Miris, warga Sukabumi mulai makan tabungan

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi nasabah melakukan transaksi di bank - sukabumiheadline.com

Ilustrasi nasabah melakukan transaksi di bank - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Hasil kajian Mandiri Institute bertajuk Demograpihic Insight: Dinamika Kelas Menengah di 2025, mengungkap penurunan kelas menengah masih terus terjadi hingga tahun lalu, di mana jumlah kelas menengah pada 2025 telah turun 1,1 juta orang, menjadi 46,7 juta orang.

Jumlah kelas menengah yang turun kelas ke dalam kategori aspiring middle class ini pun lebih dalam dibanding 2024 yang turun kelas sebanyak 400 ribu orang.

Makan tabungan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masalah ini diiringi dengan terus munculnya data makan tabungan oleh masyarakat, termasuk saat momentum hari raya keagamaan pada tahun ini. Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI) pada Maret 2026, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) turun dari 17,7% menjadi 17,6%.

Sementara itu, hasil kajian BCA Economic & Industry Research juga menunjukkan kenaikan transaksi konsumen bulan lalu tampaknya didahului oleh penurunan saving rate, yang menunjukkan konsumsi lebih banyak ditopang oleh pengurangan bantalan keuangan rumah tangga, bukan oleh pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat.

Indikasinya terlihat dari menurunnya porsi kepemilikan rumah tangga dan reksa dana pada aset finansial. Pada instrumen surat berharga negara (SBN), porsinya turun dari 12,3% menjadi 11,8% pada Maret 2026. Sementara pada ekuitas atau saham, porsinya turun lebih dalam dari 18,0% menjadi 16,6%.

Melambatnya pembelian paper assets mengindikasikan bahwa rumah tangga mengalokasikan lebih banyak sumber daya yang ada untuk kebutuhan konsumsi selama Ramadan, sebab indeks belanja konsumen BCA atau BCA Consumer Spending Index sempat menyentuh puncaknya di 2026 di level 132,7.

Angka tersebut lebih tinggi dibanding puncak Ramadan 2025 yang berada di 129,8 namun lebih rendah dibandingkan 2024 yang tercatat.

Warga Sukabumi mulai makan tabungan

Ilustrasi UMKM mengajukan pinjaman modal ke bank - sukabumiheadline.com
Ilustrasi nasabah dan teller bank – sukabumiheadline.com

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah tabungan dan pinjaman warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, hingga akhir Desember 2025, dari Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat.

Data di bawah menunjukkan bahwa jumlah tabungan warga Kabupaten Sukabumi di bank terus mengalami penurunan dalam 3 tahun terakhir. Di sisi lain, jumlah pinjaman warga Kabupaten Sukabumi ke bank pada tiga tahun terakhir justru lebih besar dan mengalami kenaikan.

Posisi Simpanan Masyarakat Rupiah dan Valuta Asing pada Bank Umum dan Bank BPR di Kabupaten Sukabumi, 2023-2025, dikutip sukabumiheadline.com, dari data Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat, Kamis (30/4/2026), menunjukkan penurunan dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2023 simpanan warga Kabupaten Sukabumi tercatat sebesar Rp9.007.436.000 (Rp9 miliar lebih). Jumlah tersebut turun menjadi Rp8.533.250.000 pada 2024, dan kembali turun menyisakan Rp8.375.019.000 pada 2025. Baca selengkapnya: Menghitung jumlah tabungan warga Sukabumi di bank, lebih doyan pinjam


Dilarang republikasi artikel Rubrik Headline tanpa seizin Redaksi sukabumiheadline.com

Berita Terkait

Profil Wilhelmina, Ratu Belanda yng enggan melihat warga Sukabumi bahagia
Jumlah PHK di Sukabumi Juni 2026, nasional 32.389 kasus, terbanyak Jawa Barat
9 tahun menanti ganti rugi Jalan Tol Bocimi, warga Sukabumi meninggal dunia, rumah mau ambruk
Jomplang! Setiap 26 ribu jiwa perempuan Kota Sukabumi diwakili satu anggota DPRD
Melawan kampanye “marriage is scary”, Gen Z Sukabumi malah terbentur tradisi
Top 10 kecamatan lumbung padi Sukabumi, bandingkan dengan Jawa Barat dan Indonesia
Luas panen sayuran dan buah di Sukabumi menyusut meskipun ada program MBG
5 Wanita Sukabumi ungkap alasan bersedia jadi istri kedua

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 04:52 WIB

Profil Wilhelmina, Ratu Belanda yng enggan melihat warga Sukabumi bahagia

Senin, 20 Juli 2026 - 01:50 WIB

Jumlah PHK di Sukabumi Juni 2026, nasional 32.389 kasus, terbanyak Jawa Barat

Rabu, 15 Juli 2026 - 00:01 WIB

9 tahun menanti ganti rugi Jalan Tol Bocimi, warga Sukabumi meninggal dunia, rumah mau ambruk

Selasa, 14 Juli 2026 - 04:23 WIB

Jomplang! Setiap 26 ribu jiwa perempuan Kota Sukabumi diwakili satu anggota DPRD

Minggu, 12 Juli 2026 - 01:35 WIB

Melawan kampanye “marriage is scary”, Gen Z Sukabumi malah terbentur tradisi

Berita Terbaru

Penduduk Tepi Barat Palestina - Ist

Internasional

Israel larang warga Palestina punya kamar mandi sendiri

Rabu, 22 Jul 2026 - 14:50 WIB

Ilustrasi Bhabinkamtibmas dan Babinsa dilibatkan menagih pajak - sukabumiheadline.com

Regulasi

TNI dan polisi dilibatkan tagih pajak ke warga

Rabu, 22 Jul 2026 - 00:39 WIB