64,2 persen! Bank Dunia: Indonesia juara 4 penduduk miskin terbanyak 2026

- Redaksi

Jumat, 4 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi warga miskin - sukabumiheadline.com

Ilustrasi warga miskin - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Bank Dunia memproyeksikan 64,2 persen penduduk Indonesia pada 2026 berada di bawah garis kemiskinan 8,30 dollar AS PPP per kapita per hari, setara sekitar Rp1,512 juta per orang per bulan setelah memperhitungkan daya beli dan biaya hidup di Indonesia.

Angka ini bukan angka kemiskinan resmi versi pemerintah Indonesia, karena Bank Dunia dan Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan garis kemiskinan serta metode pengukuran berbeda.

Jika menggunakan standar Bank Dunia, proporsi tersebut diproyeksikan turun menjadi 63,1 persen pada 2027 dan 62 persen pada 2028.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut 10 negara dengan penduduk di Bawah Standar Kemiskinan terbanyak, seperti data dirilis dalam Macro Poverty Outlook, Bank Dunia, April 2026:

1. Timor-Leste: 71,7%
2. India: 70,7%
3. Laos: 68,6%
4. Indonesia: 64,2%
5. Afrika Selatan: 60%
6. Filipina: 56,5%
7. Brasil: 20,4%
8. Vietnam: 17,9%
9. Argentina: 14,5%
10. Thailand: 10,1%

Angka 64,2% merupakan proyeksi Bank
Dunia berdasarkan garis kemiskinan
8,30 dollar AS PPP per kapita per hari,
bukan angka kemiskinan resmi Indonesia karena menggunakan standar dan metode yang berbeda dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

Garis kemiskinan 

Garis kemiskinan adalah nilai pengeluaran minimum yang diperlukan seseorang untuk memenuhi kebutuhan pokok dasar, baik berupa makanan maupun nonmakanan, agar dapat hidup secara layak.

Komponen Garis Kemiskinan (KGM), antara lain meliputi Garis Kemiskinan Makanan (GKM), di mana nilai pengeluaran minimum untuk kebutuhan makanan yang disetarakan dengan 2.100 kilokalori per kapita per hari.

Kemudian, Garis Kemiskinan Nonmakanan (GKNM), adalah nilai pengeluaran minimum untuk kebutuhan dasar lainnya seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

Cara Menentukan Penduduk Miskin

Seseorang atau kelompok masyarakat dikategorikan sebagai penduduk miskin jika rata-rata pengeluaran konsumsi per kapita per bulan berada di bawah garis kemiskinan.

Di Indonesia, data resmi mengenai garis kemiskinan dihitung dan dirilis oleh BPS menggunakan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).

Berita Terkait

Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi
Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut
Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia
Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang
Menaker luncurkan program Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi
Besok becak listrik Prabowo dibagikan gratis di Sukabumi, cek spesifikasi, fitur dan harganya
Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage
Langkah ini diambil Pertamina Patra Niaga respons kasus penimbun BBM di Sukabumi

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Menaker luncurkan program Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi

Berita Terbaru

Asisten pelatih Persib Bandung Igor Tolic - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Venue

Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:19 WIB