sukabumiheadline.com – Kawasan UNESCO Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu terpilih sebagai salah satu tuan rumah ajang Geopark Run Series 2026-2027, sebuah event lari dengan jarak 5K, 10K, dan 21K (half marathon) yang akan digelar dengan target lebih dari seribu peserta.
Event ini menjadi tahun kedelapan Geopark Run Series digelar. Pada 2019 lalu, Geopark Ciletuh-Palabuhanratu juga terpilih menjadi tuan rumah bersama Geopark Ranah Minang di Bukittinggi Provinsi Sumatra Barat. Sementara untuk tahun ini, event akan diadakan di empat titik yaitu Geopark Ijen Banyuwangi (Jawa Timur), Geopark Ranah Minang (Sumatera Barat), Geopark Ciletuh-Palabuhanratu (Jawa Barat), dan Geopark Belitong (Bangka-Belitung).
Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana menyambut baik pelaksanaan Geopark Run Series 2026-2027 yang menurutnya akan meningkatkan daya tarik geopark Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dirinya yakin, kegiatan ini akan menjadi pendongkrak kunjungan wisata minat khusus yakni sport tourism.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Geopark Run Series menghadirkan konsep yang mengintegrasikan olahraga lari, promosi destinasi geopark Indonesia, serta pemberdayaan masyarakat sekitar dengan semangat inklusivitas dan keberlanjutan. Ini adalah langkah nyata dalam memperkuat pengembangan sports tourism di Indonesia,” ucap Menpar RI.

Jadwal Geopark Run Series 2026-2027
- 23 Agustus 2026
Ijen Geopark Run Series - 1 November 2026
Minang Geopark Run Series - 17 Januari 2027
Ciletuh Geopark Run Series. Daftar di sini - 18 April 2027
Belitong Geopark Run Series
Sport tourism
Menurut data Kemenpar RI, sport tourism kini menjadi salah satu pilar penting dalam program pariwisata berkualitas yang terus dikembangkan pemerintah. Berdasarkan data UN Tourism, sport tourism menyumbang sekitar 10 persen dari total belanja wisata global pada 2023 dan diproyeksikan tumbuh hingga 17,5 persen pada periode 2023–2030.
Potensi tersebut semakin diperkuat dengan tren wisata global. Survei Expedia menunjukkan sebanyak 44 persen wisatawan bersedia bepergian ke luar negeri demi menghadiri ajang olahraga favorit mereka. Wisatawan olahraga juga dikenal sebagai high spenders dengan rata-rata pengeluaran mencapai 1.500 dolar AS atau sekitar Rp24 juta per kunjungan.
“Dampaknya tidak hanya mendorong pergerakan wisatawan, tetapi juga memperpanjang lama tinggal wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal mulai dari sektor akomodasi, transportasi, kuliner, hingga pengusaha UMKM di sekitar destinasi,” jelas Menpar RI.
Kegiatan ini juga disambut antusias oleh Wakil Bupati Sukabumi Andreas. Dirinya yakin Geopark Run Series bakal membawa pengaruh positif bagi pariwisata Sukabumi.
“Kami berharap Geopark Run ini bisa membangkitkan ekonomi sekaligus mengenalkan Sukabumi jauh lebih baik lagi. Jangan sampai ada citra Sukabumi itu bencana, padahal Sukabumi memiliki alam yang indah dan menjadi daya tarik bagi pariwisata,” ungkapnya.









