Cita-cita jadi bidan, akuntan, atau perawat? Ini daftar prodi terbanyak ditutup di 2026

- Redaksi

Selasa, 9 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mahasiswa berkumpul dan diskusi di depan kampus - sukabumiheadline.com

Ilustrasi mahasiswa berkumpul dan diskusi di depan kampus - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Sepanjang tahun 2026, terdapat 122 program studi (prodi) yang resmi ditutup atas usulan perguruan tinggi penyelenggaranya. Penutupan melibatkan prodi di berbagai kampus, baik perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS).

Pada 2026, sebagaimana paparan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), sejumlah program diploma mendominasi daftar jurusan yang paling banyak dihentikan penyelenggaraannya tahun ini.

Penutupan prodi bukan berarti suatu bidang ilmu tidak lagi dibutuhkan. Dalam banyak kasus, keputusan tersebut biasanya berkaitan dengan evaluasi kampus terhadap jumlah peminat, kebutuhan industri, efektivitas penyelenggaraan, hingga strategi pengembangan institusi pendidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ilustrasi suasana belajar di kampus - sukabumiheadline.com
Ilustrasi suasana belajar di kampus – sukabumiheadline.com

Kemdiktisaintek mencatat bahwa seluruh penutupan prodi pada 2026 dilakukan berdasarkan permintaan atau usulan dari perguruan tinggi yang bersangkutan.

Dengan kata lain, kebijakan tersebut bukan merupakan penghentian sepihak dari pemerintah, melainkan bagian dari penyesuaian yang dilakukan masing-masing kampus. Fenomena penutupan program studi sebenarnya bukan hal baru dalam dunia pendidikan tinggi.

Seiring perubahan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan teknologi, perguruan tinggi sering melakukan evaluasi terhadap jurusan yang memiliki jumlah mahasiswa terbatas atau dianggap perlu direstrukturisasi.

Menariknya, dari program studi yang paling banyak ditutup pada 2026, tidak terdapat jurusan kependidikan. Hal ini menunjukkan bahwa penutupan lebih banyak terjadi pada program studi vokasi maupun bidang tertentu yang mengalami perubahan tren peminatan.

Dengan melihat daftar prodi yang paling banyak ditutup 2026, calon mahasiswa sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan popularitas jurusan saat memilih prodi.

Namun penting memahami perkembangan kebutuhan industri, kebijakan pendidikan, serta prospek jangka panjang dari bidang ilmu yang ingin dipelajari agar keputusan memilih jurusan menjadi lebih tepat dan relevan dengan masa depan.

Daftar prodi terbanyak ditutup

Ilustrasi suasana mahasiswa sedang diskusi di lingkungan kampus - sukabumiheadline.com
Ilustrasi suasana mahasiswa sedang diskusi di lingkungan kampus – sukabumiheadline.com

Berikut adalah daftar prodi paling banyak ditutup di sepanjang 2026:

  1. D3 Kebidanan: Program Diploma Tiga Kebidanan menjadi salah satu jurusan yang paling banyak ditutup sepanjang tahun ini, sebanyak 16 lokasi. Perubahan kebutuhan tenaga kesehatan serta penyesuaian standar pendidikan di bidang kesehatan disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perkembangan program studi ini.
  2. D3 Manajemen Informatika: Jurusan ini selama bertahun-tahun menjadi pilihan populer di bidang teknologi. Namun perkembangan industri digital yang semakin kompleks membuat banyak kampus mulai mengarahkan fokus pada program studi teknologi dengan cakupan yang lebih luas.
  3. D3 Akuntansi: Program Diploma Tiga Akuntansi juga masuk dalam daftar jurusan yang paling banyak dihentikan penyelenggaraannya. Meski bidang akuntansi tetap dibutuhkan dunia kerja, sejumlah kampus melakukan penyesuaian terhadap bentuk dan jenjang program yang ditawarkan.
  4. D3 Teknik Komputer: Jurusan ini menjadi salah satu program vokasi yang cukup terdampak perubahan kebutuhan industri teknologi. Banyak perguruan tinggi mulai mengembangkan program baru yang lebih sesuai dengan perkembangan kecerdasan buatan, data, dan transformasi digital.
  5. S1 Manajemen Retail: Program Sarjana Manajemen Retail turut masuk dalam daftar jurusan yang paling banyak ditutup. Perubahan pola bisnis dan perkembangan perdagangan digital membuat sejumlah kampus melakukan evaluasi terhadap program studi ini.
  6. D3 Keuangan dan Perbankan: Bidang keuangan tetap memiliki prospek kerja yang luas, namun beberapa kampus memilih melakukan restrukturisasi atau penggabungan program studi yang memiliki rumpun ilmu serupa.
  7. D3 Keperawatan: Selain kebidanan, program Diploma Tiga Keperawatan juga termasuk jurusan yang paling banyak dihentikan. Perubahan kebijakan pendidikan tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor yang kerap memengaruhi penyelenggaraan program ini.
  8. S1 Matematika: Program Sarjana Matematika juga tercatat masuk dalam kelompok program studi yang paling banyak ditutup pada 2026. Meskipun demikian, bidang matematika tetap menjadi dasar penting bagi berbagai disiplin ilmu, termasuk teknologi, data, dan keuangan.

Berita Terkait

Dominasi Muhammadiyah, 10 kampus swasta terbaik di Indonesia 2026 versi Webometrics
Syarat masuk SD 2026: Tak wajib berusia 7 tahun, punya ijazah TK dan tanpa tes calistung
Ini lho 10 SMK terbaik di Jabar berdasarkan rerata nilai UTBK 2025
Jadwal SPMB Sekolah Maung non-jalur domisili, optimalkan pendidikan siswa berprestasi di Sukabumi
Daftar SMA negeri dengan Nilai TKA Tertinggi di Jawa Barat, tak satupun dari Sukabumi
5 SMA dari Sukabumi masuk Top 50 SMAS Terbaik di Jawa Barat 2026 menurut TKA
Profil 2 SMA di Sukabumi diubah jadi Sekolah Maung: Sejarah sekolah dan alumni populer
Riset: Dampak sosial dan ekonomi kehadiran Jalan Tol Bocimi bagi warga Sukabumi
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 06:30 WIB

Cita-cita jadi bidan, akuntan, atau perawat? Ini daftar prodi terbanyak ditutup di 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:22 WIB

Dominasi Muhammadiyah, 10 kampus swasta terbaik di Indonesia 2026 versi Webometrics

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:08 WIB

Syarat masuk SD 2026: Tak wajib berusia 7 tahun, punya ijazah TK dan tanpa tes calistung

Minggu, 24 Mei 2026 - 02:17 WIB

Ini lho 10 SMK terbaik di Jabar berdasarkan rerata nilai UTBK 2025

Selasa, 19 Mei 2026 - 07:00 WIB

Jadwal SPMB Sekolah Maung non-jalur domisili, optimalkan pendidikan siswa berprestasi di Sukabumi

Berita Terbaru