sukabumiheadline.com – Pemerintah Kabupaten Bogor memperkuat budaya gotong royong dan pelestarian lingkungan melalui program penanaman pohon yang dijalankan secara berkelanjutan dirancang menjadi agenda rutin lintas kecamatan dan desa.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong telah digelar serentak di 40 kecamatan, mencakup 416 desa dan 19 kelurahan. Aktivitas tersebut diisi dengan aksi bersih lingkungan, termasuk persiapan menyambut bulan suci Ramadhan.
“Gotong royong sudah kita lakukan serentak di seluruh wilayah, dari desa sampai kelurahan. Ini menjadi budaya yang harus terus dijaga,” ujar Rudy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain gotong royong, Pemkab Bogor juga mencanangkan program lingkungan bertajuk satu kecamatan minimal memiliki satu hektare hutan kecamatan. Program ini ditujukan untuk memperluas ruang hijau sekaligus memperkuat fungsi ekologis wilayah.
“Beberapa kecamatan sudah merealisasikan satu hektar hutan kecamatan. Yang belum, akan menyusul sesuai dengan ketersediaan lahannya,” jelasnya.
Penanaman pohon juga dilakukan di berbagai aset milik daerah dan lokasi strategis lainnya. Beberapa di antaranya berada di ruas Jalan Bojong Kemang, Desa Hambalang, kawasan PSU Sentul City dengan luasan puluhan hektar, hingga lahan yang bersumber dari PTPN.
Menurut Rudy, kegiatan penanaman tidak dilakukan sesekali, melainkan hampir setiap hari, baik oleh pemerintah daerah maupun melalui kolaborasi lintas sektor.
“Kami juga bekerja sama dengan TNI dan melakukan penanaman di wilayah hulu Sungai Ciliwung, khususnya di kawasan Cisarua,” katanya.
Di sisi lain, Pemkab Bogor sejak awal tahun telah menginstruksikan seluruh pemerintah desa untuk melakukan normalisasi saluran air.
Langkah ini bertujuan mengantisipasi potensi banjir, terutama saat intensitas hujan meningkat menjelang dan selama Ramadan.
“Normalisasi saluran air kita dorong dari desa-desa agar tidak terjadi genangan dan banjir,” ungkap Rudy.
Upaya penataan wilayah juga terus dilakukan, Pemkab Bogor tengah mengembangkan hutan kota di sekitar Stadion Pakansari.
Menanam pohon di sepanjang jalan protokol, serta menertibkan billboard dan atribut reklame yang dinilai mengganggu estetika dan keselamatan pengguna jalan.
Seluruh langkah tersebut disebut sebagai bagian dari program jangka panjang yang telah dirancang dan mulai dijalankan sejak akhir 2025.
Fokus utama program ini mencakup perbaikan kualitas lingkungan, penataan wajah wilayah, serta peningkatan kenyamanan dan keselamatan warga Kabupaten Bogor.
“Ini bukan program jangka pendek. Kita ingin Kabupaten Bogor lebih hijau, tertata, dan nyaman untuk masyarakat,” tutup Rudy.









