Prabowo cerita banyak jamaah haji RI ingin wafat di Arab Saudi, ini respons Pangeran MBS

- Redaksi

Sabtu, 5 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo Subianto bertemu Pangeran Mohammed bin Salman - Biro Kepresidenan RI

Prabowo Subianto bertemu Pangeran Mohammed bin Salman - Biro Kepresidenan RI

sukabumiheadline.com – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa banyak jamaah haji asal Indonesia yang menginginkan meninggal dunia di Arab Saudi saat menunaikan ibadah haji.

Hal itu disampaikan Prabowo saat melakukan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (MBS), di Istana Al-Salam, Jeddah, pada Rabu, (2/7/2025).

Cerita tersebut diungkap Menteri Agama Nasaruddin Umar yang turut mendampingi Presiden RI ke-8 tersebut, saat memberikan keterangan pers, Kamis (3/7/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Nasaruddin, hampir semua permintaan Prabowo terkait penyelenggaraan ibadah haji dikabulkan pemerintah Arab Saudi. Dari mulai pembangunan kampung haji, peningkatan layanan haji, hingga pemanfaatan Bandara Taif.

Lebih lanjut, imam besar Masjid Istiqlal mengatakan dalam pertemuan itu juga disinggung mengenai mengenai banyak jamaah RI yang ingin meninggal di Arab Saudi.

“Kemudian juga sedikit disinggung bahwa konsekuensi jamaah haji Indonesia paling besar, konsekuensi jumlah kematiannya juga paling tinggi ya, sampai 14%,” kata Nasaruddin dikutip Sabtu (5/7/2025).

“Tapi disampaikan oleh Bapak Presiden dan Raja ketawa juga kan, bahwa memang banyak orang Indonesia itu ingin memilih meninggal di Saudi Arabia,” tambahnya, sembari terkekeh.

Nasaruddin juga mengatakan pada momen makan bersama, juga dilakukan pembahasan yang santai. Dalam kesempatan itu dia melihat Pangeran MBS bahwa sosok yang riang dan terbuka.

“Terbuka betul itu pak Raja kita itu, raja MBS, sangat-sangat riang, sangat terbuka. Kata teman-teman, biasanya kalau berjumpa kepala negara lain to the point. Ini sampai ngakak ya, ketawa-ketawa terbahak-bahak,” katanya.

“Jadi itu sampai tanda-tanda kebaikan, bahwa kedua negara ini sangat bagus ke depan ini,” sambungnya.

Berita Terkait

Kapolri minta MUI haramkan vape
Haram, hukum menjual rambut dalam Islam
Hukum melamar perempuan yang sudah dilamar pria lain dalam Islam, boleh karena 4 alasan ini
Hukum gugat cerai suami yang dipenjara menurut Islam
Surah Yasin Arab & Latin: Lengkap arti dan fadilahnya, bisa download di HP
Memahami konsep hujan dalam Islam dan ayat-ayat rahasia di baliknya
Kampanye hemat air, AMDK Organic Spring Australia sertakan hadits Nabi SAW di tag
Ustadz Zaidul Akbar: Suami dungu yang serahkan semua gajinya ke istri

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Kapolri minta MUI haramkan vape

Selasa, 29 September 2026 - 00:01 WIB

Haram, hukum menjual rambut dalam Islam

Sabtu, 26 September 2026 - 16:00 WIB

Hukum melamar perempuan yang sudah dilamar pria lain dalam Islam, boleh karena 4 alasan ini

Minggu, 20 September 2026 - 15:34 WIB

Hukum gugat cerai suami yang dipenjara menurut Islam

Jumat, 18 September 2026 - 18:24 WIB

Surah Yasin Arab & Latin: Lengkap arti dan fadilahnya, bisa download di HP

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB