sukabumiheadline.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono akhirnya berkunjung ke Iran dan diterima Menteri Luar Negeri Seyyed Abbas Araghchi. Pertemuan digelar di sela-sela rangkaian pemakaman dan penghormatan terakhir kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei di Mashhad, Iran.
Kehadiran Sugiono tidak sendiri, ia datang bersama Ketua MPR Ahmad Muzani beserta delegasi ulama Indonesia yakni Ketua Umum (Ketum) PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafiq A Mughni.
Dalam keterangan tertulis di laman resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu), dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai komitmen untuk terus memperkuat hubungan Indonesia–Iran melalui peningkatan kerja sama yang lebih konkret di berbagai bidang prioritas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sugiono juga mendorong optimalisasi mekanisme bilateral yang telah ada guna memajukan implementasi berbagai kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.
“Kedua menteri turut bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi regional dan global, serta menegaskan pentingnya penyelesaian berbagai konflik melalui dialog, diplomasi, penghormatan terhadap kedaulatan negara serta hukum internasional,” tulis Kemlu, dikutip Sabtu (11/6/2026).
Sementara itu, Ketua Umum PBNU dan Ketua PP Muhammadiyah juga membawa misi perdamaian dan solidaritas antarnegara. Keterlibatan tokoh-tokoh ini mencerminkan penghormatan mendalam dari seluruh elemen bangsa Indonesia untuk masyarakat Iran.
“Delegasi juga bertemu Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat diplomasi parlemen, meningkatkan pertukaran antarparlemen, serta mempererat hubungan antar masyarakat sebagai fondasi penting bagi kemitraan Indonesia–Iran,” lanjut Kemlu.
Pemerintah Iran menyampaikan undangan kepada Pemerintah Indonesia untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Ayatollah Seyyed Ali Khamenei di kompleks Makam Imam Reza, Mashhad.
“Delegasi Indonesia merupakan delegasi resmi pertama yang memberikan penghormatan di makam mendiang,” katanya.
Kunjungan yang dilakukan di tengah semakin dinamisnya situasi di kawasan mencerminkan eratnya hubungan persahabatan Indonesia dan Iran yang telah terjalin selama puluhan tahun.
Kehadiran delegasi Indonesia juga menegaskan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif dalam membangun kemitraan dengan seluruh negara serta mendorong perdamaian, stabilitas, dan kerja sama internasional.
Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, pemerintah Iran menyampaikan undangan kepada Pemerintah Indonesia untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.
Kemenlu RI pada awalnya hanya mengurus Duta Besar RI di Tehran, Rolliansyah Soemirat. Kritik pun bermunculan, termasuk dari mantan Menlu era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Dino Patti Djalal.
Sementara itu, Rolliansyah Soemirat juga dikabarkan sempat ditolak otoritas setempat saat menghadiri pemakaman Ali Khamenei, karena pemerintah Iran hanya menerima tamu undangan di atas dubes. Di sisi lain, video ucapan duka cita dari Presiden RI ke-6 Megawati Soekarnoputri disiarkan stasiun televisi nasional Iran.
Namun, Sugiono kemudian menyampaikan rencana berkunjung ke Iran untuk menghadiri pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, bersama Ketua MPR RI, Ahmad Muzani.
Namun, Iran kemudian menyampaikan telah menutup ruang udaranya dan penerbangan dibatasi akibat operasi militer AS serta prosesi pemakaman akbar Ayatollah Ali Khamenei. Alhasil, bandara-bandara utama seperti di Teheran dan Mashhad menghentikan operasionalnya.
Seiring berakhirnya rangkaian pemakaman tersebut, pembukaan kembali wilayah udara masih terus dievaluasi dan berpotensi mengalami gangguan.









