sukabumiheadline.com – Bawang merah (Allium ascalonicum L. atau Allium cepa L. var. aggregatum) adalah tanaman hortikultura yang termasuk kelompok sayuran rempah dan bumbu dapur utama dalam masakan Indonesia, dan Asia pada umumnya.
Bawang merah memiliki aroma khas yang dapat merangsang keluarnya air mata akibat kandungan minyak eteris. Selain sebagai bumbu masak dan bahan acar, bawang merah lazim digunakan sebagai obat tradisional untuk penyembuh luka, masuk angin, kolesterol.
Tanaman ini berbentuk umbi lapis, memiliki akar serabut, batang pendek, dan daun berbentuk silinder berongga. Mengandung senyawa alliin dan allisin sebagai antimikroba, serta vitamin C, kalium, dan asam folat. Bawang merah juga kaya akan antioksidan, serta memiliki khasiat obat seperti menurunkan kolesterol dan maag.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bawang merah tumbuh subur di iklim tropis/sub-tropis dengan suhu 25-32
derajat celcius. Di Indonesia, salah satu sentra terbesar ada di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Meskipun beriklim lebih dingin, namun banyak petani di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang juga menanam bawang merah, seperti Kalapanunggal, Kadudampit, Kabandungan, Purabaya, hingga Ciemas.
Berikut adalah daftar 10 kecamatan penghasil bawang merah di Sukabumi, dikutip sukabumiheadline.com pada Sabtu (14/2/2026), dari Statistik Pertanian Holtikultura (SPH) pada Badan Pusat Statistik (BPS), 2025.
- Kalapanunggal: 915 kuintal (91,5 ton)
- Kabandungan: 800 kuintal (80 ton)
- Simpenan: 790 kuintal (79 ton)
- Surade: 399 kuintal (39,9 ton)
- Purabaya: 375 kuintal (37,5 ton)
- Sukalarang: 230 kuintal (23 ton)
- Cibitung: 195 kuintal (19,5 ton)
- Pabuaran: 140 kuintal (14 ton)
- Kebonpedes: 120 kuintal (12 ton)
- Kadudampit: 27 kuintal (2,7 ton)
Sementara itu, meskipun paling rendah produksi bawang merah, namun Kecamatan Ciemas masih mampu menghasilkan 10 kuintal, atau satu ton. Dengan demikian, total produksi bawang merah di Kabupaten Sukabumi adalah 3.992 kuintal, atau 399,2 ton per 10 Juni 2025.









