sukabumiheadline.com – KAI Wisata menggelar program wisata edukasi “Railway & Plantations: Buitenzorg–Soekaboemi” berkolaborasi dengan Jaswita (badan usaha milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat), dan peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kolaborasi itu merupakan bagian dari upaya KAI Wisata mengembangkan rail-based tourism, dengan menghubungkan perjalanan kereta api, sejarah, destinasi, menjadi sebuah pengalaman yang terintegrasi.
Acara itu mengangkat tema “A Piece of Railway & Plantations in the Far East That Reshaped the World”, yang berlangsung dua hari, 22–23 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perjalanan selama dua hari satu malam mengajak peserta menelusuri keterkaitan sejarah perkeretaapian dengan perkembangan perkebunan dan industri dari Buitenzorg (Bogor) hingga Soekaboemi (Sukabumi).
Perjalanan dimulai dari Stasiun Bogor dengan kereta api menuju Sukabumi dan dilanjutkan dengan eksplorasi sejumlah titik bersejarah, antara lain Perkebunan dan Pabrik Teh Goalpara, Ubrug, Pabrik dan Perkebunan Gutta-Percha Tjipetir, dan Stasiun Lama Tjigombong.
Peserta juga mengikuti short course “All About Tea” serta historical storytelling mengenai perkembangan perkebunan, keluarga planter Kerkhoven, dan jejak industri di kawasan ulyang dikunjungi.
Menurut Direktur Utama KAI Wisata Raden Agus Dwinanto Budiadji, program ini merupakan salah satu bentuk pengembangan pengalaman perjalanan yang memadukan sejarah, edukasi, wisata, dan minat khusus.
“Dengan paket trip ini, KAI Wisata mencoba mengolaborasikan edukasi sejarah perkeretaapian, wisata, dan hobi untuk menghadirkan pengalaman baru melalui storytelling dan interaksi langsung yang berkesan,” ujar Raden Agus, dikutip sukabumiheadline.com dari laman resminya, Selasa (25/8/2026).
Perjalanan dimulai dari Stasiun Bogor dengan kereta api menuju Sukabumi dan dilanjutkan dengan eksplorasi sejumlah titik bersejarah. Menurut dia, jaringan kereta api memiliki potensi lebih dari sekadar moda transportasi.
“Kereta api dapat menjadi backbone yang menghubungkan destinasi sekaligus menggerakkan ekosistem pariwisata di sepanjang koridor perjalanan, mulai dari heritage, akomodasi, kuliner dan UMKM, hingga komunitas serta berbagai pengalaman lokal,” tuturnya.
Melalui kolaborasi bersama Jaswita, sejarawan, komunitas heritage, pengelola destinasi, dan pelaku pariwisata, KAI Wisata akan terus mengeksplorasi pengembangan perjalanan tematik berbasis kereta di berbagai daerah.









