1,2 juta kuintal per tahun! Ini top 10 kecamatan penghasil pisang terbesar di Sukabumi

- Redaksi

Sabtu, 7 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi petani pisang - sukabumiheadline.com

Ilustrasi petani pisang - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Pisang adalah tumbuhan herba raksasa tahunan yang menghasilkan buah, termasuk dalam genus Musa dan famili Musaceae. Bukan pohon sejati karena tidak berkayu, pisang adalah tanaman monokotil tropis dengan batang semu.

Buah ini kaya akan karbohidrat dan nutrisi, pisang menjadi konsumsi harian yang populer di dunia. Berikut adalah poin-poin penting mengenai pisang:

Karakteristik Tanaman: Berasal dari Asia Tenggara, tanaman ini memiliki daun lebar, berakar serabut, dan tumbuh subur di wilayah tropis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Batang Semu: Batang pisang sebenarnya adalah batang semu (pseudostem) yang terbentuk dari pelepah daun yang tersusun rapi.

Jenis & Kandungan: Indonesia memiliki 200 jenis pisang, termasuk Ambon, Tanduk, Kepok, dan Raja. Pisang merupakan sumber energi (karbohidrat) yang baik dan mengandung mineral.

Manfaat: Hampir seluruh bagian tanaman pisang dapat dimanfaatkan. Buahnya untuk makanan (langsung atau olah), daunnya untuk membungkus, dan batangnya memiliki fungsi ekologis.

Asal Nama: Istilah banana (Inggris) berasal dari bahasa Arab banan yang berarti jari.

Di semua kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pisang diklasifikasikan sebagai tanaman pangan yang dapat dibudidayakan sepanjang tahun. Namun, ada 10 kecamatan dengan produksi pisang terbesar pada 2025 lalu.

10 kecamatan terbesar dan terkecil produksi pisang di Sukabumi (kuintal) pada 2025

Ilustrasi dua orang petani pisang - sukabumiheadline.com
Ilustrasi dua orang petani pisang – sukabumiheadline.com

Mengutip data Statistik Pertanian Hortikultura (SPH) dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang telah diperbarui 10 Juni 2025, produksi pisang di Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu komoditas unggulan hortikultura dengan hasil mencapai 1.237.676 kuintal (123 ribu ton lebih).

Sentra produksi tersebar di kecamatan seperti Gegerbitung, Waluran, Ciracap, dan Ciemas hingga Caringin. Selain komoditas lokal, Sukabumi juga mengembangkan kampung pisang untuk tujuan ekspor, seperti pisang Bajo Pilar di Warungkiara.

Berikut adalah beberapa detail terkait produksi pisang di Sukabumi, dikutip sukabumiheadline.com, Sabtu (7/2/2026).

Pusat Produksi: Kecamatan Gegerbitung (176.030 kuintal), Cisolok (152.000 kuintal), dan Caringin (30.499 kuintal) merupakan wilayah dengan produksi tinggi berdasarkan data BPS yang diperbarui pada Juni 2025.

Pengembangan Potensi: Pengembangan kampung pisang dilakukan salah satunya di Desa Warungkiara, mendukung komoditas lokal seperti pisang radar sukabumi.

Kualitas & Produk Turunan: Pisang lokal Sukabumi dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industri olahan, termasuk bahan baku bolu pisang lokal.

Volume Produksi: Data menunjukkan Sukabumi konsisten menjadi salah satu produsen buah-buahan tahunan yang signifikan di Jawa Barat BPS.

