Pemukim Yahudi di Tepi Barat bertambah signifikan, PBB murka

- Redaksi

Senin, 15 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Unjuk rasa menolak pemukiman Israel di Tepi Barat. l Istimewa

Unjuk rasa menolak pemukiman Israel di Tepi Barat. l Istimewa

sukabumiheadline.com – Pemukim Israel di Tepi Barat mencapai tingkat tertinggi sejak 2017. Kondisi tersebut mendapat kecaman dari Persatuan Bangsa-bangsa (PBB).

Laporan PBB menyebut, pada 2025, rencana untuk hampir 47.390 unit perumahan telah diajukan, disetujui, atau ditenderkan. Angka tersebut terpaut jauh dengan dengan hanya sekitar 26.170 unit rumah pada 2024.

Diberitakan AFP, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam perluasan yang “tak henti-hentinya” ini, dengan mengatakan hal itu “terus memicu ketegangan, menghalangi akses warga Palestina ke tanah mereka, dan mengancam kelangsungan negara Palestina yang sepenuhnya merdeka, demokratis, berkesinambungan, dan berdaulat.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Angka-angka ini mewakili peningkatan tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.

Guterres mencatat rata-rata 12.815 unit perumahan bertambah di wilayah tersebut setiap tahun antara 2017 dan 2022. Tanpa termasuk Yerusalem Timur, yang diduduki dan dianeksasi oleh Israel pada 1967, sekitar 500 ribu pemukim Israel tinggal di Tepi Barat, bersama dengan sekitar tiga juta penduduk Palestina.

“Perkembangan ini semakin memperkuat pendudukan ilegal Israel dan melanggar hukum internasional serta merusak hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri,” ujarnya.

Guterres juga mengecam eskalasi kekerasan dan ketegangan yang terus berlanjut di Tepi Barat yang diduduki Israel. Ia menyoroti operasi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di bagian utara Tepi Barat yang telah menewaskan “sejumlah besar” orang, mengungsikan penduduk, dan menghancurkan rumah serta infrastruktur lainnya.

Kekerasan di Tepi Barat sendiri disebut meningkat sejak Oktober 2023. Diberitakan AFP, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Palestina, IDF telah menewaskan setidaknya 1.022 warga Palestina di Tepi Barat, baik militan maupun warga sipil, sejak awal konflik.

Menurut data Israel, setidaknya 44 warga Israel tewas di Tepi Barat akibat serangan Palestina atau operasi militer Israel selama periode yang sama.

Berita Terkait

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat
Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia
Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv
Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada
Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat
Ajakan boikot Adidas meluas, eks tentara Israel jadi bintang iklan kaki palsu
Ini Blueberry, sniper cantik Rusia pemburu tentara Ukraina
Presenter TV Sarah Khalifa dihukum mati atas tuduhan jadi gembong narkoba

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada

Jumat, 11 September 2026 - 23:30 WIB

Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat

Berita Terbaru

Asisten pelatih Persib Bandung Igor Tolic - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Venue

Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:19 WIB