Proyek elektrifikasi jalur KRL Bogor-Sukabumi dikebut

- Redaksi

Minggu, 24 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line - Ilustrasi sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Proyek elektrifikasi jalur KRL rute Bogor–Sukabumi terus dikebut, dengan pemasangan jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) yang diperluas dari arah Stasiun Bogor. Perjalanan Commuterline lintas Bogor–Sukabumi ditargetkan mulai beroperasi pada 2026 untuk mempercepat mobilitas warga.

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, proyek elektrifikasi KRL Sukabumi sudah groundbreaking sejak 20 Mei 2026 lalu. Baca selengkapnya: Elektrifikasi jalur KRL Sukabumi mulai 20 Mei 2026, begini spesifikasi teknisnya

Direktur Operasional Danantara Dony Oskaria mengungkapkan rencana untuk memulai proyek elektrifikasi jalur kereta pada 20 Mei 2026 untuk rute Jakarta–Cikampek, Jakarta–Sukabumi, dan Jakarta–Cilegon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tahun ini, tepatnya pada 20 Mei, kami akan melakukan groundbreaking untuk elektrifikasi Jakarta–Cikampek, Jakarta–Sukabumi, dan juga Jakarta–Cilegon,” ujar Dony, Senin (4/5/2026) lalu.

Elektrifikasi disiapkan menyambung jalur dari Stasiun Bogor melewati jalur yang saat ini dilalui oleh KA Pangrango (seperti Cigombong, Cicurug, Parungkuda, dan Cibadak) hingga Stasiun Sukabumi.

Proyek elektrifikasi dan perluasan ini menjadi salah satu program strategis pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang pengerjaannya telah dimulai pada pertengahan tahun.

Dampak ekonomi konektivitas

Selain memperlancar mobilitas warga Sukabumi yang ingin menuju kawasan Bogor dan Jakarta, proyek ini ditujukan untuk menghidupkan pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang wilayah lintas daerah.

Spesifikasi teknis 

Ilustrasi pekerjaan proyek elektrifikasi jalur kereta - sukabumiheadline.com
Ilustrasi pekerjaan proyek elektrifikasi jalur kereta rel listrik atau KRL – sukabumiheadline.com

Untuk informasi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT PLN (Persero) telah menandatangani nota kesepahaman tentang rencana kerja sama elektrifikasi jalur kereta api di Auditorium Jakarta Railways Center, Senin (20/10/2025) lalu.

Kolaborasi strategis antara dua BUMN ini menjadi tonggak penting dalam percepatan elektrifikasi jalur kereta api nasional yang akan meningkatkan efisiensi, keandalan, serta mendukung target Net Zero Emission 2060.

Dikutip dari website Universitas Gunadarma, jaringan listrik KRL Commuter Line di Indonesia menggunakan sistem Listrik Aliran Atas (LAA) atau catenary system dengan arus searah (DC) bertegangan tinggi 1500 V.

“Daya listrik disuplai dari gardu traksi yang mengubah arus AC dari PLN menjadi DC, kemudian disalurkan melalui kabel atas ke kereta via pantograf,” katanya di jurnal berjudul Sistem Jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) pada Kereta Rel Listrik (KRL) di Resort 1.13 Bogor (PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu.

Berikut adalah poin penting mengenai jaringan listrik KRL:

  • Sistem: Menggunakan Listrik Aliran Atas (LAA) dengan tegangan searah (DC) sebesar 1500 Volt.
  • Komponen Utama: Terdiri dari kabel katenari (atas), messenger wire, dan kabel kontak yang menyalurkan listrik ke pantograf di atap kereta.
  • Sumber Daya: Listrik berasal dari PLN yang diturunkan tegangannya di gardu traksi.

Sistem ini ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar fosil secara langsung untuk penggeraknya.

Berita Terkait

Overview Jalan Tol Bocimi Seksi 3, BPJT: Progres konstruksi sudah 81,49%
Mori Hanafi nilai skema investasi dan masa konsesi Tol Bocimi kurang transparan
15 kecamatan terbanyak konsumen air bersih dan volume di Kabupaten Sukabumi
Hari ini Pertamax naik dari Rp12.300 jadi Rp16.250, cek daftar harga BBM terbaru
5 dampak positif jika KRL Jakarta-Sukabumi sudah beroperasi
Dirut PT KAI bocorkan rencana lain di balik proyek KRL Bogor-Sukabumi
WIFI milik adik Prabowo jual internet Rp100.000
Pemerintah ungkap alasan utama bangun Jalan Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:34 WIB

Overview Jalan Tol Bocimi Seksi 3, BPJT: Progres konstruksi sudah 81,49%

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:21 WIB

Mori Hanafi nilai skema investasi dan masa konsesi Tol Bocimi kurang transparan

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:26 WIB

15 kecamatan terbanyak konsumen air bersih dan volume di Kabupaten Sukabumi

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:34 WIB

Hari ini Pertamax naik dari Rp12.300 jadi Rp16.250, cek daftar harga BBM terbaru

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:43 WIB

5 dampak positif jika KRL Jakarta-Sukabumi sudah beroperasi

Berita Terbaru

Ilustrasi penumpang pesawat di bandara - sukabumiheadline.com

Internasional

Pulang dari Jepang ke RI kini harus bayar pajak Rp332 ribu

Minggu, 14 Jun 2026 - 11:30 WIB

VinFast Flazz Max - VinFast

Otomotif

VinFast Flazz Max, skutik murah dan tak perlu punya SIM

Sabtu, 13 Jun 2026 - 12:38 WIB