sukabumiheadline.com – Trading forex populer karena menawarkan fleksibilitas tinggi dengan pasar yang buka 24 jam sehari, 5 hari sepekan, memungkinkan transaksi kapan saja.
Selain itu, likuiditas pasar yang sangat besar (\(>\$7\) triliun/hari) dan potensi keuntungan dari pergerakan harga dua arah (naik/turun) menjadikannya menarik, ditambah modal awal yang relatif kecil dan penggunaan leverage.
Berikut adalah alasan utama mengapa orang memilih trading forex:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasar 24 Jam & Fleksibel: Pasar forex buka 24 jam sehari, 5 hari sepekan (Senin-Jumat), memberikan fleksibilitas untuk trading kapan pun sesuai waktu luang, menjadikannya cocok sebagai sampingan.
Likuiditas Tinggi: Sebagai pasar terbesar di dunia, transaksi forex sangat likuid. Ini berarti trader dapat masuk dan keluar posisi hampir seketika, serta meminimalisir risiko manipulasi harga.
Potensi Profit Dua Arah: Trader dapat mengambil keuntungan saat harga mata uang naik (buy) maupun saat harga turun (sell).
Modal Kecil dengan Leverage: Banyak broker menawarkan akun dengan deposit awal yang rendah, dan penggunaan leverage memungkinkan trader mengontrol posisi besar dengan modal terbatas.
Biaya Transaksi Rendah: Umumnya, trading forex tidak mengenakan komisi, dan biaya hanya berasal dari spread (selisih harga jual dan beli) yang kompetitif.
Aksesibilitas & Teknologi: Trading dapat dilakukan dari mana saja hanya dengan koneksi internet dan melalui platform yang mudah diakses.
Penting untuk diperhatikan
Meskipun menjanjikan, trading forex memiliki risiko tinggi. Di Indonesia, penting untuk menggunakan broker yang diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk menghindari penipuan.
Pengertian forex
Forex (foreign exchange) atau valas (valuta asing) adalah aktivitas jual beli mata uang asing dari berbagai negara untuk mendapatkan keuntungan dari selisih nilai tukar (fluktuasi harga). Pasar ini adalah yang terbesar dan paling likuid di dunia, beroperasi 24 jam sehari selama 5 hari kerja, di mana trader berspekulasi pada pasangan mata uang (contoh: EUR/USD).
Berikut adalah poin-poin penting mengenai forex
Tujuan: Memperoleh profit dari perubahan nilai tukar mata uang, sering kali dilakukan secara daring (online) oleh individu (trader ritel).
Cara Kerja: Melibatkan dua proses utama: beli (long position) jika yakin mata uang menguat, atau jual (short position) jika yakin mata uang melemah.
Karakteristik: Pasar forex sangat likuid, berjalan 24 jam/5 hari sepekan, dan dipengaruhi oleh faktor ekonomi global.
Pelaku Pasar: Bank sentral, bank komersial, perusahaan internasional, dan trader individu.
Risiko forex
Perlu dicatat bahwa trading forex di Indonesia umumnya tidak diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melainkan oleh lembaga yang berwenang seperti Bappebti.
Risiko: Trading forex memiliki risiko tinggi karena volatilitas dan penggunaan leverage, sehingga memerlukan analisis dan perhitungan matang.
Salah seorang trader forex asal Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kaisan, mewanti-wanti bahwa trading forex tidak direkomendasikan untuk pemula, tanpa pemahaman teknis yang mumpuni.
Meskipun demikian, kata dia, mempelajari soal-soal teknis trading forex relatif bisa dikuasai dalam waktu singkat.
“Kalau belajar menganalisa grafik candlestick mungkin cukup tiga bulan, tetapi yang sulit itu mengendalikan emosi, menahan nafsu untuk cepat-cepat meraih keuntungan,” kata Kaisan kepada sukabumiheadline.com, Jumat (6/2/2026).
Namun di sisi lain, kemampuan mengelola emosi jauh lebih dibutuhkan ketimbang hal teknis.
“Karena manusia kan pasti punya sikap serakah. Nah, jadi bagaimana mengendalikan itu, agar setiap keputusan jual atau beli benar-benar terukur,” lanjut dia.
Pria yang akrab dipanggil Kay, itu juga mengingatkan soal stop lost atau batas rugi.
“Jadi kita putuskan, batas atas sampai 17, meskipun keuntungan yang bisa diperoleh itu unlimited. Sedangkan, batas bawah di tujuh,” jelas Kay.
“Misal kita udah punya planning, ketika kita masuk di 10, kemudian turun ke tujuh, maka kita harus bisa menahan batas rugi. Ketika sudah di posisi tuju, maka kita harus keluar market. Kalau tidak, bisa semakin jeblok. Meskipun ada peluang berbalik naik ke 17 atau 20, hingga unlimited. Karena, segala kemungkinan bisa terjadi” paparnya.
“Jadi, dalam trading forex, kemampuan mengelola emosi itu yang terpenting, dibandingkan hal-hal yang bersifat teknis,” pungkasnya.









