sukabumiheadline.com -.Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberi peringatan keras kepada pengusaha tambang. Ia tak ingin hasil bumi Jabar justru dinikmati daerah lain, sementara wilayah penghasil tetap miskin dan rusak lingkungannya.
Menurut Dedi, selama puluhan tahun tambang beroperasi, tapi pendidikan dan kesejahteraan warga sekitar masih rendah. Ia bahkan menemukan kasus pekerja tambang yang tak mendapat jaminan pengobatan saat kecelakaan kerja.
“Kalau untuk lobi izin berani keluar uang, tapi untuk pekerja sering diabaikan. Jangan pelit untuk kemanusiaan!” tegas pria yang populer dipanggil KDM itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga tengah mengkaji skema pembagian pendapatan agar lebih adil, terutama bagi daerah pegunungan penghasil air dan sumber daya alam.
Tak cuma itu, Dedi menyinggung kebutuhan besar infrastruktur Jabar, mulai dari pengembangan Tol Ciawi-Sukabumi (Cisuka) atau populer disebut Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) hingga Tol Jakarta-Cikampek II Selatan serta rencana konektivitas Bandung–Pangandaran.
Menurutnya, jika material tambang dipakai untuk proyek besar, maka dampaknya harus dihitung jelas, berapa kilometer jalan terdampak, bagaimana recovery-nya, dan cukup tidak pajaknya untuk membangun kembali.
“Semua harus terukur, supaya tidak ada residu. Daerah penghasil harus dapat prioritas!” katanya.









