Perusahaan Kaesang Pangarep terlilit kredit macet bank Rp2,8 triliun

- Redaksi

Rabu, 8 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep - Ilustrasi sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) yang sebagian sahamnya dimiliki Kaesang Pangarep dikabarkan menghadapi masalah kredit macet, sehingga mengajukan restrukturisasi pinjaman kepada sejumlah bank setelah menghadapi tekanan likuiditas dan keterbatasan modal kerja.

Untuk diketahui, saham PMMP antara lain dimiliki PT Harapan Bangsa Kita (HBK), yakni perusahaan milik Kaesang Pangarep, tercatat memiliki 188,24 juta saham.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), PMMP, emiten pengolahan hasil perikanan ini memiliki kewajiban kredit kepada PT Bank Permata Tbk, dengan outstanding US$53,12 juta atau sekitar Rp953,4 miliar (kurs Rp17.948 per dolar AS), ditambah fasilitas sebesar Rp5,49 miliar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Perseroan juga memiliki utang kepada PT Bank Central Asia Tbk sebesar US$40,29 juta atau sekitar Rp723 miliar, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia sebesar US$30,71 juta atau sekitar Rp551,2 miliar, serta PT Bank SMBC Indonesia Tbk sebesar US$22,8 juta atau sekitar Rp409,1 miliar.

Tak hanya itu, perusahaan yang sekira 7,27 persen sahamnya dimiliki PT HBk itu juga memiliki pinjaman kepada PT Bank Maspion Indonesia Tbk sebesar US$7,21 juta atau Rp129,4 miliar dan PT Bank Resona Perdania sebesar US$5,99 juta atau sekitar Rp107,5 miliar.

“Saldo tersebut di atas di luar hutang bunga,” tulis manajemen PMMP.

Diakui pihak Perseroan, akibat kendala modal kerja membuat perusahaan butuh sekira US$15 juta atau setara Rp269,1 miliar untuk menjalankan operasional perusahaan. Karenanya, saat ini PMMP hanya mengoperasikan satu pabrik di Situbondo.

Alhasil, untuk memenuhi permintaan ekspor, perusahaan membeli produk jadi dari perusahaan lain dengan skema pembayaran setelah hasil ekspor diterima.

“Sementara ini perseroan membeli produk jadi dari perusahaan lain dengan pembayaran di belakang setelah hasil ekspor diterima oleh perseroan,” tulis manajemen.

Sementara itu, akibat lain terjadinya penurunan kapasitas produksi juga berdampak pada efisiensi tenaga kerja. Terhitung sejak 2024 PMMP telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 37 karyawan staf dan 79 pekerja harian, serta 82 staf sudah mengundurkan diri.

Berita Terkait

Jumlah kursi dikurangi, naik KA Pangrango Bogor-Sukabumi makin nyaman
KAI bangun KRL Sukabumi untuk dukung pembangunan Disneyland
Ternyata harga Pertamax Turbo pernah dijual Pertamina semurah ini
Bioskop Alfamart Sukabumi segera dibangun, ini kelebihan dan kekurangannya
Bus bintang 5 yang melayani liburan warga Sukabumi-Yogyakarta dan Surabaya
Bioskop Alfamart segera hadir di Sukabumi, harga tiket cuma Rp15 ribu
Merinci volume produksi hasil perkebunan di Sukabumi, kelapa juara
10 produk Israel yang dijual di Indonesia, kenali yuk!

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:19 WIB

Jumlah kursi dikurangi, naik KA Pangrango Bogor-Sukabumi makin nyaman

Kamis, 23 Juli 2026 - 04:02 WIB

KAI bangun KRL Sukabumi untuk dukung pembangunan Disneyland

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:04 WIB

Ternyata harga Pertamax Turbo pernah dijual Pertamina semurah ini

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:47 WIB

Bioskop Alfamart Sukabumi segera dibangun, ini kelebihan dan kekurangannya

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:56 WIB

Bus bintang 5 yang melayani liburan warga Sukabumi-Yogyakarta dan Surabaya

Berita Terbaru

Selfi Nafilah tampil berhijab - Instagram

Hikmah

Artis asal Sukabumi diselimuti duka

Selasa, 28 Jul 2026 - 02:23 WIB

Puncak Habibie terbakar - Ist

Sukabumi

Puncak Habibie Sukabumi terbakar, kobaran api kian meluas

Senin, 27 Jul 2026 - 22:36 WIB