Resign dari Bank, Omset Usaha Bobotoh Persib Asal Sukabumi Ini Rp30 Juta per Bulan

- Redaksi

Rabu, 1 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Joam Dhika I Dok. Pribadi

Joam Dhika I Dok. Pribadi

SUKABUMIHEADLINE.com I CIKOLE – Hidup adalah pilihan. Ketika seseorang sudah berada di zona nyaman, tiba-tiba dia memilih berhenti dari pekerjaannya dan mencoba sesuatu yang baru dan lebih menantang.

Seperti dilakukan Joam Dhika, seorang karyawan bagian Relationship Manager di salah satu bank swasta, kemudian lebih memilih berhenti dan mencoba berbisnis.

Pria berusia 32 tahun, atau tepatnya kelahiran Sukabumi 14 Oktober 1989, ini mengakui, sebelum membuka usaha ayam goreng di Jl. Ciaul Pasir, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Memilih resign dari pekerjaan sebelumnya karena saya dan istri ingin lebih focus saja ke usaha yang memang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Sekira delapan tahun saya berkecimpung di dunia perbankan dan merasa jenuh juga, akhirnya saya memilih resign untuk memulai usaha,” ungkapnya kepada sukabumiheadline.com, Selasa (30/11/2021).

Tahun 2018, adalah awal ketertarikan Joam menggeluti usaha dengan bahan utama daging ayam. Dipilih ayam karena merupakan salah satu makanan pokok masyarakat, dan tidak akan pernah bosan untuk disantap dalam beragam menu.

“Karena ayam itu sudah jadi makanan pokok orang Indonesia termasuk di Sukabumi. Olahan ayam 90 persen menurut saya orang gak akan bosan, karena dalam satu minggu saya yakin setiap orang minimal 3-4 harinya pasti makan menu ayam, oleh karena itulah peluang ini saya ambil, walaupun banyak brand besar yang merajai di kelasnya,” papar Bobotoh Persib Bandung itu.

Baca Juga :  Pede Ngaku-ngaku Anggota TNI, Diringkus di Surade Sukabumi dan Jakarta Sebab Gelapkan 25 Mobil

Usahanya terbilang lancar, sampai saat ini bahkan Joam telah membuka 6 cabang Chicken Kings di sekitaran Sukabumi. Namun begitu, bukan berarti tidak ada hambatan selama ia merintis usahanya.

“Pastinya bukan hanya saya saja sebagai pelaku usaha kuliner yang memiliki hambatan dalam merintis usaha, apalagi sekarang dalam kondisi pandemi yang entah sampai kapan berakhirnya, tapi alhamdulillah masih tetap bertahan walaupun dua dari enam cabang harus terpaksa tutup karena dampak dari pandemi,” tambahnya.

Sekira empat tahun Joam menjalankan bisnis kulinernya. “Pertama kali membuka usaha ini, hanya di sebuah ruko kecil, lama kelamaan kok usaha saya diterima oleh masyarakat dan semakin laris jualannya. Akhirnya saya memberanikan untuk membuka cabang, dan alhamdulillah sekarang sudah ada enam cabang, walaupun dua di antaranya sementara saya tutup dulu,” ujarnya.

Berbicara bisnis, lelaki yang gemar olah raga sepak bola, ini mengaku belajar secara otodidak, ditambah background lulusan bisnis manajemen saat kuliah serta pengalaman bekerja di perbankan, memberinya ilmu seperti alur pembukuan, purchasing, yang membekalinya dalam memulai usahanya.

Baca Juga :  Pengakuan Mengejutkan Linda, Nikah Siri dengan Irjen Teddy Minahasa di Sukabumi, Ini Lokasinya

“Secara otodidak saya belajar usaha, secara background akademis saya lulusan bisnis dan manajemen. Mungkin untuk urusan manajamen bisnis seperti alur pembukuan, purchasing, stock, saya ada ilmunya, namun untuk pengolahan makanannya itu pure otodidak, hanya karena punya passion aja di kuliner,” tegasnya.

Sistem penjualan yang dilakukan Joam adalah secara online dan offline. “Kalau online kita promosikan melalui berbagai platform media sosial, seperti Facebook, Instagram, atau media online yang menawarkan jasa makanan. Sedangkan untuk offline, kita melalui direct selling ke relasi-relasi via WhatsApp,” jelas dia.

Berbicara soal modal, Joam mengeluarkan modal pertamanya sebesar Rp5 juta dan tambahan senilai Rp2 juta untuk sewa ruko. Alhasil omsetnya sekarang dari empat cabang yang masih berjalan terbilang besar, yaitu Rp30 juta per bulan.

“Walaupun dalam kondisi pandemi seperti ini, alhamdulillah dengan empat cabang yang masih berjalan omset yang saya dapatkan Rp30 juta per bulan. Saya masih akan terus mengembangkan usaha kuliner ini,” pungkasnya.

Berita Terkait

Ayam ras, buras, itik, puyuh: Merinci produksi telur di Sukabumi
Daftar shuttle bus Sukabumi-Jakarta plus tarif dan jadwal, tawarkan kenyamanan dan tepat waktu
Kementerian Pertanian kawal swasembada pangan di Sukabumi
15 tren usaha mikro 2026 di desa, dari AI hingga cuci motor panggilan
Gegerbitung juara! Ini 40 kecamatan penghasil cabai keriting di Sukabumi
Untuk tahu/tempe 70% masih impor, segini kebutuhan dan produksi kedelai di Sukabumi
Kolang-kaling Sukabumi, kecamatan penghasil dan manfaatnya bagi kesehatan
Kementerian PU: Konstruksi Jalan Tol Bocimi Seksi 3, Parungkuda-Sukabumi Barat 71,95%

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:00 WIB

Ayam ras, buras, itik, puyuh: Merinci produksi telur di Sukabumi

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:00 WIB

Daftar shuttle bus Sukabumi-Jakarta plus tarif dan jadwal, tawarkan kenyamanan dan tepat waktu

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:19 WIB

Kementerian Pertanian kawal swasembada pangan di Sukabumi

Rabu, 11 Februari 2026 - 00:54 WIB

15 tren usaha mikro 2026 di desa, dari AI hingga cuci motor panggilan

Selasa, 10 Februari 2026 - 19:20 WIB

Gegerbitung juara! Ini 40 kecamatan penghasil cabai keriting di Sukabumi

Berita Terbaru

Ilustrasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi - sukabumiheadline.com

Wisata

KDM: Wisata alam harusnya gratis

Kamis, 12 Feb 2026 - 07:00 WIB

Regulasi

Kementerian Pertanian kawal swasembada pangan di Sukabumi

Kamis, 12 Feb 2026 - 00:19 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131