Terbesar di Sukabumi, 184 hektare hutan terbakar di Jawa Barat

- Redaksi

Minggu, 23 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi aktivitas pemadam kebakaran hutan - sukabumiheadline.com

Ilustrasi aktivitas pemadam kebakaran hutan - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Kabupaten Sukabumienkadi daerah dengan peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbesar di Jawa Barat. Demikian dikutip dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Ahad (23/8/2026).

Adapun total luas hutan dan lahan terbakar di Jawa Barat, adalah 184,07 hektare dengan 121 kejadian karhutla yang menghanguskan 184,07 hektare lahan di 19 kabupaten dan kota di Tatar Pasundan.

Dari jumlah tersebut, seperempat di antaranya berada di Sukabumi. Menurut catatan BPBD Jabar, luas karhutla di Sukabumi mencapai 49,20 hektare, tersebar di 11 kecamatan dengan 12 kejadian karhutla.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Besarnya luasan lahan yang terbakar di Sukabumi mengindikasikan bahwa kebakaran di wilayah tersebut cenderung terjadi pada area yang lebih luas dibandingkan daerah lain.

Sementara itu, di posisi kedua terluas peristiwa karhutla, Kabupaten Kuningan dengan 22,40 hektare. Kabupaten Sumedang berada di posisi ketiga dengan 21,68 hektare, disusul Kabupaten Cirebon 20,73 hektare di posisi keempat. Kabupaten Bandung dan Majalengka masing-masing mencatat luas lahan terbakar 16,50 hektare dan 16,48 hektare, di posisi kelima dan keenam.

Subang juga masuk dalam kelompok daerah dengan aktivitas karhutla cukup tinggi. Kabupaten ini mencatat 10 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 9,53 hektare. Sementara Purwakarta mengalami 9 kejadian dan Kuningan 8 kejadian.

Untuk informasi, dua wilayah yang paling menonjol, yakni Kabupaten Sumedang sebagai daerah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak, dan Sukabumi mencatat luas lahan terbakar terbesar.

Untuk kategori peristiwa terbanyak, Kabupaten Sukabumi menempati posisi keempat di bawah Sumedang, Kabupaten Bandung, dan Majalengka.

Asap tebal mengganggu pernapasan, ekosistem dan habitat satwa rusak parah, serta kerugian finansial akibat matinya tanaman, biaya pemadaman, dan lumpuhnya aktivitas wisata atau transportasi.

Dengan peristiwa ini, Sukabumi mengalami kerugian terbesar akibat kebakaran hutan, dari kesehatan manusia, lingkungan, dan ekonomi.

Berita Terkait

Daftar pejabat kapolri, pertama era kolonial hingga Suyudi Ario Seto
Hari Perumahan Nasional: Potret buram rumah layak huni Kota Sukabumi di bawah 40%
UU Pengaturan Reforma Agraria disahkan, SPI Sukabumi: Kado Hari Tani, jangan militeristik
7 kronologi pelecehan seksual PNS Dishub Kabupaten Sukabumi terhadap 3 siswi PKL
7 penampakan Jembatan Cipamatutan Sukabumi: Lapuk, kumuh dan rawan ambruk
Yongjin dan Yakjin masuk, ini daftar pabrik garmen tertua di Sukabumi
Intip kapasitas, profil dan pemilik saham Star Energy Geothermal Salak Sukabumi
Membanding panjang garis pantai Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia, dan dunia

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Daftar pejabat kapolri, pertama era kolonial hingga Suyudi Ario Seto

Senin, 28 September 2026 - 12:00 WIB

Hari Perumahan Nasional: Potret buram rumah layak huni Kota Sukabumi di bawah 40%

Rabu, 23 September 2026 - 17:23 WIB

UU Pengaturan Reforma Agraria disahkan, SPI Sukabumi: Kado Hari Tani, jangan militeristik

Rabu, 23 September 2026 - 16:39 WIB

7 kronologi pelecehan seksual PNS Dishub Kabupaten Sukabumi terhadap 3 siswi PKL

Senin, 21 September 2026 - 01:30 WIB

7 penampakan Jembatan Cipamatutan Sukabumi: Lapuk, kumuh dan rawan ambruk

Berita Terbaru

Ilustrasi pelaku UMKM sedang menjahit pakaian - sukabumiheadline.com

Jawa Barat

Sukabumi masuk Top 10 IID versi BSKDN

Sabtu, 3 Okt 2026 - 14:00 WIB