Sukabumi-Pangandaran: Jalan poros selatan segera dibangun Pemprov Jabar

- Redaksi

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ruas jalan di pesisir pantai - sukabumiheadline.com

Ilustrasi ruas jalan di pesisir pantai - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berencana membangun jalan poros selatan yang menghubungkan Kabupaten Sukabumi dengan Pangandaran. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM). Berjanji akan membangun jalan tersebut pada 2027, atau setelah Jalan Puncak 2 selesai dibangun.

“Setelah puncak dua, maka konektivitas harus terbangun lagi, Sukabumi – Pangandaran lewat jalur tengah,” kata KDM kata KDM dikutip sukabumiheadline.com dari kanal YouTube pribadinya, Ahad (25/4/2026).

KDM beralasan, ketiadaan jalur tersebut membuat wilayah selatan Sukabumi, Cianjur, dan Garut tertinggal dari segi konektivitas wilayah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Karena itulah yang membuat ketertinggalan orang Sukabumi, ketertinggalan dari sisi konektivitas. Kemudian Cianjur Selatan, Garut Selatan,” papar KDM.

“Sehingga, anggaran ke Garut jangan lagi bantuan buat yayasan. Ganti sama infrastruktur jalan, karena bantuan buat yayasan, 10 tahun Garut diguyur duit, Pak. Itu rata-rata uang ke Garut dalam 10 tahun terakhir itu 400 miliar Rupiah dalam setiap tahun. Tapi rakyatnya gogorowokan we, ‘jalan butut (teriak jalan jelek – red), Pak Dedi’,” ungkap dia.

Jalan Puncak 2

Ilustrasi ruas jalan membelah perkebunan teh - sukabumiheadline.com
Ilustrasi ruas jalan membelah perkebunan teh – sukabumiheadline.com

Untuk informasi, Pemprov Jabar membangun ruas jalan baru untuk mengurai kemacetan lalu lintas di jalur wisata Puncak, Kabupaten Bogor. Rute baru sebagai pengurai kemacetan di kawasan Puncak ini akan menghubungkan wilayah Kabupaten Bogor hingga ke Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pembangunan Jalur Puncak 2 (Poros Tengah Timur) direncanakan berlanjut dan dikebut pada tahun 2026. Pemprov Jawa Barat mengambil alih pembangunan ini untuk mempercepat penyelesaian, dengan target diharapkan dapat beroperasi atau dilalui kendaraan pada tahun 2027. Jalur ini dirancang menghubungkan Sentul (Bogor) hingga Cipanas (Cianjur).

Ruas jalan baru yang akan dibangun atas inisiasi KDM sebagai penghubung Bogor–Bandung Barat ini adalah Jalan Puncak 2, dan bakal menjadi ruas jalan poros tengah timur (PTT) Jawa Barat.

Rencana pembangunan Jalan Puncak 2 yang jalur rutenya akan melintasi sejumlah wilayah hingga ke Padalarang, KBB ini dibahas KDM saat dialog bersama pimpinan daerah se-Jawa Barat dan sejumlah unsur lainnya baru-baru ini.

KDM berharap Jalan PTT ini akan menjadi solusi komprehensif pemecah kemacetan panjang yang kerap melumpuhkan jalur Puncak Bogor, setiap musim libur Lebaran maupun Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Sebagai jalur alternatif Bogor–Padalarang, KDM juga menginginkan kehadiran Jalan Puncak 2 dapat mendorong keadilan ekonomi di wilayah Jabar yang selama ini terisolasi. Adapun pembangunan proyek Jalan Puncak 2 direncanakan menghubungkan lima kabupaten sekaligus, yakni Bogor, Cianjur, Karawang, Purwakarta, hingga Bandung Barat.

“Gagasan saya, Jalur Puncak 2 itu ada jalan terintegrasi antara Kabupaten Bogor dengan Cianjur, Karawang, Purwakarta, hingga Bandung Barat. Ini untuk membangun kekuatan baru agar tidak terjadi penumpukan pembangunan pada suatu wilayah, mendistribusikan rasa adil dan menghormati sejarah leluhur,” ujar KDM pada Ahad (28/12/2025) lalu.

Adapun panjang total Jalan Puncak 2 sekira 43,32 kilometer (km), terbagi dalam 5 segmen mulai dari Sentul, terdiri atas gabungan jalan baru dan pelebaran jalan eksisting di sejumlah titik

Berita Terkait

WorldoMeters: 10 kecamatan di Sukabumi tidak ideal untuk ditinggali
A-Z PLTU Pelabuhan Ratu Sukabumi: Biaya pembangunan, kapasitas, operator hingga dampak
Jenderal polisi jabat Kepala BRAN, SPI Sukabumi: Pesimistis, alat represif dan tabrak aturan
Daftar pejabat kapolri, pertama era kolonial hingga Suyudi Ario Seto
Hari Perumahan Nasional: Potret buram rumah layak huni Kota Sukabumi di bawah 40%
UU Pengaturan Reforma Agraria disahkan, SPI Sukabumi: Kado Hari Tani, jangan militeristik
7 kronologi pelecehan seksual PNS Dishub Kabupaten Sukabumi terhadap 3 siswi PKL
7 penampakan Jembatan Cipamatutan Sukabumi: Lapuk, kumuh dan rawan ambruk

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:00 WIB

WorldoMeters: 10 kecamatan di Sukabumi tidak ideal untuk ditinggali

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:00 WIB

A-Z PLTU Pelabuhan Ratu Sukabumi: Biaya pembangunan, kapasitas, operator hingga dampak

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Jenderal polisi jabat Kepala BRAN, SPI Sukabumi: Pesimistis, alat represif dan tabrak aturan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Daftar pejabat kapolri, pertama era kolonial hingga Suyudi Ario Seto

Senin, 28 September 2026 - 12:00 WIB

Hari Perumahan Nasional: Potret buram rumah layak huni Kota Sukabumi di bawah 40%

Berita Terbaru