Anggaran Rp68 miliar untuk perbaikan jalan rusak di Sukabumi akhirnya melayang

- Redaksi

Sabtu, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi jalan rusak parah dilintasi truk ODOL - sukabumiheadline.com

Ilustrasi jalan rusak parah dilintasi truk ODOL - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Anggaran sebesar Rp68 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperbaiki jalan rusak di Kabupaten Sukabumi, akhirnya harus kembali melayang dan di alihkan untuk perbaikan jalan lainnya.

Sebelumnya, anggaran sebesar itu akan digunakan untuk merekonstruksi ruas Jalan Jampang Tengah–Kiara Dua yang rusak parah dan menuai keluhan warga.

Namun, pemerintah Provinsi Jawa Barat akhirnya memutuskan untuk mengalihkan anggaran perbaikan jalan tersebut ke ruas jalan provinsi lain, menyusul tingginya kerusakan yang dipicu kendaraan bertonase berlebih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pernyataannya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada warga yang telah menyuarakan kekecewaan dan kemarahan atas kondisi jalan tersebut. Aspirasi masyarakat dinilai menjadi masukan penting dalam pengambilan kebijakan.

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah menyampaikan kekecewaan terkait kondisi Jalan Jampang Tengah Kiara II yang rusak,” ujar Dedi katanya, dikutip sukabumiheadline.com dari laman resmi Bappeda Jabar, Sabtu (25/4/2026).

Ia menegaskan, anggaran yang semula dialokasikan untuk perbaikan jalan tersebut telah dialihkan ke ruas jalan provinsi lain di wilayah Kabupaten Sukabumi. Langkah ini diambil agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Dedi menargetkan, setelah proyek-proyek yang dialihkan tersebut selesai, sekitar 99 persen kondisi jalan provinsi di Kabupaten Sukabumi berada dalam keadaan baik pada tahun ini.

Namun demikian, Dedi Mulyadi tidak menjelaskan ke ruas jalan mana anggaran tersebut di alihkan.

Adapun alasan utama pengalihan anggaran tersebut adalah tingginya intensitas kendaraan berat yang melintasi ruas Jalan Jampang Tengah–Kiara II. Jalan dengan kapasitas maksimal 8 ton itu setiap hari dilintasi truk bertipe tronton sumbu tiga yang melebihi batas muatan (overload).

“Jika jalan tetap dibangun dengan anggaran sekitar Rp68 miliar, hasilnya tidak akan bertahan lama. Dalam waktu 5 hingga 6 bulan kemungkinan besar akan rusak kembali,” jelasnya.

Dedi Mulyadi menilai, pembangunan infrastruktur tanpa penertiban kendaraan overload hanya akan menjadi pemborosan anggaran. Oleh karena itu, langkah prioritas yang akan dilakukan adalah menertibkan operasional truk bermuatan berlebih sebelum kembali melakukan pembangunan jalan.

“Solusinya adalah membenahi dulu persoalan truk overload. Setelah itu, baru pembangunan jalan bisa dilakukan secara optimal,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dedi menegaskan bahwa penggunaan anggaran negara harus tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas, bukan hanya untuk kepentingan kelompok tertentu seperti pelaku usaha transportasi.

Kebijakan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan sekaligus memastikan keberlanjutan pembangunan di wilayah Sukabumi.

Berita Terkait

Nyaris 100 ribu! Jawa Barat juara kasus perceraian se-Indonesia, ini kabupaten terbanyak
5 prioritas Jabar di Musrenbang RKPD 2027: Sekolah gratis hingga konektivitas wilayah
KDM ajak Gen Z Jawa Barat nikah sederhana, uang mending buat beli rumah
Soal bayar pajak kendaraan tanpa KTP pemilik lama, Korlantas Polri kunjungi Lembur Pakuan
Pemprov Jawa Barat akan gelar Festival Kabaya Sunda 2026 bulan depan
Kabar baik untuk sopir angkot di Jawa Barat, Dedi Mulyadi tawarkan kredit EV tanpa DP
Bayar pajak kendaraan masih harus ada KTP, KDM nonaktifkan Kepala Samsat Bandung
KDM: Bangun trotoar estetik di Jabar, istilah shelter ganti “pangiuhan”

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 01:35 WIB

Anggaran Rp68 miliar untuk perbaikan jalan rusak di Sukabumi akhirnya melayang

Kamis, 23 April 2026 - 17:31 WIB

Nyaris 100 ribu! Jawa Barat juara kasus perceraian se-Indonesia, ini kabupaten terbanyak

Sabtu, 18 April 2026 - 17:40 WIB

5 prioritas Jabar di Musrenbang RKPD 2027: Sekolah gratis hingga konektivitas wilayah

Rabu, 15 April 2026 - 13:27 WIB

KDM ajak Gen Z Jawa Barat nikah sederhana, uang mending buat beli rumah

Senin, 13 April 2026 - 20:31 WIB

Soal bayar pajak kendaraan tanpa KTP pemilik lama, Korlantas Polri kunjungi Lembur Pakuan

Berita Terbaru

Bendera Persib Bandung - sukabumiheadline.com

Venue

Ditahan draw Arema di GBLA, lampu merah buat Persib

Jumat, 24 Apr 2026 - 21:29 WIB