sukabumiheadline.com – Pengeluaran perkapita pria dan wanita warga Kota dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terungkap fakta ternyata laki-laki lebih boros ketimbang perempuan. Menurut data tahun 2025, pengeluaran perkapita perempuan Sukabumi hanya sekira 60-70 persen dari pengeluaran laki-laki.
Untuk diketahui, pengeluaran per kapita adalah rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh setiap orang atau penduduk untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik berupa makanan maupun bukan makanan, dalam suatu wilayah dan periode tertentu.
Mengutip dari laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS), secara sederhana per kapita berarti “per kepala” atau “per orang”. Angka ini dihitung dengan membagi total pengeluaran seluruh anggota rumah tangga dengan jumlah anggota di dalamnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun cakupan pengeluaran perkapita mencakup kebutuhan makanan (seperti bahan makanan, makanan jadi, minuman, dan rokok) serta bukan makanan (seperti pakaian, listrik, pendidikan, dan kesehatan).
Untuk informasi, setiap pengeluaran sering kali disesuaikan dengan tingkat inflasi atau daya beli (paritas daya beli) agar, nilai riil dari kemampuan konsumsi masyarakat terlihat akurat.
Membanding pengeluaran perkapita penduduk Sukabumi

Dikutip sukabumiheadline.com dari data Pengeluaran per Kapita Kabupaten/Kota Menurut Jenis Kelamin (Tahun) dari BPS 2025, Jumat (27/8/2026), pengeluaran perkapita penduduk Jawa Barat menurut jenis kelamin adalah laki-laki Rp17.443.000 dan perempuan Rp9.001.000 per tahun.
Sementara itu, pengeluaran perkapita penduduk laki-laki Kabupaten Sukabumi adalah Rp14.985.000 dan perempuan Rp7.718.000 per tahun. Angka tersebut setara dengan Rp1.248.750 (laki-laki) dan Rp643.167 (perempuan) per bulan.
Sedangkan pengeluaran perkapita warga Kota Sukabumi, laki-laki Rp17.614.000 dan perempuan Rp11.602.000 per tahun. Angka tersebut setara dengan Rp1.467.833 (laki-laki) dan Rp966.833 (perempuan) per bulan.
Kegunaan DataMengukur Kesejahteraan: Menjadi tolok ukur standar hidup layak dan daya beli masyarakat.Indikator Ekonomi: Dipakai sebagai salah satu komponen penting dalam menghitung Indeks Pembangunan Manusia (IPM).Pemetaan Sosial: Membantu melihat perbandingan tingkat ekonomi antara kelompok masyarakat miskin dan kaya.









