KDM ancam tak akan perbaiki jalan rusak jika truk ODOL masih melintas

- Redaksi

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi truk ODOL bermuatan pasir melebihi kapasitas ditilang polisi dan dishub - sukabumiheadline.com

Ilustrasi truk ODOL bermuatan pasir melebihi kapasitas ditilang polisi dan dishub - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku geram dengan ulah para pengusaha tambang yang dilaporkan masih menggunakan truk overload over dimension (ODOL) melintasi ruas jalan provinsi.

Pria yang akrab dipanggil KDM itu mengatakan masih beroperasinya ODOL ini merupakan gambaran beratnya beban Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membangun.

Sebab, di satu sisi dituntut oleh warga untuk membangun jalan, namun di sisi lain terus-menerus terjadi overload truk angkutan material tambang dengan beban melebihi kapasitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tentunya umur jalan tidak akan lama lagi. Dan dilakukan pembiaran oleh siapapun, sehingga pada akhirnya kita akan membuang uang percuma,” katanya dikutip Sabtu (31/1/2026).

Ilustrasi truk ODOL pengangkut AMDK alami kecelakaan tunggal - sukabumiheadline.com
Ilustrasi truk ODOL pengangkut AMDK alami kecelakaan tunggal – sukabumiheadline.com

Ia mengatakan jika hal ini terus terjadi dan dibiarkan oleh aparat di daerah maka Pemprov Jawa Barat memilih untuk tidak lagi menganggarkan APBD untuk perbaikan jalan, karena hanya akan menjadi kesia-siaan jika anggaran besar tersebut malah dirusak oleh keberadaan ODOL.

“Saya tegaskan ya, bahwa Provinsi Jawa Barat tidak akan membangun jalan provinsi apabila jalan itu masih dilewati dengan mobil dengan tonase sangat tinggi. Ini adalah upaya kami untuk tidak menghambur-hamburkan anggaran dan membuat anggaran lebih efektif,” katanya.

Di sisi lain, KDM berharap pembatasan ODOL yang juga dilakukan oleh Pemerintah Pusat butuh lebih tegas dalam penegakan aturan.

“Kita akan mengarah pada penegakan. Karena apa? Infrastruktur Jabar sudah bagus. Sayang. Masa mau dilewatin sama ODOL terus. Capek bangun jalannya,” tuturnya.

Berita Terkait

Dedi Mulyadi: Gedung di Jabar dilarang lebih tinggi dari kantor pemerintah
Jalanan Sukabumi bakal bebas kabel semrawut dan ODOL
Membanding 9 kota di Jawa Barat, Sukabumi 1/4 Bekasi, terluas bukan Bandung
Anggaran Rp68 miliar untuk perbaikan jalan rusak di Sukabumi akhirnya melayang
Nyaris 100 ribu! Jawa Barat juara kasus perceraian se-Indonesia, ini kabupaten terbanyak
5 prioritas Jabar di Musrenbang RKPD 2027: Sekolah gratis hingga konektivitas wilayah
KDM ajak Gen Z Jawa Barat nikah sederhana, uang mending buat beli rumah
Soal bayar pajak kendaraan tanpa KTP pemilik lama, Korlantas Polri kunjungi Lembur Pakuan

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:51 WIB

Dedi Mulyadi: Gedung di Jabar dilarang lebih tinggi dari kantor pemerintah

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:42 WIB

Jalanan Sukabumi bakal bebas kabel semrawut dan ODOL

Kamis, 30 April 2026 - 03:04 WIB

Membanding 9 kota di Jawa Barat, Sukabumi 1/4 Bekasi, terluas bukan Bandung

Sabtu, 25 April 2026 - 01:35 WIB

Anggaran Rp68 miliar untuk perbaikan jalan rusak di Sukabumi akhirnya melayang

Kamis, 23 April 2026 - 17:31 WIB

Nyaris 100 ribu! Jawa Barat juara kasus perceraian se-Indonesia, ini kabupaten terbanyak

Berita Terbaru