Kemudian terkait pertanyaan penanya, apabila terlanjur bersenggama atau berhubungan badan, maka sejauh penelusuran penulis soal pernyataan para ahli fikih adalah hubungan badan tidak otomatis menjadikan suami istri yang sedang dalam kondisi talak satu atau dua kembali rujuk.

Keterangan ini sebagaimana ditegaskan oleh Muhammad Najib al-Muthi’i dalam Takmilah al-Majmu’, beliau menyebutkan:

فأما إذا وطئها أو قبلها أو لمسها فلا يكون ذلك رجعه، سواء نوى به الرجعة أو لم ينو.

Artinya, “Adapun jika suami menyetubuhi istrinya, atau menciumnya, atau menyentuhnya (saat masa talak satu/dua), maka dia tidak otomatis rujuk, baik disertai niat atau tidak.” (Muhammad Najib al-Muthi’i, Takmilah al-Majmu’, [Beirut: Darul Fikr, t.t.), jilid XVII, hal. 268).

Logika Imam Syafi’i, terkait alasan tidak otomatisnya rujuk saat suami bersetubuh dengan istri dalam kondisi talak satu atau dua adalah rujuk dapat diakui jika ada pernyataan yang jelas (sharih) dari suami, sebagaimana pernikahan yang membutuhkan pernyataan jelas. (Imam Syafi’i, al-Umm, [Beirut: Darul Ma’rifah, 1393], jilid V, hal. 244).

Baca Juga :  Kronologi Reni, wanita Sukabumi korban nikah paksa di China versi KJRI Guangzhou

Meskipun mazhab Syafi’i berpendapat demikian, ada beberapa ulama di antaranya Imam Malik dan Ishaq yang menyebut bahwa hubungan badan suami istri saat talak satu atau dua membuat keduanya otomatis rujuk.

Mengutip Takmilah Majmu’:

إذا وطئها ونوى به الرجعة كان رجعه.

Artinya, “Apabila suami menyetubuhi istrinya [di masa talak sebelum rujuk] dan berniat untuk rujuk, maka otomatis rujuk.” (Muhammad Najib al-Muthi’i, Takmilah al-Majmu’, jilid XVII, hal. 268).

Lebih spesifik lagi, mengutip Takmilah, Abu Hanifah menyebut apabila suami dalam kondisi talak satu atau dua, kemudian mencium istrinya dengan syahwat, atau menyentuhnya, atau melihat kemaluan istrinya dengan disertai syahwat, maka otomatis rujuk.

Muhammad Najib al-Muthi’i menyebut dalam Takmilah:

إذا قبلها بشهوة أو لمسها أو نظر إلى فرجها بشهوة وقعت به الرجعة

Artinya, “Apabila suami [saat masa talak sebelum rujuk] mencium dengan syahwat, atau menyentuhnya, atau melihat kemaluan istrinya dengan disertai syahwat, maka otomatis terjadi rujuk.” (Muhammad Najib al-Muthi’i, Takmilah al-Majmu’, jilid XVII, hal. 267).

Dalam rangka ihtiyath atau kehati-hatian, hendaknya penanya menjaga diri saat berada dalam talak satu atau dua, jangan sampai terjebak dalam hubungan badan karena masih dalam masa talak, hingga suami menyatakan dengan jelas ingin rujuk.

Kemudian apabila talak tiga dan ingin kembali, maka mau tidak mau istri harus dinikahi dulu oleh orang lain (muhallil), kemudian melakukan hubungan badan (penetrasi), kemudian keduanya (istri dan muhallil) bercerai secara ba’in (talak tiga), menunggu masa ‘iddah habis lalu melakukan akad yang baru. Wallahu a’lam.

Berita Terkait

Harimau Sunda dan Kontinental: Mengapa hanya dua subspesies maung di dunia?
Pamer manuskrip turats ulama Pasundan, pengertian Haol Masyayikh di Sunanulhuda Sukabumi
Haram! Hukum membuang sampah sembarangan menurut Islam, ini dalilnya
Mengapa di Sukabumi ada nama Loji? Begini asal-usulnya
Menelisik alasan penolakan jalur KA ke Palabuhanratu Sukabumi oleh RA Eekhout
Jadwal 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1447 H Muhamadiyah – NU dan perbedaan metode
Dahsyatnya bacaan di antara dua sujud, doa yang merangkum semua harapan manusia
Kisah 5 tokoh Sukabumi mualaf dan sukses jadi pengusaha, menteri, hingga istri pangeran

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 08:00 WIB

Harimau Sunda dan Kontinental: Mengapa hanya dua subspesies maung di dunia?

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:19 WIB

Pamer manuskrip turats ulama Pasundan, pengertian Haol Masyayikh di Sunanulhuda Sukabumi

Kamis, 29 Januari 2026 - 03:55 WIB

Haram! Hukum membuang sampah sembarangan menurut Islam, ini dalilnya

Kamis, 29 Januari 2026 - 03:02 WIB

Mengapa di Sukabumi ada nama Loji? Begini asal-usulnya

Senin, 26 Januari 2026 - 02:04 WIB

Menelisik alasan penolakan jalur KA ke Palabuhanratu Sukabumi oleh RA Eekhout

Berita Terbaru

UMKM

Ini 22 kecamatan penghasil kopi Sukabumi terbanyak

Rabu, 4 Feb 2026 - 00:27 WIB

Ilustrasi perkebunan kelapa sawit - sukabumiheadline.com

Nasional

Prabowo sebut kelapa sawit tanaman ajaib, dikritik PDIP

Selasa, 3 Feb 2026 - 17:48 WIB