sukabumiheadline.com – Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Letjen TNI Djon Afriandi menampar seseorang dari pihak protokoler Istana. Kabar beredar di media sosial dengan narasi yang menyebut Djon Afriandi menggampar seseorang dari pihak protokoler Istana.
Narasi ini dituliskan oleh akun Threads @retailman69, tetapi akun itu kini sudah hilang. Namun, narasi tersebut sudah beredar luas di media sosial.
Namun, pihak Kopassus langsung membantah kabar tersebut. Bantahan disampaikan pihak Penerangan Kopassus melalui akun Instagram @penkopassus pada Selasa (21/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Waspada sedang beredar kabar bohong yang menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana, narasi ini mengeklaim adanya keributan Pangkopassus dan pihak protokoler,” tukis keterangan akun Instagram @penkopassus, dikutip sukabumiheadline.com, Rabu (22/4/2026).
Dalam unggahan itu, Penerangan Kopassus juga menyertakan konten yang viral dan memberi label hoaks serta fake news. Kopassus menilai informasi tersebut sengaja disebarkan pihak tertentu untuk memecah belah bangsa. Penerangan Kopassus juga menyatakan tidak ada bukti valid yang mendukung isu tersebut.
“Faktanya ini hanyalah karangan yang tidak memiliki bukti valid, informasi ini sengaja disebar untuk menciptakan kegaduhan dan memecah soliditas internal institusi negara,” jelasnya.
Profil Djon Afriandi

Pangkopassus merupakan pucuk pimpinan Komando Pasukan Khusus, pasukan elite TNI AD yang saat ini dijabat oleh Letjen TNI Djon Afriandi.
Djon Afriandi sendiri lahir 14 Juni 1972 di Payakumbuh, Sumatera Barat, namun menghabiskan masa kecil dan dewasa di Bandung, Jawa Barat.
Jenderal Kopassus ini dikukuhkan menjadi Pangkopassus pada upacara Gelar Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer (Gepaopshormil) di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung, Jawa Barat pada Ahad (18/2025) lalu.
Djon Afriandi dinaikkan menjadi Pati Bintang 3 berdasarkan Perpres No 84 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Perpres No 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI, dengan sebutan Panglima Komando/Korps.
Djon Afriandi sebelumnya berpangkat Mayjen TNI saat menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus).
Setelah mendapat penugasan baru sebagai Pangkopassus, pangkatnya naik setingkat menjadi Letjen TNI. Pendidikan dan karier Djon Afriandi mentereng dan moncer.
Dia bersekolah di SDN Sukarasa 3/5 Bandung, kemudian melanjutkan sekolahnya ke SMPN 5 Bandung dan meneruskan di SMAN 2 Bandung. Selanjutnya Djon Afriandi Kemudian masuk Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.
Saat lulus dari Akmil pada 1995, Djon Afriandi menjadi lulusan terbaik dengan meraih penghargaan Adhi Makayasa dari satuan Infanteri Kopassus.
Jenderal Kopassus yang pernah menjadi Komandan Upacara Peringatan HUT ke-79 TNI di Silang Monas, Jakarta pada 2024 ini juga memiliki Brevet Kualifikasi Penanggulangan Teror (Gultor), Brevet Kualifikasi Pandu Udara (Pathfinder), dan Setia Waspada Paspampres.
Lulusan pendidikan militer Seskoad pada 2009 ini juga memiliki Naval Postgraduate School Emblem, Parachute Monitor (French Army), Master Parachutist Badge (Singapore Army), Master Parachutist Badge (US Army), hingga Senior Airborne Parachutist Badge (ROK Army).
Djon Afriandi mengawali karier militernya di Korps Baret Merah Kopassus. Dia pernah menjadi Danton 3/2 Yon 13 Grup 1 Kopassus pada 1997, kemudian Danton 2/2 Yon 13 Grup 1 Kopassus pada 1997, serta Danton 2/1 Yon 11 Grup 1 Kopassus 1998.
Selanjutnya, karier militernya terus meningkat, Djon Afriandi kemudian dipercaya menjadi Danton 1/1 Yon 11 Grup 1 Kopassus pada 1998, selanjutnya Danki 3 Yon 11 Grup 1 Kopassus, Pasilat Ops Grup 1 Kopassus pada 2002.
Lulusan Sesko TNI ini selanjutnya diangkat menjadi Wadanyon 23 Grup 2 Kopassus pada 2007, Pabandya Ops Kopassus pada 2009, hingga Danyon 13 Grup 1/Kopassus pada 2010-2011. Kariernya semakin mentereng dengan mendapat tugas baru pada Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Setelah mengemban tugas di Istana Negara, Djon Afriandi kembali ke kesatuannya dengan mengemban amanat sebagai Danden 1 Grup A Paspampres (2011-2013) dan Wadan Grup A Paspampres. Kemudian, Djon Afriandi kembali menjabat sebagai Asisten Operasi (Asops) Danjen Kopassus. Setelah itu, Komandan Grup 1/Kopassus.
Pada periode 2017-2020, Djon ditunjuk menjadi Koorspri KSAD. Sempat bertugas sebagai Danrem 012/Teuku Umar (2020-2022). Djon Afriandi pecah bintang satu ketika dipromosikan menjadi Komandan Resimen Taruna (Danmentar) Akmil pada 2022.
Kemudian, Jenderal TNI alumni Lemhannas RI PPSA XXIV di tahun 2023 ini menduduki jabatan Staf Khusus KSAD dari 2023 hingga 2024. Pada Februari 2024, Djon Afriandi diangkat menjadi Danjen Kopassus. Kemudian pada Minggu 10 Agustus 2025 menjadi Pangkopassus.









