21.4 C
Sukabumi
Sabtu, April 13, 2024

Blueberry, sniper cantik Rusia pembantai tentara Ukraina

sukabumiheadline.com - Sosok Blueberry sangat misterius. Namun,...

Soal tangan buruh wanita asal Bojonggenteng Sukabumi putus, Latas: Disnaker harus proaktif

sukabumiheadline.com - Paskakecelakaan kerja yang terjadi di...

Persib Pernah Rugi Rp18 Miliar, Glenn Sugita Bos Maung Bandung Berharta Rp29 Triliun

EkonomiPersib Pernah Rugi Rp18 Miliar, Glenn Sugita Bos Maung Bandung Berharta Rp29 Triliun

sukabumiheadline.com l Perjalanan Persib Bandung yang menjelma jadi klub terkaya di Liga 1 Indonesia, dilalui dengan penuh perjuangan. Padahal, klub berjuluk Maung Bandung ini dan semua klub di Indonesia, nyaris kolaps setelah PT Liga Indonesia, melarang penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam menjalani kompetisi.

Alhasil, sejak musim kompetisi 2009/2010, PT Liga Indonesia (PT LIB), mewajibkan klub untuk mengubah statusnya menjadi badan hukum (profesional) dan tak lagi menggunakan dana APBD.

Sejak Permendagri Nomor 13/2006 yang direvisi menjadi Permendagri Nomor 59/2007 diterbitkan, Persib dan klub lain tak boleh lagi menerima dana APBD baik hibah maupun bantuan sosial secara berulang.

Atas kondisi itu, 36 Persatuan Sepakbola (PS) sebagai pemilik Persib, memberikan mandat kepada Walikota Bandung Dada Rosada agar Persib bisa tetap mengikuti kompetisi Liga Indonesia.

Tepat pada 20 Agustus 2009, Dada Rosada menggelar pertemuan di Pendopo Kota Bandung bersama elemen sepakbola seperti pengurus Persib, mantan pemain, pengamat, Bobotoh serta pejabat.

Pertemuan itu membahas masa depan tim yang kini diasuh oleh Bojan Hodak, harus berubah menjadi klub profesional.

Dari hasil musyawarah disepakatilah bahwa PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), menjadi perusahaan profesional yang menaungi Persib dalam menjalani kompetisi.

Menurut Komisaris PT PBB Umuh Muchtar, perjalanan Persib menjadi klub profesional melalui proses yang cukup berliku.

Diakuinya, jika pada 2008 lalu tidak ada yang mau membantu menangani dana untuk Persib, klub Bobotoh itu bisa tidak ikut kompetisi.

“Terus terang saja, saya memberanikan diri mengeluarkan dana demi kelangsungan Persib agar tetap berkiprah di kompetisi ISL,” ujar Umuh.

Pada tahun Pertama 2008, lanjut Umuh, Persib mengalami kerugian sebesar Rp18 miliar. Kemudian di tahun kedua, Rp15,5 miliar dan musim lalu rugi Rp13 miliar.

“Jika pada 2008 lalu Persib tidak dapat dana, bukan tak mungkin Persib langsung terdegradasi ke Divisi Utama,” katanya.

Sekian tahun berjalan, Persib menjadi klub yang banyak menarik minat para sponsorship untuk berinvestasi.

Banyaknya mitra kerja tersebut, membuat jersey Persib selalu penuh dengan logo perusahaan sebagai bentuk kerjasama.

Dikutip dari transfermarkt, Persib Bandung menjadi klub terkaya di Liga 1 2023/2024. Klub yang kini berusia 90 tahun itu, bisa mengumpulkan kekayaan dengan total uang Rp96,90 miliar per tanggal 13 September 2023.

Dengan pundi-pundi uang yang terus berdatangan, Persib Bandung berani mendatangkan beberapa pemain dengan label mahal.

Sosok Bos Persib Bandung, Glenn Sugita

Glenn Timothy Sugita, adalah sosok pemilik Persib Bandung. Pria tajir ini memiliki kekayaan diperkirakan mencapai Rp27,9 triliun.

Sebagai pebisnis, Glenn Sugita berhasil membuat Persib Bandung menjadi klub kaya karena bisa mendatangkan banyak sponsor.

Sebelum kehadiran Glenn Sugita yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT PBB ke Persib pada 2017, klub ini sempat akan bangkrut karena hanya mengandalkan APBD.

Glenn Sugita kemudian berhasil membuat Pieter Tanuri, Kiki Barki, Erick Thohir, hingga Patrick Waluyo membentuk konsorsium di Persib.

Setelah terbentuk, para pengusaha kelas kakap ini sepakat menyerahkan wakil konsorsium di klub kepada Glenn Sugita.

Setelah adanya konsorsium Persib mendapat sponsor nama-nama besar seperti Yomart, PT Daya Adira Mustika (Honda), Sozzis So Nice, Evalube, Bank BTPN, Alfamart, dan Corsa.

Glenn Sugita sendiri merupakan co founder Northstar group sebuah perusahaan pengelola dana terbesar di Asia Tenggara.

Northstar group mengelola dana lebih dari US$ 2,5 miliar atau setara dengan Rp35,87 triliun (kurs Rp 14.350/US$).

Sumber kekayaan Glenn Sugita lainnya adalah memegang jabatan penting di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk sebagai Wakil Presiden Komisaris.

Tak cukup sampai disitu, ia juga diketahui memegang posisi penting di berbagai perusahaan seperti PT Trikomsel Oke Tbk, PT Multistrada Arah Sarana Tbk dan lain sebagainya.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer