Hampir 70% perusahaan di Indonesia memutuskan tolak rekrut pegawai baru

- Redaksi

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi direktur perusahaan sedang stres - sukabumiheadline.com

Ilustrasi direktur perusahaan sedang stres - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Hampir 70% perusahaan mengaku tidak berencana merekrut pegawai baru. Hal itu diungkap Ketua Komite Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Bob Azam.

Dalam Rapat Panitia Kerja pembahasan RUU Ketenagakerjaan dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (14/4/2026), Bob Azam menyatakan kondisi tersebut tentu harus menjadi perhatian bersama.

“67% perusahaan itu tidak berniat untuk melakukan rekrutmen baru. Nah ini yang menurut kita juga salah satu hal yang perlu diperhatikan. Hasil survei kita juga di Apindo saat ini, 50% perusahaan itu enggak punya rencana untuk ekspansi dalam 5 tahun ke depan. Ini juga jadi perhatian kita,” papar Bob.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ilustrasi pengangguran di Indonesia sedang mencari pekerjaan - sukabumiheadline.com
Ilustrasi pengangguran di Indonesia sedang mencari pekerjaan – sukabumiheadline.com

Menurutnya, hal ini mencerminkan iklim investasi dalam negeri yang belum optimal khususnya pada sektor padat karya yang justru semakin ditinggalkan. Padahal menurutnya, sektor tenaga kerja dalam negeri masih didominasi oleh kelompok menengah ke bawah yang sangat bergantung pada sektor tersebut.

“Kita berharap bahwa FDI [investasi asing] masuk, padat modal silakan, tapi juga padat karya juga jangan sampai dilupakan,” pintanya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti seringnya terjadi perubahan regulasi sehingga turut berpengaruh kepada kepastian dunia usaha. Padahal menurutnya, dunia harus membuat kontrak jangka panjang agar semakin panjang kontrak yang ditetapkan, maka akan semakin baik khususnya untuk menjamin pekerjaan bagi si tenaga kerja.

“Tetapi kalau regulasinya berubah, kami kesulitan untuk menghitung sebenarnya berapa sih biaya tenaga kerja kita katakanlah untuk 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun ke depan. Nah ini juga sangat menyulitkan bagi dunia usaha,” tegasnya.

Apindo berharap RUU Ketenagakerjan baru yang akan disahkan nantinya tidak hanya berfokus pada perlindungan pekerja, tetapi juga mampu menciptakan keseimbangan dengan kepentingan dunia usaha dan pencari kerja.

Berita Terkait

Langkah ini diambil Pertamina Patra Niaga respons kasus penimbun BBM di Sukabumi
Perkuat infrastruktur listrik di selatan Sukabumi buka peluang investasi
Ke Jakarta cuma butuh Rp14 ribu! Kapan warga Cicurug Sukabumi berangkat kerja naik KRL?
Daftar AMDK paling digemari Gen Z, bukan AQUA juaranya
Naik 575%, perdagangan saham NexAI milik bos Persib dihentikan BEI
PLN IP PLTP Gunung Salak Sukabumi kembangkan aset karbon
Bioskop Alfamart Sukabumi resmi dibuka, punya 2 studio, cek lokasi dan harga tiket
Re-energize GI Jampang Kulon Sukabumi diklaim mampu dorong investasi

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:18 WIB

Langkah ini diambil Pertamina Patra Niaga respons kasus penimbun BBM di Sukabumi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Perkuat infrastruktur listrik di selatan Sukabumi buka peluang investasi

Kamis, 24 September 2026 - 03:19 WIB

Ke Jakarta cuma butuh Rp14 ribu! Kapan warga Cicurug Sukabumi berangkat kerja naik KRL?

Sabtu, 12 September 2026 - 15:17 WIB

Daftar AMDK paling digemari Gen Z, bukan AQUA juaranya

Rabu, 9 September 2026 - 19:04 WIB

Naik 575%, perdagangan saham NexAI milik bos Persib dihentikan BEI

Berita Terbaru

Rokok elektrik atau vape - sukabumiheadline.com

Hikmah

Kapolri minta MUI haramkan vape

Minggu, 18 Okt 2026 - 19:34 WIB