sukabumiheadline.com – Pemerintah mengungkapkan rencana perluasan jalur kereta rel listrik (KRL) Commuter Line hingga Cikampek dan Sukabumi, Jawa Barat. Kepala Badan Pembina BUMN, Dony Oskaria, saat pembahasan persetujuan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk sejumlah BUMN, termasuk PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Dijelaskan Dony, PT KAI bakal melaksanakan program elektrifikasi pada beberapa wilayah. Perluasan layanan KRL dari Jakarta menuju Cikampek, Rangkasbitung, dan Sukabumi termasuk dalam daftar pekerjaan.
“Program ke depan mencakup jalur elektrifikasi di beberapa kota, termasuk perluasan layanan kereta listrik sampai dengan Cikampek, Rangkasbitung, dan Sukabumi,” ujar Dony.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti diketahui, Komisi XI DPR RI menyetujui PMN untuk PT KAI sebesar Rp1,8 triliun pada tahun anggaran 2025. Dana ini akan digunakan untuk mendukung modernisasi infrastruktur, peningkatan keselamatan, serta kebutuhan pendukung program elektrifikasi yang sedang dipersiapkan.
Program elektrifikasi hingga Cikampek dan Sukabumi akan masuk dalam pelaksanaan bertahap mengikuti kesiapan jalur dan pendukung teknis. Pemerintah menargetkan persiapan awal bisa dilakukan setelah pencairan anggaran pada 2025, termasuk penyesuaian infrastruktur yang diperlukan untuk operasional kereta listrik.
Jika KRL Jakarta-Bogor-Sukabumi mulai beroperasi, lantas bagaimana nasib KA Pangrango relasi Bogor-Sukabumi yang saat ini sudah beroperasi?
Nasib KA Pangrango

PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat volume penumpang KA Lokal Pangrango mencapai total 791.388 orang sepanjang semester pertama tahun 2025, terhitung dari bulan Januari hingga Juli.
Tren volume penumpang menunjukkan peningkatan signifikan pada bulan April dan Juni 2025. Jumlah penumpang pada April sebanyak 155.048 orang, sementara bulan Juni sebanyak 143.811 penumpang.
Terhitung mulai 1 Juli 2026, armada KA Pangrango yang melayani perjalanan dari Stasiun Bogor menuju Stasiun Sukabumi bakal mendapatkan sejumlah perubahan. Salah satu perubahan dilakukan PT KAI adalah dengan meluncurkan Kereta Ekonomi New Generation pada rangkaian KA Pangrango tersebut.
Kereta ini dirancang dengan kapasitas 72 tempat duduk per kereta, menggantikan model sebelumnya yang memiliki 80 tempat duduk, sehingga memberikan ruang kaki yang lebih luas dan kursi yang lebih ergonomis.









