sukabumiheadline.com – Seorang warga negara asing (WNA) asal Singapura berinisial SS (80) dibunuh secara sadis di salah satu kamar di Perumahan Perumahan Bumi Mutiara Indah (BMI), Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Belakangan terungkap, jasadnya dicor semen, lalu dibuang ke bendungan di wilayah Cilacap, Jawa Tengah.
Polisi ungkap motif pembunuhan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cilacap menduga kuat aksi keji tersebut dipicu oleh rasa cemburu salah satu tersangka terhadap kedekatan korban SS dengan seorang perempuan bernama Lina berusia 40 tahun. Korban diketahui menjalin hubungan dekat dengan seorang perempuan yang telah memiliki pasangan.
Pasangan dari perempuan itulah yang diduga menjadi otak sekaligus pelaku dalam kasus ini.
“Motif sementara karena cemburu. Korban diduga memiliki hubungan dekat dengan seorang perempuan yang sudah memiliki pasangan, dan pasangan tersebut merupakan salah satu dari tiga tersangka,” ujar Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Budi Adhy Buono saat konferensi pers di Mapolresta Cilacap, Jumat (27/3/2026).
Jasad dicor semen
Korban yang sebelumnya dilaporkan hilang saat perjalanan dari Jakarta menuju Bogor, diduga diserang secara mendadak oleh para pelaku.
Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa maut tersebut terjadi pada 16 Februari 2026 sekira pukul 19.30 WIB di sebuah rumah di komplek perumahan BMI, Sukabumi.
Peran para pelaku terbagi secara sistematis. Tersangka berinisial H bertindak sebagai eksekutor yang memukul korban menggunakan batang bambu hingga lemas. Sementara tersangka K bertugas membekap mulut korban untuk mencegahnya berteriak.
“Setelah korban tak berdaya, tangan, kaki, hingga matanya dililit menggunakan lakban,” jelas Budi.
Kekejaman pelaku berlanjut dengan membungkus jasad korban menggunakan kain sprei dan plastik, lalu melapisi seluruh tubuh korban dengan adonan semen hingga mengeras.
Untuk menghilangkan jejak, para pelaku membungkus jasad korban dengan sprei dan plastik, lalu mengecor tubuh SS dengan semen. Para pelaku kemudian membawa jasad tersebut berkeliling selama sekira 30 menit menggunakan mobil.
Jasad dalam kondisi tercor itu kemudian dibawa menuju wilayah Jawa Tengah dan dibuang ke aliran Sungai Citanduy, Bendung Menganti, Kecamatan Wanareja, Cilacap, dengan harapan tidak akan pernah ditemukan.
Namun, siasat itu gagal setelah warga menemukan bungkusan mencurigakan mengapung di sungai pada Jumat (20/2/2026).
Penemuan ini segera ditindaklanjuti oleh Polresta Cilacap yang berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, mengingat sebelumnya terdapat laporan orang hilang atas nama korban yang berdomisili di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Satu tersangka buron
Hingga saat ini, Polresta Cilacap telah mengamankan dua tersangka. Namun, polisi masih melakukan pengejaran intensif terhadap satu tersangka lain yang terlibat dalam aksi pembunuhan WNA Singapura di Cilacap tersebut.
Meski motif asmara menjadi dugaan kuat, polisi menegaskan penyelidikan masih terus dikembangkan guna mengungkap kemungkinan adanya motif lain serta keterlibatan pihak-pihak tambahan.
“Ini masih kami dalami secara menyeluruh,” kata Kapolresta.
Ketiga pelaku diketahui sudah saling mengenal sejak lama karena pernah bekerja bersama.









