sukabumiheadline.com – Jawa Barat jadi primadona penerima pembangunan jalur bebas hambatan terbanyak di Indonesia. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2025.
Beleid tersebut berisi tentang Perubahan Kedelapan atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Berikut daftar 13 koridor jalan tol baru di wilayah Jawa Barat yang diintegrasikan ke dalam program PSN, adalah sebagai berikut:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Jalan Tol Ciawi – Sukabumi – Ciranjang – Padalarang (Jawa Barat)
- Jalan Tol Serpong – Cinere (Banten dan Jawa Barat)
- Jalan Tol Cinere – Jagorawi (DKI Jakarta dan Jawa Barat)
- Jalan Tol Cimanggis – Cibitung (Jawa Barat)
- Jalan Tol Cibitung – Cilincing (DKI Jakarta dan Jawa Barat)
- Jalan Tol Bekasi – Cawang – Kampung Melayu (DKI Jakarta dan Jawa Barat)
- Jalan Tol Jakarta – Cikampek II Sisi Selatan (DKI Jakarta dan Jawa Barat)
- Jalan Tol Depok – Antasari (termasuk Bojonggede – Salabenda) Provinsi Jawa Barat
- Jalan Tol Bogor Ring Road (termasuk Caringin – Salabenda)
- Provinsi Jawa Barat
Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban (Jawa Barat) - Jalan Tol Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap (Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Jawa Tengah)
- Jalan Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Jawa Barat)
Anggota Komite I DPD RI daerah pemilihan Jawa Barat, Aanya Rina Casmayanti, menyatakan sokongan penuhnya. Meski begitu, legislator senat ini menyodorkan satu klausul krusial, yakni penyediaan gerbang keluar (exit tol) di wilayah Kota Banjar.
Ia mengingatkan agar distribusi kesejahteraan dari megaproyek ini tidak absen di wilayah suburban yang berbatasan langsung dengan provinsi tetangga.
“Kami mendukung penuh PSN ini. Tapi kami juga meminta agar Kota Banjar mendapat perhatian serius melalui pembangunan exit toll yang terhubung langsung ke pusat kota,” ujar Aanya, dikutip Rabu (17/6/2026).
“Kota Banjar itu gerbang Jabar-Jateng. Kalau Tol Getaci tidak dilengkapi exit tol di Kota Banjar, maka warga dan pelaku usaha lokal hanya jadi penonton. Kita tidak mau pembangunan nasional lewat begitu saja tanpa menitipkan kesejahteraan untuk warga Kota Banjar,” tegasnya.









