sukabumiheadline.com – Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, dalam beberapa hari ini mulai terlihat memanaskan mesin tim. Pada satu pekan terakhir, ia terlihat sibuk berdiskusi dengan asisten pelatih, pelatih fisik dan kiper, hingga memimpin para pemain berlatih di lapangan pendamping di kawasan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Seperti diketahui, sebelumnya Persib resmi menunjuk asisten pelatih Igor Tolic yang sudah bergabung sejak 2 Juli 2024 lalu, sebagai pelatih kepala menggantikan Bojan Hodak.
Bojan Hodak sendiri kemudian diangkat menjadi Shareholder Group Technical Advisor Persib usai Maung Bandung memastikan gelar kelima mereka di Liga Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan penelusuran sukabumiheadline.com, Sabtu (18/7/2026), tidak banyak catatan mengenai prestasi Igor Tolic. Bahkan, catatan yang tersedia hanya memotret dirinya sebagai pelatih dengan torehan prestasi yang terlalu biasa untuk klub sebesar Persib.
Lantas, siapa dan bagaimana prestasi Igor Tolic sebelum bergabung dengan Maung Bandung dan resmi ditunjuk jdi pelatih kepala Persib mengarungi Super League musim 2026/2027?
Profil Igor Tolic
Igor Tolic lahir di Gradacac, Kroasia, 25 September 1977 ini ibarat tangan kanan Bojan Hodak. Ia sebelumnya bertugas menganalisis dan memberikan rekomendasi mendalam terkait masalah teknis di dalam lapangan.
Karenanya, Bobotoh pantas optimis dengan kepemimpinan Tolic yang telah mengenal kultur sepak bola di Bandung, gairah, dan jiwa yang tertanam turun temurun di kalangan fan setia Pangeran Biru. Tolic adalah figur yang telah mengetahui bagaimana kedalaman tim saat ini, kultur ruang ganti, dan menghormati para legenda.
Faktor-faktor tersebut yang diduga kuat menjadi alasan manajemen Persib mengangkatnya sebagai pelatih kepala.
Prestasi Igor Tolic

Igor Tolic diketahui bukan sebagai sosok pelatih sembarangan, karena ia juga memiliki lisensi UEFA Pro atau lisensi level tertinggi dalam kepelatihan Eropa. Ini bukan hanya struktur penting, tetapi Tolic diketahui sudah memahami Persib, karakter setiap pemain, dan juga fondasi permainan tim selama beberapa musim terakhir ini.
Saat menjabat asisten pelatih Persib musim 2025-2026 ia mengambil alih tiga pertandingan Maung Bandung saat Bojan Hodak absen akumulasi. Hasilnya, dua kali menang dan satu kalah tandang, yaitu saat melawan Malut United (0-2), Madura United (5-0), dan PSM Makassar (2-1).
Bagian yang menarik dari cerita tentang Tolic tentu saja rekam jejak sang pelatih yang sebelumnya diketahui sudah pernah menjadi pelatih kepala sebelum gabung Persib. Akan tetapi, ia rela mundur satu langkah menjadi asisten pelatih untuk bisa belajar lebih banyak, dan kini dipastikan kembali naik ke kursi utama.
Nama Tolic memang bukan nama glamor seperti pelatih Eropa yang sering menghiasi rumor klub-klub besar Asia. Jejak karier Igor lebih banyak dibangun dalam lingkungan sepak bola Eropa Timur, khususnya Kroasia.
Ia datang dari kultur sepak bola yang keras, pragmatis, dan menuntut disiplin tinggi. Ini karena sebelum gabung dengan Persib pada pertengahan 2024 lalu, Igor Tolic memiliki pengalaman menukangi klub Kroasia hingga Liga Mesir.
Setelah memutuskan pensiun sebagai pemain pada 2013, ia langsung menukangi NK HASK 1903 Zagreb U-13 pada 2012/2013, setelah itu ia dipercaya lanjut memegang U-17 hingga tiga tahun.
Kemudian, ia mendapat kepercayaan memegang U-19 dan pada musim 2016/2017 Igor menjadi pelatih kepala untuk NK HASK 1903 Football Academy. Sukses bersama klub ini, ia pun langsung mendapat kepercayaan menukangi HNK Hajduk Split U-17 pada 2017-2019. Kemudian berlanjut menukangi U-19 dari Januari hingga Juli 2019.
Bersama dengan HNK Hajduk Split U-19 Tolic membawa tim bersaing di papan atas dari 13 laga yang ditukanginya, dan ia mencatatkan 9 kemenangan, dua seri, dan 2 kalah. Kemudian musim 2019/2021, Igor Tolic menangani klub asal Kroasia yang bermain di kasta kedua yakni NK Osijek II.
Musim 2019/2020 memimpin 19 pertandingan sebelum liga dihentikan karena pandemi dan setelah itu musim 2020/2021 ia memimpin 31 pertandingan.
Selama menukangi Osijek dalam dua tahun, ia memimpin 50 pertandingan dengan catatan 20 kekalahan, 16 hasil imbang, dan 14 kali meraih kemenangan.
Walaupun dalam catatan ini, kekalahan memang cukup banyak, tetapi tugas utama tim kasta kedua di Kroasia adalah pengembangan pemain muda untuk tim utama, sehingga bukan hanya hasil akhir yang dilihat.
Setelah itu, ia memilih berpisah dengan NK Osijek II dan bergabung dengan NK Kustosija pada 2021. Tolic bergabung dengan klub kasta kedua Kroasia ini tak lama dan hanya empat bulan, sehingga hanya memimpin 9 laga.
Setelah itu, ia memilih menukangi klub asal Liga Mesir yakni Wadi Degla pada 2022-2024, dan ini menjadi pengalaman pertamanya di luar negeri sebelum ke Indonesia. Ia menangani klub ini di kasta kedua Liga Mesir selama dua tahun.
Bagian tersulit dari pekerjaan Tolic sebagai pelatih Persib, adalah ia tidak datang ke klub yang sedang hancur, tetapi ditunjuk saat tim kebanggaan bobotoh ini terlalu sukses. Persib baru saja menciptakan sejarah dengan tiga gelar beruntun, sehingga ekspektasi Bobotoh sedang berada di titik tertinggi.
Untuk itu, ini akan menjadi tantangan berat buat Igor Tolic, karena Persib musim depan tak hanya tampil di Super League saja. Namun, mereka juga bakal tampil di AFC Champions League Two dan dalam kompetisi ini, mereka akan dituntut bisa tampil lebih baik.
Pasalnya, Persib musim lalu hanya mampu hingga babak 16 besar dan tersingkir saat melawan Ratchaburi FC, sehingga dengan kembali tampil di AFC Champions League Two ini diharapkan bisa lebih baik.