Top 10 kecamatan penghasil pisang terbesar di Sukabumi 

  1. Gegerbitung: 176.030 kuintal (17.600 ton)
  2. Cisolok: 152.000 kuintal (15.200 ton)
  3. Cidolog: 131.127,80 kuintal (13.127 ton)
  4. Bantargadung: 130.790 kuintal (13.079 ton)
  5. Parakansalak: 80.000 kuintal (8.000 ton)
  6. Kalapanunggal: 67.646 kuintal (6.764 ton)
  7. Palabuhanratu: 41.601,75 kuintal (4.160 ton)
  8. Lengkong: 32.658 kuintal (3.265 ton)
  9. Kadudampit: 31.864 kuintal (3.186 ton)
  10. Caringin: 30.499 kuintal (3.049 ton)

Sementara itu, 10 kecamatan penghasil pisang paling sedikit, adalah:

  1. Cibitung: 1.806 kuintal (180 ton)
  2. Sukaraja: 1.132 kuintal (113 ton)
  3. Tegalbuleud: 1.039 kuintal (103 ton)
  4. Cibadak: 1.000,10 kuintal (100 ton)
  5. Surade: 851,50 kuintal (85 ton)
  6. Cireunghas: 648,25 kuintal (64,8 ton)
  7. Sukabumi: 452,50 kuintal (45,25 ton)
  8. Kebonpedes: 272 kuintal (27,2 ton)
  9. Nyalindung: 264,60 kuintal (26,46 ton)
  10. Cisaat: 24 kuintal (2,4 ton)

Sedangkan sisanya, adalah kecamatan:

  • Cikakak: 28.620,95 kuintal
  • Warungkiara: 28.534 kuintal
  • Kabandungan; 27.250,00 kuintal
  • Cicurug: 23.560 kuintal
  • Simpenan: 22.770 kuintal
  • Cikembar: 22.400 kuintal
  • Waluran: 21.702,50 kuintal
  • Ciambar: 15.182 kuintal
  • Ciracap: 14.750 kuintal
  • Cidadap: 13.925,80 kuintal
  • Ciemas: 12.555 kuintal
  • Cimanggu: 12.110 kuintal
  • Curugkembar: 11.942,70 kuintal
  • Pabuaran: 9.886,25 kuintal
  • Cikidang: 8.500 kuintal
  • Cicantayan: 7.951 kuintal
  • Sagaranten: 7.248,85 kuintal
  • Bojonggenteng: 7.046,50 kuintal
  • Nagrak: 6.300 kuintal
  • Cidahu: 5.500 kuintal
  • Purabaya: 4.901 kuintal
  • Kalibunder: 4.155 kuintal
  • Gunungguruh: 3.745 kuintal
  • Jampang Kulon: 3.670 kuintal
  • Sukalarang: 2.810 kuintal
  • Parungkuda: 2.350 kuintal
  • Jampang Tengah: 1.974 kuintal

Dengan demikian, Kabupaten Sukabumi total menghasilkan 1.213.263,05 kuintal, atau sekira 121.326 ton pisang pada 2025.

Berita Terkait

Menaker luncurkan program Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi
Besok becak listrik Prabowo dibagikan gratis di Sukabumi, cek spesifikasi, fitur dan harganya
Harga kakao global melambung, hitung produksi bahan baku cokelat di Sukabumi
Mindshift 5: Kreasi Wargi: IPB University bekali eks TKI Sukabumi hilirisasi budidaya lele
50 UMKM Sukabumi dibantu FEB UI perluas pasar melalui pelatihan digital marketing
Tips & trik A-Z merintis usaha toko pakaian di era belanja online plus konsep promosi dan pemasaran
Dampak Program MBG terhadap produksi 22 jenis sayuran di Sukabumi
Cek keuntungannya, pemerintah: Status driver ojol adalah UMKM, bukan pegawai

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Menaker luncurkan program Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi

Senin, 12 Oktober 2026 - 01:58 WIB

Besok becak listrik Prabowo dibagikan gratis di Sukabumi, cek spesifikasi, fitur dan harganya

Selasa, 29 September 2026 - 04:56 WIB

Harga kakao global melambung, hitung produksi bahan baku cokelat di Sukabumi

Rabu, 16 September 2026 - 22:41 WIB

Mindshift 5: Kreasi Wargi: IPB University bekali eks TKI Sukabumi hilirisasi budidaya lele

Selasa, 8 September 2026 - 19:56 WIB

50 UMKM Sukabumi dibantu FEB UI perluas pasar melalui pelatihan digital marketing

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB