sukabumiheadline.com – Tidak lama lagi, warga Jawa Barat bakal berbondong-bondong membeli genteng, ijuk dan sirap untuk atap rumah mereka. Pasalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bakal memasukan syarat penggunaan genteng, sirap, atau ijuk, sebagai atap dalam syarat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau Persetujuan Bangunan Gedung di Jawa Barat.
Aturan baru tersebut dibuat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, selaras dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto yang menggagas program nasional penggantian atap rumah berbahan seng dengan genteng sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang indah, sejuk, dan layak huni.
“Jadi, dalam izin mendirikan bangunannya adalah dipersyaratkan spesifikasinya penggambaran perumahan permukiman adalah pakai sirap, pakai genteng. Kalau rumah-rumah tradisional desa pakai ijuk,” ujar gubernur yang akrab dipanggil KDM itu, Rabu (4/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Dedi juga menilai, perhatian Presiden Prabowo terhadap bentuk rumah dan lingkungan tidak bisa dilepaskan dari kepeduliannya pada sejarah dan warisan budaya bangsa.
“Nah, spirit Pak Prabowo terhadap pengelolaan rumah peninggalan leluhur itu sangat kuat kan, karena dia kan sangat konsen terhadap sejarah. Sehingga dia menyampaikan bahwa sebaiknya pakai genteng agar kelihatan indah. Kemudian kemarin juga ngomong sirap, bisa pakai sirap,” katanya.
Dikatakan Dedi, di Jawa Barat sebenarnya mayoritas atap bangunan sudah menggunakan genteng, sirap atau ijuk. Dedi pun sudah menyampaikan hal tersebut kepada Prabowo.
“Saya waktu kemarin juga ngomong sirap, Pak. Bisa pakai sirap. Kalau saya kan senangnya sebagai orang Sunda pakai ijuk. Tapi, kalau di Jawa Barat sih rumah seng tidak terlalu banyak. Rata-rata orang Jawa Barat pakai genteng, rumah seng yang paling banyak itu adalah di Sumatera,” katanya.

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto berpandangan akan lebih baik jika seluruh atap bangunan di Indonesia menggunakan genteng, bukan seng.
Gagasan tersebut didorong oleh alasan ekonomi rakyat dan budaya asli, keindahan lingkungan, hingga citra Indonesia di mata dunia. Baca selengkapnya: Proyek gentengisasi Prabowo, tantangan bagi industri genteng di Sukabumi









