Bikin lieur! Tugu batas Kota Sukabumi dikeluhkan pengguna jalan

- Redaksi

Kamis, 27 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tugu batas atau gerbang Kota Sukabumi - Ahmad Herlambang

Tugu batas atau gerbang Kota Sukabumi - Ahmad Herlambang

sukabumiheadline.com – Seorang warga, Ahmad Herlambang, mengeluhkan ornamen lampu hias di gerbang perbatasan Kota dengan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (26/11/2025) malam.

Dikonfirmasi sukabumiheadline.com, Kamis (27/11/2025), Ahmad membenarkan pengalaman tidak mengenakan tersebut.

“Iya memang begitu kondisinya. Takutnya menjadi rawan kecelakaan,” kata dia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika mengendarai sepeda motor, ia mengaku silau dengan pencahayaan over di bagian jembatan yang mengganggu penglihatan, sehingga bisa berakibat rawan kecelakaan.

Duh ieu lampu lieur kana mata, pak, lieur (duh ini cahaya lampu bikin pusing ke mata, pak – red),” katanya dikutip dari video yang diunggah di akun Facebook.

Ia kemudian bergeser ke bagian lain, dan membandingkan dengan pencahayaan di bagian tugu perbatasan yang lebih nyaman. Sehingga, tidak menggangu penglihatan saat berkendara.

Baca Juga :  Wali Kota Sukabumi lantik pejabat eselon II dan Direktur Perumda BPR

Leuwih alus lamun (lebih bagus kalau) di tengah-tengahna teh dikasih lampu warna putih. Moal lieur. Kan jiga ieu mah kan enak kana matana, koneng (gak bikin pusing. Seperti bagian ini nih, kan enak ke mata, -lampu warna- kuning – red),” katanya.

Mempercantik kota

Untuk informasi, pembangunan tugus batas kota tersebut merupakan program kebanggaan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki. Informasi dihimpun, tugu dibangun di tujuh titik perbatasan atau pintu masuk kota.

Ayep Zaki mengeklaim bahwa pembangunan gapura bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bentuk penguatan identitas dan karakter Kota Sukabumi.

Gapura tersebut akan mengusung desain ikonik khas Sukabumi, yakni “Pakujajar” atau pohon pakis, yang menggambarkan keseimbangan, keteguhan, dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Soal PAD tidak normal, Ayep Zaki diwanti-wanti Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi

“Gapura yang dibangun memiliki ciri khas Sukabumi yaitu Pakujajar, atau yang dikenal dengan pohon pakis. Kita akan bangun tujuh gapura dan diawali di masuk menuju Kota Sukabumi, dimulai dari titik ini,” ujar Wali Kota saat meninjau salah satu lokasi beberapa waktu lalu.

Lebih jauh, Wali Kota menegaskan bahwa seluruh pekerjaan infrastruktur selama lima tahun ke depan akan terus diawasi secara ketat, agar mengedepankan kualitas dan berorientasi pada keberlanjutan.

Ayep juga menegaskan kesiapannya untuk mempercantik wajah kota sekaligus memperkuat jati diri daerah melalui pembangunan infrastruktur yang bermakna, berkualitas, dan membanggakan.

Berita Terkait

Nekad nyeberang jalan tol, mahasiswa asal Sukabumi ini langsung tewas
Mengintip defisit APBD Kabupaten Sukabumi 2026
Dikira ke Sukabumi, ternyata wanita ini sudah meninggal dunia di kamar, motor dan HP hilang
Pemotor Honda Vario asal Sukabumi tewas di Bali
Jauh-jauh ke Klaten malah open BO, 3 Wanita Sukabumi dirazia Tim Gabungan
Ingatkan soal sinergitas, DPRD Kabupaten Sukabumi prediksi lonjakan wisatawan
Kronologi lengkap buruh asal Cisolok Sukabumi cekik pacar hingga tewas usai diminta ceraikan istri
Pria Sukabumi diminta pacar ceraikan istri, Bilal cekik pacar buruh pabrik hingga tewas

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 02:35 WIB

Nekad nyeberang jalan tol, mahasiswa asal Sukabumi ini langsung tewas

Rabu, 11 Maret 2026 - 02:10 WIB

Mengintip defisit APBD Kabupaten Sukabumi 2026

Selasa, 10 Maret 2026 - 00:15 WIB

Dikira ke Sukabumi, ternyata wanita ini sudah meninggal dunia di kamar, motor dan HP hilang

Senin, 9 Maret 2026 - 12:29 WIB

Pemotor Honda Vario asal Sukabumi tewas di Bali

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:38 WIB

Jauh-jauh ke Klaten malah open BO, 3 Wanita Sukabumi dirazia Tim Gabungan

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131