Kolaborasi Perhutani Sukabumi untuk hutan berkelanjutan, apaan sih?

- Redaksi

Minggu, 27 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hutan Berkelanjutan Perhutani - Perhutani

Hutan Berkelanjutan Perhutani - Perhutani

sukabumiheadline.com – Dalam upaya memperkuat sinergi pengelolaan hutan berkelanjutan dan pembangunan wilayah, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sukabumi melakukan silaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Pertemuan berlangsung di kediaman Bupati Sukabumi, Asep Japar (akrab disapa Asjap), dan turut dihadiri Kepala Dinas Perumahan, Pertanahan, dan Tata Ruang (DPTR) Kabupaten Sukabumi, Asep MT, Selasa (22/4/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Administratur KPH Sukabumi Taufik Hidayat didampingi oleh Chendra selaku Kepala Seksi Hukum, Kepatuhan, dan Komunikasi Perusahaan (KSS HKKP), serta Yudis selaku Komandan Regu (Danru) Polisi Kehutanan Mobil (Polhutmob), menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab terhadap program-program Perhutani. Di antaranya terkait pengelolaan hutan lestari, pemberdayaan masyarakat sekitar hutan, dan penanganan isu lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah guna mendorong pembangunan kehutanan yang berpijak pada prinsip ekologi serta memberi nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujar Taufik dikutip sukabumiheadline.com dari laman resmi Perhutani, Ahad (26/4/2025).

Sementara itu, Bupati Sukabumi Asep Japar menyambut baik langkah sinergi yang dibangun bersama Perhutani KPH Sukabumi, dan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya hutan dan pelestarian alam.

“Pemerintah Kabupaten siap mendukung seluruh program Perhutani, terutama yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan upaya mitigasi bencana,” ungkapnya.

Kepala DPTR Kabupaten Sukabumi, Asep MT, juga menambahkan bahwa pihaknya siap memperkuat koordinasi dalam penataan ruang untuk mendukung berbagai program Perhutani, termasuk rehabilitasi lahan dan penataan aksesibilitas kawasan hutan.

Mengenal hutan berkelanjutan

Hutan berkelanjutan adalah pengelolaan hutan yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara bersamaan, bertujuan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya hutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi manusia dan alam. Ini berarti menggunakan sumber daya hutan secara bertanggung jawab, menjaga keanekaragaman hayati, dan melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan hutan.

Berikut adalah beberapa aspek penting dari hutan berkelanjutan:

  1. Pengelolaan Lingkungan: Konservasi Keanekaragaman Hayati: Melindungi berbagai jenis tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme yang hidup di hutan.
  2. Regenerasi Hutan: Memastikan hutan dapat tumbuh kembali setelah penebangan atau aktivitas lainnya.
  3. Pencegahan Deforestasi: Mengurangi atau menghilangkan pembukaan hutan untuk tujuan lain, seperti pertanian atau perkebunan.
  4. Pencegahan Illegal Logging: Menegakkan hukum dan regulasi terkait penebangan ilegal.

Aspek sosial

  1. Partisipasi Masyarakat: Melibatkan masyarakat lokal dalam perencanaan dan pelaksanaan pengelolaan hutan.
  2. Peningkatan Kesejahteraan: Memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat yang bergantung pada hutan.
  3. Penyediaan Jasa Ekosistem: Menyediakan air bersih, tanah subur, dan sumber daya lain yang penting bagi kehidupan masyarakat.

Aspek ekonomi

  1. Pemanfaatan Sumber Daya: Menggunakan kayu dan produk hutan lainnya secara bertanggung jawab.
  2. Penciptaan Lapangan Kerja: Menciptakan lapangan kerja di sektor kehutanan.
  3. Pendapatan Berkelanjutan: Memastikan pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat yang bergantung pada hutan.

Contoh praktik hutan berkelanjutan

  1. Penebangan Selektif: Penebangan pohon yang tidak merusak ekosistem hutan.
  2. Penanaman Kembali: Menanam pohon setelah penebangan untuk memastikan regenerasi hutan.
  3. Pembentukan Kawasan Hutan Lindung: Melindungi kawasan hutan yang memiliki nilai ekologis yang tinggi.
  4. Penerapan Sertifikasi Kehutanan: Menggunakan sertifikasi seperti FSC atau PEFC untuk memastikan praktik kehutanan yang bertanggung jawab.
  5. Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat: Melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan hutan.

Berita Terkait

Ruang kerja diubah jadi room karaoke, Sekdis Dishub Kabupaten Sukabumi lecehkan 3 siswi PKL
Jembatan Cipamatutan Sukabumi lapuk, retak, bolong dan rawan ambruk
Lecehkan 3 siswi PKL, PNS Dishub Kabupaten Sukabumi ini terancam penjara 5-15 tahun
Sukabumi jadi daerah dengan Tagana terbanyak
DPRD Kabupaten Sukabumi putuskan Renja 2027
Bukan satu, PNS Dishub Kabupaten Sukabumi diduga lakukan pencabulan terhadap 3 siswi PKL
DPRD Kabupaten Sukabumi setujui Perubahan APBD 2026
Oknum PNS Dishub Kabupaten Sukabumi diduga lecehkan siswi PKL

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 16:02 WIB

Ruang kerja diubah jadi room karaoke, Sekdis Dishub Kabupaten Sukabumi lecehkan 3 siswi PKL

Sabtu, 19 September 2026 - 16:52 WIB

Jembatan Cipamatutan Sukabumi lapuk, retak, bolong dan rawan ambruk

Jumat, 18 September 2026 - 19:27 WIB

Lecehkan 3 siswi PKL, PNS Dishub Kabupaten Sukabumi ini terancam penjara 5-15 tahun

Jumat, 18 September 2026 - 16:53 WIB

Sukabumi jadi daerah dengan Tagana terbanyak

Kamis, 17 September 2026 - 23:30 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi putuskan Renja 2027

Berita Terbaru

Presiden RI, Prabowo Subianto - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Nasional

Prabowo sebut pengamat goblok, PVRI: Antisains

Minggu, 20 Sep 2026 - 23:42 WIB

Marc Klok, pemain Persib Bandung - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Olahraga

Marc Klok: Hari ini Persib ke Jepara untuk menang

Minggu, 20 Sep 2026 - 17:40 WIB