sukabumiheadline.com – Sungguh mengharukan, di tengah agresi Israel yang sedang berlangsung di Gaza, penggemar sepak bola yang di wilayah Palestina itu antusias mendukung Spanyol di final Euro 2024.
Seperti diketahui, Spanyol menaklukkan Inggris di final Euro 2024 yang berlangsung Senin (15/7/2024) dini hari pukul 02.00 WIB di Olympiastadion, Berlin, Jerman, dengan skor 2-1.
Meskipun terpaut 3.500 km dari Spanyol, warga Gaza dengan sepenuh hati mendukung tim asuhan Luis de la Fuente tersebut. Alasannya, Spanyol sejak awal serangan Israel di Gaza, tetap konsisten menyuarakan dukungan kepada warga Palestina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, Spanyol mengumumkan mengakui negara Palestina secara resmi mulai 28 Mei 2024.
Mengutip dari Al Jazeera, Omar Ghayyad, seorang guru matematika berusia 36 tahun di UNRWA (badan PBB untuk pengungsi Palestina) dan saudaranya Mohammed telah mengungsi sebanyak tiga kali selama agresi Israel yang berlangsung selama 10 bulan di Gaza.
Delapan kerabat mereka, termasuk dua putri Omar, tewas ketika rumah mereka di Kamp Pengungsi Nusairat, diratakan oleh pemboman Israel, beberapa bulan pertama setelah agresi brutal Negeri Zionis itu.
Di tengah rasa sakit yang tak terlukiskan karena kehilangan dan perjuangan usai pengungsian yang terus-menerus, saudara-saudara Ghayyad bersama teman dan kerabat mereka mencari ketenangan dalam sepak bola.

Kedua bersaudara ini adalah penggemar berat klub sepak bola Spanyol, Real Madrid. Mereka berusaha mengikuti perkembangan tim favorit mereka itu di Liga Spanyol dan Eropa dari tenda darurat mereka di Deir el-Balah di Jalur Gaza tengah.
Menjelang final Euro 2024, para penggemar sepak bola di Gaza mengatakan kepada bahwa mereka akan mencoba menciptakan suasana menyenangkan di tenda pengungsian untuk membalas dukungan Spanyol terhadap Palestina.

“Sejak genosida ini dimulai, solidaritas Spanyol dengan kami sangatlah luar biasa, baik itu pengakuan terhadap negara Palestina atau mendukung Afrika Selatan dalam kasus Mahkamah Internasional (ICJ) melawan Israel,” kata Omar pada hari Jumat (12/7/2024).